Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan telah memberikan instruksi kepada seluruh relawannya. Perintah tersebut tak main-main: mendukung penuh pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi di kediaman pribadinya di Solo, baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran bukanlah hal baru, melainkan telah disampaikan sejak lama.
"Sejak awal sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu," kata Jokowi kepada awak media. Ayahanda Gibran Rakabuming Raka ini menjelaskan, perintah dukungan ini bahkan sudah ada sebelum gelaran Pilpres 2024.
"Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Pak Presiden Prabowo-Gibran dua periode," ungkap Jokowi lagi. Menurutnya, instruksi ini muncul karena para relawan kerap menanyakan sikapnya terkait pasangan Prabowo-Gibran, terutama menjelang Pilpres 2029.
"Saya sampaikan itu ke relawan karena saya bertanya ke mereka," jelas Jokowi, menunjukkan bahwa ini adalah respons atas dinamika di kalangan pendukungnya.
PSI Ungkap Upaya Adu Domba Prabowo-Jokowi di Medsos
Di tengah kuatnya sinyal dukungan dari Jokowi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru menyoroti adanya pihak-pihak yang mencoba menciptakan keretakan. PSI mengungkapkan bahwa ada upaya sistematis di media sosial untuk mengadu domba Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo.
Tak hanya itu, upaya adu domba ini juga menyasar Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dan PSI sendiri. Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyampaikan hal ini di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Mas Kaesang (Ketua Umum PSI) memberikan pesan kepada saya, bahwa di tengah hiruk pikuk dan masalah yang kita hadapi ini, ada medsos yang cukup dibanjiri oleh banyak pihak, yang mencoba mengadu domba antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, termasuk Mas Gibran dan PSI," kata Raja Juli.
Video Hoaks Jadi Senjata Adu Domba
Raja Juli Antoni menjelaskan, salah satu modus yang digunakan adalah penyebaran video dengan narasi yang menyesatkan. Ia mencontohkan, ada video yang memperlihatkan Jokowi dan Gibran bertemu dengan pihak-pihak tertentu.
Namun, narasi yang disematkan pada video tersebut justru mengklaim bahwa pertemuan itu adalah upaya untuk menggalang aksi demonstrasi yang berujung ricuh dalam beberapa hari terakhir. "Semalam misalkan dari tim Pak Prabowo, kami berkomunikasi cukup intens ya untuk saling mengklarifikasikan, tabayun," ujarnya.
"Ada sebuah video yang isinya berbeda dengan narasinya," sambung Raja Juli. Ia menegaskan bahwa narasi semacam ini adalah upaya provokasi yang tidak berdasar.
Kaesang Tegaskan: Itu Hoaks!
Menanggapi fenomena adu domba ini, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi sekaligus adik Gibran, telah menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar alias hoaks. Kaesang secara langsung membantah tudingan miring yang beredar di media sosial.
"Jadi Mas Kaesang sudah sampaikan bahwa itu adalah hoaks," tutur Raja Juli Antoni. Penegasan dari Kaesang ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan upaya-upaya yang ingin memecah belah koalisi.
PSI sendiri, lanjut Raja Juli, berkomitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo. "PSI seperti hasil kongres di Solo yang lalu, partai gajah setia dengan Pak Prabowo Subianto," tegasnya.
Partai yang identik dengan anak muda ini menyatakan siap mendukung program-program kerakyatan dan antikorupsi yang akan dijalankan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan loyalitas PSI terhadap koalisi yang ada.
Dengan adanya perintah tegas dari Jokowi untuk dukungan dua periode, serta bantahan PSI terhadap upaya adu domba, dinamika politik pasca-pilpres ini semakin menarik untuk dicermati. Ini menunjukkan adanya konsolidasi kekuatan sekaligus kewaspadaan terhadap potensi perpecahan di tengah transisi kekuasaan.


















