banner 728x250

Istri Gus Dur Sinta Nuriyah Pimpin Gerakan Nurani Bangsa, Desak Kapolri Segera Bebaskan Aktivis!

Sinta Nuriyah bersama tokoh Gerakan Nurani Bangsa ajukan permohonan pembebasan aktivis.
Sinta Nuriyah Nuria dan tokoh Gerakan Nurani Bangsa ajukan surat ke Kapolri untuk bebaskan aktivis.
banner 120x600
banner 468x60

Di tengah hiruk pikuk dinamika sosial dan politik tanah air, sebuah suara lantang kembali menggema dari sosok yang tak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Sinta Nuriyah, istri mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjukkan ketegasannya dalam membela keadilan. Bersama sejumlah tokoh terkemuka yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB), beliau secara resmi melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Surat tersebut berisi permohonan mendesak agar para aktivis yang kini ditahan di Polda Metro Jaya segera dibebaskan. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah seruan moral dari para sesepuh bangsa yang prihatin atas kondisi kebebasan berpendapat di Indonesia. Mereka menyoroti penahanan sejumlah aktivis yang telah berlangsung lebih dari 20 hari, memicu kekhawatiran akan hak-hak dasar warga negara.

banner 325x300

Gerakan Nurani Bangsa Bersatu Membela Keadilan

Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bukanlah entitas baru dalam kancah perjuangan hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia. Organisasi ini beranggotakan figur-figur berpengaruh yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Mereka adalah suara hati nurani yang tak pernah lelah mengingatkan akan pentingnya keadilan.

Di antara mereka yang turut serta dalam inisiatif ini adalah mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat, Ketua Umum PGI Gomar Gultom, serta tokoh reformasi Erry Riyana Hardjapamekas. Kehadiran mereka di Polda Metro Jaya pada Selasa lalu bukan tanpa alasan.

Setelah membesuk para aktivis yang ditahan, Lukman Hakim menegaskan bahwa surat resmi telah dikirimkan kepada Kapolri, dengan tembusan kepada Kapolda. Intinya jelas: mereka berharap para demonstran yang menyuarakan aspirasi secara damai dapat segera menghirup udara kebebasan. Ini adalah panggilan untuk meninjau kembali penahanan yang telah berlangsung.

Dua Permohonan Utama: Pembebasan dan Penangguhan

Surat yang dilayangkan GNB bukan hanya sekadar permohonan pembebasan, tetapi juga menyertakan permintaan penangguhan penahanan. Ini menunjukkan bahwa GNB memahami proses hukum, namun tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keadilan di atas segalanya. Penahanan yang telah berlangsung lebih dari tiga minggu ini dianggap sudah terlalu lama bagi para aktivis.

"Dalam surat yang kami layangkan secara resmi ini, selain pembebasan, kami juga berharap ada penangguhan terhadap mereka-mereka itu," ujar Lukman Hakim, menekankan urgensi dari permohonan tersebut. Permintaan ini mencerminkan harapan agar pihak kepolisian dapat mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat sifat demonstrasi yang damai.

Mengunjungi dan Mendengar Suara Hati Aktivis

Kunjungan para tokoh GNB ke Polda Metro Jaya memiliki tujuan yang lebih dalam dari sekadar menyerahkan surat. Mereka datang untuk memastikan kondisi para aktivis, mendengarkan langsung keluh kesah, serta memahami latar belakang penangkapan yang terjadi. Ini adalah bentuk dukungan moral yang tak ternilai bagi mereka yang sedang berjuang di balik jeruji besi.

Lukman Hakim menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk "memastikan kondisi mereka seperti apa saat ini, juga untuk mendengar apa yang mereka rasakan, apa latar belakang penangkapannya dan hal ikhwal yang terkait dengan peristiwa beberapa hari yang lalu dan apa harapan-harapan mereka." Mendengarkan langsung cerita para aktivis menjadi krusial untuk memahami dinamika yang sebenarnya terjadi, bukan hanya dari satu sisi.

