Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, baru-baru ini membeberkan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk masa depan pendidikan di Indonesia. Fokus utamanya adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang digadang-gadang akan melahirkan generasi penerus bangsa yang tak hanya cerdas, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Ini bukan sekadar janji manis, melainkan sebuah strategi komprehensif yang dirancang untuk memastikan setiap lulusan memiliki bekal lengkap.
Tiga Pilar Utama Lulusan Sekolah Rakyat: Lebih dari Sekadar Nilai Akademis
Wamensos Agus Jabo menegaskan bahwa Presiden Prabowo menargetkan tiga hal krusial yang harus dimiliki siswa Sekolah Rakyat setelah mereka lulus. Ini adalah fondasi kuat yang akan membentuk karakter dan kapasitas mereka di masa depan, memastikan mereka menjadi individu yang mandiri dan berkontribusi nyata bagi negara.
Pertama, siswa harus menjadi anak yang cerdas. Kecerdasan di sini tidak hanya terbatas pada kemampuan akademis, tetapi juga meliputi kecerdasan emosional, sosial, dan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Mereka didorong untuk selalu ingin tahu dan berinovasi dalam setiap aspek kehidupan.
Kedua, mereka wajib memiliki karakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat. Ini berarti menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, cinta tanah air, serta pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat dan toleran sejak dini. Karakter ini penting sebagai benteng moral di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat.
Terakhir, dan tak kalah penting, setiap lulusan harus dibekali dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Ini adalah jaminan bahwa mereka tidak hanya berteori, tetapi juga memiliki kemampuan konkret yang bisa langsung diaplikasikan di dunia kerja, membuka pintu kesempatan yang lebih luas.
Bekal Keterampilan Praktis: Kunci Sukses di Era Digital
Agus Jabo menjelaskan lebih lanjut bahwa kurikulum Sekolah Rakyat dirancang untuk membekali siswa dengan ilmu praktis dan keterampilan yang sangat dibutuhkan di era modern. Baik mereka yang memilih untuk melanjutkan kuliah maupun yang ingin langsung bekerja setelah lulus SMA, semua akan mendapatkan persiapan matang.
Fokus utama ada pada penguasaan teknologi informasi (TI), kemampuan berbahasa asing, dan berbagai keterampilan vokasi lainnya yang relevan. Bayangkan, lulusan SMA yang sudah mahir coding, menguasai bahasa Inggris atau Mandarin, atau memiliki keahlian di bidang desain grafis, mereka punya nilai jual tinggi. Ini adalah modal berharga untuk bersaing di pasar kerja yang semakin ketat dan dinamis.
"Hilirisasi" pendidikan menjadi kata kunci di sini. Artinya, pendidikan harus selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan industri, memastikan relevansi antara apa yang dipelajari dan apa yang dibutuhkan. Tujuannya jelas: agar anak-anak tidak bingung mencari pekerjaan setelah lulus, melainkan sudah memiliki bekal yang relevan untuk menciptakan lapangan kerja atau mengisi posisi yang ada.
Dua Pilihan Emas Setelah Lulus: Kuliah atau Langsung Kerja?
Dalam kesempatan Dialog Perspektif Sekolah Rakyat Harapan Baru, Pendidikan Berkualitas di Jakarta, Wamensos Agus Jabo menekankan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki dua pilihan yang sama-sama menjanjikan setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Pilihan ini disiapkan dengan matang agar setiap siswa bisa menentukan jalur terbaik bagi masa depannya tanpa rasa khawatir.
Bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Sekolah Rakyat telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka. Ini membuka jalan bagi para siswa untuk meraih gelar sarjana tanpa terbebani biaya yang besar, sebuah kesempatan emas yang tak boleh dilewatkan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah melalui bupati dan wali kota juga memiliki program beasiswa khusus yang siap mendukung. Ini adalah kabar gembira bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang terhambat pendidikannya hanya karena masalah finansial.
Namun, jika pilihan mereka adalah langsung terjun ke dunia kerja, bekal keterampilan yang sudah didapat selama di Sekolah Rakyat akan menjadi jaminan. Mereka bisa langsung mencari nafkah untuk diri sendiri dan membantu perekonomian keluarga, bahkan sebelum menginjak bangku kuliah, membuktikan kemandirian mereka.
