Jakarta, CNN Indonesia — Sergio Busquets, gelandang legendaris yang menjadi jantung permainan Barcelona selama bertahun-tahun, akhirnya resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola profesional. Keputusan ini datang di akhir musim bersama Inter Miami, klub yang menjadi pelabuhan terakhirnya setelah petualangan panjang di Eropa. Sebuah era benar-benar akan segera berakhir.
Pengumuman emosional ini datang tak lama setelah Inter Miami meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas New York City FC dalam lanjutan MLS, Kamis (25/9). Spekulasi tentang masa depannya memang sudah beredar, namun konfirmasi langsung dari Busquets melalui media sosialnya tetap mengejutkan sekaligus mengharukan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Momen Pamungkas Bersama Para Legenda
Sebelum benar-benar menggantung sepatu, Busquets masih memiliki lima pertandingan sisa bersama Inter Miami di musim reguler MLS. Pertandingan-pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah "last dance" baginya.
Sisa laga di Inter Miami bakal menjadi momen tak terlupakan, tidak hanya bagi Busquets, tetapi juga bagi para pecinta sepak bola. Ia akan berbagi lapangan untuk kali terakhir bersama sahabat-sahabat lamanya, para legenda Barcelona yang kini juga berlabuh di Miami: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Jordi Alba.
Ikatan Abadi: Busquets dan Messi
Tak ada yang mengenal Sergio Busquets lebih baik dari Lionel Messi. Kisah mereka dimulai jauh sebelum gemerlap trofi dan sorotan dunia. Keduanya sama-sama berjuang menembus skuad utama Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola pada tahun 2008.
Busquets, dengan gaya bermainnya yang tenang namun efektif, segera menjadi tulang punggung tak tergantikan di lini tengah. Bersama Messi, mereka menjadi motor utama Barcelona yang mendominasi sepak bola Eropa selama bertahun-tahun. Mereka memenangkan segalanya: Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, dan banyak lagi.
Ikatan mereka bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Mereka adalah simbol dari sebuah generasi emas Barcelona, sebuah filosofi sepak bola yang memukau dunia. Messi adalah sihir, Busquets adalah fondasi yang membuat sihir itu mungkin terjadi.
Perjalanan Panjang Menuju Reuni di Miami
Perjalanan mereka sempat terpisah. Messi lebih dulu meninggalkan Camp Nou pada 2021 untuk menerima tawaran Paris Saint-Germain, sebuah keputusan yang mengguncang dunia sepak bola. Sementara itu, Busquets tetap setia bertahan di Catalunya hingga tahun 2023, menjadi kapten dan ikon terakhir dari era keemasan tersebut.
Namun, takdir berkata lain. Pada tahun 2023, Busquets mengikuti jejak Messi ke Inter Miami, sebuah langkah yang disambut gembira oleh para penggemar. Reuni ini semakin lengkap ketika Jordi Alba dan kemudian Luis Suarez menyusul, menciptakan kembali "trio" atau "kuartet" legendaris Barcelona di tanah Amerika.
Sang Maestro Lini Tengah: Warisan Busquets
Sergio Busquets bukanlah tipikal gelandang yang mencetak banyak gol atau melakukan dribbling spektakuler. Namun, perannya jauh lebih fundamental. Ia adalah seorang maestro di lini tengah, seorang pivot yang tak tergantikan.
Kemampuannya membaca permainan, memotong serangan lawan, mendistribusikan bola dengan akurasi tinggi, dan menjaga tempo permainan adalah kelas dunia. Ia adalah "pemain tak terlihat" yang membuat timnya berfungsi dengan sempurna. Pep Guardiola pernah menyebutnya sebagai salah satu pemain paling cerdas yang pernah ia latih.
Warisan Busquets adalah tentang kecerdasan taktis, kesederhanaan yang efektif, dan kemampuan untuk selalu berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Ia adalah jembatan antara lini belakang dan lini depan, seorang jenderal lapangan tengah yang mengatur irama permainan.
Inter Miami: Babak Terakhir Sebuah Kisah Indah
Keputusan Busquets untuk pensiun di Inter Miami menunjukkan betapa berartinya klub ini baginya. Di usia 37 tahun, ia memilih untuk mengakhiri kariernya di lingkungan yang akrab, dikelilingi oleh teman-teman seperjuangannya.
Kedatangannya di MLS bersama Messi dan kawan-kawan telah mengangkat profil liga secara signifikan. Mereka membawa pengalaman, kualitas, dan daya tarik bintang yang tak tertandingi. Meskipun singkat, babak Inter Miami dalam karier Busquets adalah penutup yang manis, penuh dengan reuni dan momen-momen indah.
Pesan Perpisahan yang Menyentuh Hati
Melalui akun Instagram pribadinya, Busquets mengumumkan pengunduran dirinya dengan sebuah video singkat yang menampilkan momen-momen terbaiknya di sepak bola. Pesan yang ia sampaikan sangat menyentuh dan penuh rasa syukur.
"Terima kasih yang tulus kepada semua orang, dan untuk sepak bola, atas segalanya. Kalian akan selalu menjadi bagian dari kisah indah ini," tulis Busquets. Kalimat ini mencerminkan kerendahan hati dan rasa terima kasihnya atas perjalanan luar biasa yang telah ia jalani.
Lima Laga Terakhir: Perpisahan Penuh Emosi
Para penggemar Inter Miami dan sepak bola dunia kini akan menantikan lima pertandingan sisa Busquets. Laga-laga melawan Toronto FC, Chicago Fire, New England Revolution, Atlanta United, dan Nashville SC akan menjadi panggung perpisahan yang penuh emosi.
Setiap sentuhan bola, setiap operan, setiap tekel yang dilakukan Busquets akan menjadi kenangan berharga. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menyaksikan sang maestro beraksi, sebelum ia benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada lapangan hijau.
Apa Selanjutnya untuk Busquets?
Setelah pensiun, banyak spekulasi tentang langkah selanjutnya bagi Sergio Busquets. Dengan kecerdasan taktis dan pemahaman mendalam tentang permainan, ia memiliki potensi besar untuk menjadi pelatih atau direktur olahraga.
Namun, untuk saat ini, yang terpenting adalah menghargai momen-momen terakhirnya sebagai pemain. Dunia sepak bola akan merindukan kehadiran Sergio Busquets di lini tengah, seorang pemain yang mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi selalu menjadi pahlawan tak terlihat di setiap kemenangan timnya. Selamat jalan, Maestro!


















