banner 728x250

Pangeran Diponegoro ‘Reborn’ dalam Komik! Perpusnas Bikin Sejarah Jadi Lebih Asyik Buat Gen Z

Ilustrasi Pangeran Diponegoro memimpin pertempuran dengan latar belakang api dan pasukan bersenjata.
Perpustakaan Nasional RI luncurkan 25 seri buku dan komik tentang Pangeran Diponegoro untuk generasi muda.
banner 120x600
banner 468x60

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI kembali membuat gebrakan yang patut diacungi jempol. Mereka baru saja meluncurkan 25 seri buku anak dan komik yang mengangkat kisah heroik Pangeran Diponegoro. Inisiatif keren ini diharapkan mampu mendekatkan sejarah bangsa kepada generasi muda dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dicerna.

Acara peluncuran tersebut berlangsung meriah di Gedung Perpusnas, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/9/2025). Kehadiran seri komik ini menjadi angin segar bagi dunia literasi anak, sekaligus menegaskan komitmen Perpusnas dalam memfasilitasi pemahaman nilai-nilai sejarah bangsa bagi para penerus.

banner 325x300

Bukan Sekadar Buku Sejarah Biasa, Ini Komik Keren!

Kepala Perpusnas, E Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa peluncuran buku anak dan komik ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah strategi cerdas untuk meningkatkan budaya baca sejak usia dini, khususnya di tengah gempuran konten digital yang seringkali kurang mendidik. Dengan format komik, diharapkan anak-anak bisa lebih tertarik dan betah membaca.

Komik Diponegoro ini hadir dalam 25 seri yang dirancang khusus untuk menarik perhatian anak-anak dan remaja. Visual yang menarik dipadukan dengan narasi yang mudah dipahami, membuat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro tidak lagi terasa berat atau membosankan. Ini adalah upaya nyata untuk "membumikan" sejarah.

Mengapa Komik Jadi Pilihan Terbaik?

Aminudin Aziz menegaskan alasan di balik pemilihan medium komik. Menurutnya, komik adalah medium yang sangat efektif dalam merangsang kemampuan atau multi-kompetensi pada anak. Mereka tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter, dan alur cerita secara berkelanjutan.

Pendekatan ini jauh lebih interaktif dibandingkan buku teks sejarah konvensional. Anak-anak diajak untuk membayangkan, menganalisis ekspresi tokoh, dan menyerap informasi visual yang memperkaya pemahaman mereka tentang peristiwa sejarah yang kompleks. Ini adalah cara belajar yang holistik dan menyenangkan.

Lebih dari Sekadar Membaca: Ruang Diskusi Keluarga dan Sekolah

Harapan Perpusnas tidak berhenti pada aktivitas membaca semata. Aminudin Aziz berharap komik ini dapat menjadi pemicu ruang dialog yang produktif antara anak, guru, dan orang tua. Kisah-kisah dalam komik bisa menjadi jembatan untuk memulai diskusi tentang nilai-nilai kepahlawanan, perjuangan, dan integritas.

"Karena ini terkait dengan komik sejarah, saya sangat berharap para pendamping seperti guru, orang tua bisa memberikan informasi, memberikan pemahaman dari peristiwa-peristiwa yang diangkat dalam 25 komik sejarah dari Babad Diponegoro," jelas Aminudin. Peran aktif orang dewasa sangat penting untuk memaksimalkan manfaat edukasi dari komik ini.

Diskusi semacam ini akan membantu anak-anak tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga memahami esensi dan relevansi sejarah dalam kehidupan mereka saat ini. Mereka bisa belajar tentang kepemimpinan, keberanian, dan pengorbanan dari sosok Pangeran Diponegoro yang legendaris.

Kolaborasi Cerdas Perpusnas dan ITB: Hasilnya Memukau!

Kesuksesan proyek ini tak lepas dari kolaborasi apik antara Perpusnas dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Aminudin Aziz secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada FSRD ITB yang telah bekerja sama dalam proses pembuatan buku anak dan komik Diponegoro ini.

Kerja sama ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan dapat menghasilkan karya yang luar biasa. FSRD ITB dengan keahliannya di bidang desain dan seni rupa, berhasil menerjemahkan naskah asli Babad Diponegoro menjadi visual yang menarik dan sesuai untuk target audiens anak-anak.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak Fakultas Seni Rupa dan Desain di ITB atas kolaborasi, tanggung jawab bersama menghasilkan 25 komik dengan cerita yang diadaptasi dari naskah asli Babad Diponegoro dalam waktu yang singkat," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dari kedua belah pihak.

Rangkaian Acara 200 Tahun Perang Jawa yang Tak Boleh Dilewatkan

Peluncuran "25 Seri Buku Anak dan Komik Diponegoro" ini merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan peringatan 200 tahun Perang Jawa. Perang Jawa sendiri adalah salah satu episode paling heroik dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan, yang dipimpin langsung oleh Pangeran Diponegoro.

Selain itu, acara ini juga bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, momen yang tepat untuk mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, kembali mencintai perpustakaan dan buku. Perpusnas memang tak pernah berhenti berinovasi untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang relevan dan menarik.

Sebelumnya, dalam rangka peringatan 200 tahun Perang Jawa, Perpusnas juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif lainnya. Pada 23 Juli 2025, misalnya, telah diluncurkan dan dibedah buku ‘Babad Diponegoro: Sebuah Hidup yang Ditakdirkan’ serta ‘Sketsa Perang Jawa Tahun 1825: Kesaksian Pelaku Sejarah’.

Tak hanya itu, pada 26 Agustus 2025, Perpusnas juga merilis buku ‘Babad Kedung Kebo: Perang Jawa dari Sudut Pandang Liyan’. Semua kegiatan ini menunjukkan keseriusan Perpusnas dalam menggali, melestarikan, dan menyebarluaskan kekayaan sejarah bangsa agar tidak lekang oleh waktu dan selalu relevan bagi setiap generasi.

Masa Depan Sejarah di Tangan Generasi Muda

Inisiatif Perpusnas ini adalah langkah progresif yang patut dicontoh. Di era digital yang serba cepat ini, menarik minat generasi muda pada sejarah bukanlah perkara mudah. Namun, dengan pendekatan yang kreatif dan relevan seperti komik, Perpusnas membuktikan bahwa sejarah bisa menjadi pelajaran yang sangat menarik dan menginspirasi.

Komik Pangeran Diponegoro ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan akan identitas bangsa sejak dini. Dengan memahami perjuangan para pahlawan, generasi muda akan memiliki fondasi karakter yang kuat, siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat juang yang tak kalah dari Pangeran Diponegoro.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari ajak anak-anak dan adik-adik kita untuk menyelami kisah epik Pangeran Diponegoro melalui 25 seri komik terbaru ini. Sejarah bukan lagi sekadar deretan tanggal dan nama, melainkan petualangan seru yang penuh makna!

banner 325x300