Visi Holistik Prabowo: Tak Hanya Siswa, Orang Tua Juga Diberdayakan
Visi Presiden Prabowo untuk Sekolah Rakyat jauh melampaui sekadar pendidikan formal bagi anak-anak. Beliau memerintahkan agar pemberdayaan juga menyentuh para orang tua siswa, sebuah pendekatan holistik untuk memutus rantai kemiskinan dari akarnya.
"Kalau rumahnya tidak layak, kita juga harus bangun rumah hingga layak huni," tambah Wamensos. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan, menciptakan ekosistem yang mendukung.
Presiden Prabowo menyadari bahwa sebagian besar masyarakat masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, sebuah realitas yang harus diatasi bersama. Oleh karena itu, negara harus hadir secara nyata untuk mengentaskan masalah ini, dan pendidikan adalah salah satu senjata paling ampuh yang bisa digunakan.
Melalui program prioritas Sekolah Rakyat, semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terkecuali. Negara hadir untuk memastikan setiap anak punya harapan, punya kesempatan untuk mewujudkan cita-cita mereka, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarga yang mungkin kurang beruntung.
Hidup di Sekolah Rakyat: Disiplin, Kreatif, dan Berprestasi
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta, Regut Sutrasto, memberikan gambaran langsung tentang kehidupan para siswa di Sekolah Rakyat. Di sekolah berasrama ini, pola kegiatan siswa terjadwal dengan sangat baik, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, membentuk rutinitas yang positif.
Kedisiplinan adalah kunci utama dalam pembentukan karakter. Dengan jadwal yang terstruktur, anak-anak diajarkan untuk menghargai waktu, bertanggung jawab, dan memiliki rutinitas yang positif, yang semuanya merupakan bagian integral dari pembangunan karakter yang kuat dan mandiri.
Para tenaga pendidik di Sekolah Rakyat tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga berperan sebagai pembimbing dan motivator yang ulung. Mereka secara intensif membangun pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan dalam setiap interaksi, membentuk pribadi yang berintegritas.
"Di sekolah berasrama, kita punya waktu luas membimbing anak-anak," kata Regut. Keunggulan sekolah berasrama memungkinkan pengawasan dan bimbingan yang lebih mendalam, membentuk kepribadian siswa secara holistik dan memastikan perkembangan optimal mereka.
Menggali Potensi Lewat Ekstrakurikuler dan DNA Talent Mapping
Selain kegiatan akademis dan pembentukan karakter, Sekolah Rakyat juga menawarkan beragam kegiatan ekstrakurikuler yang menarik dan bervariasi. Anak-anak dapat memilih sesuai minat dan bakat mereka, mulai dari silat, menari, hingga desain grafis, memberikan ruang untuk ekspresi diri.
Fasilitas olahraga seperti lapangan futsal yang lengkap juga dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga kebugaran fisik siswa. Tujuannya bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara pada diri siswa, membentuk atlet yang tangguh.
Kurikulum di Sekolah Rakyat dirancang untuk mengubah kondisi siswa yang mungkin awalnya kurang percaya diri menjadi pribadi yang berani dan optimis. "Kurikulum kami, bagaimana membimbing anak-anak dengan kondisi seperti ini, kita ubah menjadi percaya diri," ujar Regut, menunjukkan fokus pada pengembangan mental.
Yang menarik, potensi tiap siswa juga digali melalui DNA talent mapping atau pemetaan bakat. Dengan mengetahui bakat alami mereka, pendidikan dan bimbingan bisa lebih terarah, memastikan setiap anak berkembang sesuai dengan keunikan dan kekuatannya, memaksimalkan potensi individu.
Harapan Masa Depan: Memutus Rantai Kemiskinan dengan Pendidikan
Regut Sutrasto menyampaikan harapan besar bagaimana anak-anak dari masyarakat miskin ekstrem bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Ini adalah langkah fundamental untuk memberikan mereka kesempatan menatap masa depan yang lebih cerah dan meraih cita-cita yang mungkin sebelumnya terasa jauh.
Pendidikan di Sekolah Rakyat bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang memberikan harapan dan membangun keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki potensi tak terbatas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, cita-cita tersebut bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang bisa dicapai.
Melalui inisiatif Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo dan jajarannya berkomitmen untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Generasi yang cerdas, berkarakter, terampil, dan siap menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera, demi masa depan yang lebih baik.


