Sinta Nuriyah: Prihatin dan Mengingat Hak Asasi Manusia

Di tengah suasana kunjungan, Sinta Nuriyah tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Dengan suara lembut namun penuh ketegasan, beliau menyampaikan bahwa seluruh anggota Gerakan Nurani Bangsa, khususnya para tokoh senior, sangat menyayangkan penahanan aktivis ini. Baginya, situasi ini adalah cerminan dari tantangan terhadap kebebasan berpendapat di negara demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

"Pertama-tama, memang kami semua dari Gerakan Nurani Bangsa, dari tokoh-tokoh tua, merasa prihatin dengan terjadinya penahanan-penahanan seperti ini," ungkap Sinta Nuriyah. Pernyataan ini bukan hanya sekadar empati, melainkan sebuah pengingat bahwa hak asasi manusia harus selalu dijunjung tinggi, bahkan dalam proses hukum sekalipun. Proses hukum yang adil adalah hak setiap warga negara.

Beliau juga menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh serta merta menghilangkan hak-hak dasar individu. Lukman Hakim menambahkan, "Kalau kemudian pihak-pihak kepolisian menilai, memiliki bukti-bukti dalam kaitannya dengan proses hukum yang harus dijalani oleh mereka, mudah-mudahan penahanan yang mereka alami saat ini betul-betul tetap menjunjung hak-hak dasar, hak asasi manusia." Ini adalah penekanan penting agar penegakan hukum tetap berlandaskan pada prinsip keadilan dan kemanusiaan yang universal.

Generasi Penerus Bangsa yang Bersuara Lantang

Sinta Nuriyah memandang para aktivis yang ditahan, seperti Delpedro Marhaen dari Lokataru Foundation, Muzaffar Salim (staf Lokataru), Syahdan Husein (admin Gejayan Memanggil), dan Khariq Anhar (admin Aliansi Mahasiswa Penggugat), bukan sebagai pelaku kejahatan. Sebaliknya, beliau melihat mereka sebagai aset berharga bangsa, generasi muda yang berani menyuarakan kebenaran dan idealisme.

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini," tegas Sinta Nuriyah. Menurutnya, para aktivis ini memiliki satu tujuan mulia: mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, di mana setiap warga negara bebas bersuara dan berpendapat tanpa rasa takut. Ini adalah esensi dari demokrasi yang harus terus diperjuangkan dan dilindungi.

Penahanan mereka, dalam pandangan GNB, adalah sebuah ironi di tengah semangat reformasi yang menggaungkan kebebasan. Para aktivis ini, dengan segala idealisme dan keberaniannya, adalah garda terdepan dalam menjaga agar suara rakyat tidak dibungkam dan keadilan tetap ditegakkan. Mereka adalah cerminan dari harapan akan masa depan yang lebih baik.

Implikasi dan Harapan untuk Demokrasi Indonesia

Langkah Gerakan Nurani Bangsa yang dipimpin Sinta Nuriyah ini menjadi sorotan penting, bukan hanya di kalangan aktivis, tetapi juga masyarakat luas. Ini bukan sekadar tentang pembebasan beberapa individu, melainkan tentang menjaga marwah demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. Keberanian para tokoh senior ini mengingatkan kita pada perjuangan panjang untuk menegakkan keadilan dan hak asasi manusia, sebuah warisan yang tak boleh luntur.

Semangat Gus Dur yang selalu membela kaum minoritas dan mereka yang tertindas, kini seolah hidup kembali melalui aksi sang istri. Sinta Nuriyah dan GNB menunjukkan bahwa keprihatinan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berani. Mereka berharap agar pihak kepolisian dapat menanggapi permohonan ini dengan bijaksana, mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap iklim demokrasi, partisipasi publik, dan kepercayaan masyarakat.

Pembebasan para aktivis ini akan menjadi sinyal positif bahwa negara menghargai kebebasan berpendapat dan bahwa proses hukum akan selalu berjalan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Ini adalah harapan besar yang diemban oleh Gerakan Nurani Bangsa demi masa depan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan beradab, di mana setiap suara berhak didengar dan dihargai.

banner 325x300