banner 728x250

Gak Nyangka! Lahan Tidur Cinangka Disulap Jadi Kebun Hidroponik Canggih Berkat UMJ, Karang Taruna Auto Jadi Petani Sultan!

gak nyangka lahan tidur cinangka disulap jadi kebun hidroponik canggih berkat umj karang taruna auto jadi petani sultan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Siapa sangka, lahan-lahan kosong yang selama ini terbengkalai di Cinangka, Depok, kini berubah menjadi ladang penghasil pundi-pundi sekaligus benteng ketahanan pangan. Inovasi luar biasa ini adalah hasil kolaborasi apik antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian dengan Karang Taruna Cinangka. Mereka membuktikan bahwa pertanian modern berbasis teknologi bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.

Revolusi Pertanian Dimulai dari Lahan Tidur Cinangka

banner 325x300

Selama ini, banyak lahan di berbagai daerah hanya menjadi "tidur" tanpa memberikan manfaat optimal. Namun, di Cinangka, cerita itu berubah drastis. UMJ melihat potensi besar di balik lahan-lahan yang tak tergarap ini, lantas menginisiasi sebuah program ambisius yang bertujuan ganda: mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Program yang berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025 ini melibatkan Karang Taruna Cinangka sebagai ujung tombak. Para pemuda setempat dididik dan dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam pertanian modern, mengubah stigma petani tradisional menjadi petani inovatif yang melek teknologi. Ini adalah langkah konkret untuk memberdayakan masyarakat dari akar rumput.

Hidroponik Bukan Sekadar Tren, Tapi Solusi Cerdas!

Hasilnya? Fantastis! Pemuda Karang Taruna Cinangka kini telah berhasil membudidayakan empat jenis tanaman hidroponik yang populer dan bernilai ekonomis tinggi. Sebut saja kangkung, bayam, pak coy, dan caisim, semuanya tumbuh subur di instalasi modern yang mereka kelola. Ini membuktikan bahwa dengan teknologi yang tepat, lahan terbatas bukan lagi halangan.

Tak hanya hidroponik, lahan tidur di Cinangka juga berhasil dimanfaatkan untuk menanam kemangi. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dan teknologi bisa mengubah lahan yang tadinya tidak produktif menjadi sumber pangan yang berkelanjutan. Masyarakat kini bisa melihat langsung bahwa inovasi pertanian itu nyata dan bisa diterapkan di lingkungan mereka.

UMJ Cetak Generasi Petani Muda Berteknologi Tinggi

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMJ, Dessy Iriani Putri, menegaskan bahwa program ini memiliki visi jangka panjang untuk mencetak generasi petani muda yang inovatif dan adaptif. Ia percaya bahwa masa depan pertanian Indonesia ada di tangan mereka yang berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan.

"Pemanfaatan teknologi greenhouse dan hidroponik menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pertanian berkelanjutan," ujar Dessy. Ia menambahkan, "Ini juga memperlihatkan bahwa lahan tidur dapat diubah menjadi sumber produktivitas." Harapannya, Karang Taruna Cinangka bisa menjadi motor regenerasi petani muda sekaligus penggerak ketahanan pangan di lingkungannya.

Dukungan Penuh untuk Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

Program yang diberi tajuk ‘Regenerasi Petani Muda dan Optimalisasi Lahan Tidur dengan Teknologi Greenhouse untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat dan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional’ ini mendapat dukungan penuh. Pendanaan datang dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tahun 2025. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi pertanian.

Sebagai bagian dari implementasi, UMJ telah menyerahkan satu unit greenhouse berukuran 12 x 8 meter lengkap dengan instalasi hidroponik pada 30 Agustus 2025. Fasilitas canggih ini kini menjadi sarana praktik dan produksi utama bagi Karang Taruna Cinangka. Mereka tak hanya belajar teori, tapi langsung mempraktikkan ilmu di lapangan dengan fasilitas modern.

Dosen dan Mahasiswa Agribisnis Jadi Mentor Andal

Komitmen UMJ tidak berhenti pada pemberian fasilitas. Dosen dan mahasiswa Agribisnis akan terus melakukan pendampingan intensif hingga akhir program. Pendampingan ini mencakup pelatihan teknis mendalam, monitoring berkala untuk memastikan keberlanjutan, serta penguatan kapasitas pemuda dalam pengelolaan pertanian modern. Mereka menjadi mentor andal yang siap membimbing para pemuda.

Proses pendampingan ini memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang ditransfer benar-benar terserap dan diterapkan secara efektif. Ini adalah jembatan antara teori di kampus dan praktik di lapangan, menciptakan ekosistem belajar yang holistik dan berkelanjutan. Para pemuda tidak dibiarkan berjuang sendiri, melainkan didukung penuh oleh para ahli.

Karang Taruna Cinangka: Dari Pemuda Biasa Jadi Pelopor Pangan

Ketua Karang Taruna Cinangka, Septian Wahyudi atau akrab disapa Doming, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam. Ia mengakui bahwa fasilitas dan pendampingan dari UMJ telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkontribusi pada kebutuhan pangan. Ini adalah kesempatan emas yang tidak akan mereka sia-siakan.

"Keberhasilan menanam hidroponik dan menghidupkan lahan tidur dengan kemangi adalah awal yang baik menuju kemandirian pangan berbasis pemuda," kata Doming dengan penuh semangat. Ia melihat potensi besar di tangan para pemuda untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian, bukan hanya untuk Cinangka, tapi juga untuk Indonesia.

Masa Depan Cerah Pertanian Indonesia di Tangan Pemuda

Kolaborasi antara UMJ, pemerintah, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat menciptakan dampak positif yang masif. Karang Taruna Cinangka diharapkan menjadi model keberhasilan pemuda dalam mengembangkan pertanian modern yang produktif, berkelanjutan, dan yang paling penting, mampu mendukung ketahanan pangan nasional. Ini adalah bukti bahwa pemuda bukan hanya masa depan, tapi juga masa kini.

Dengan semangat inovasi dan dukungan teknologi, lahan tidur bisa menjadi lumbung pangan. Pemuda bisa menjadi pelopor ketahanan pangan. Dan Cinangka, kini menjadi saksi bisu bagaimana sebuah program pengabdian masyarakat mampu menyulap lahan kosong menjadi sumber kehidupan, membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia sangat cerah di tangan generasi muda yang berani berinovasi.

banner 325x300