banner 728x250

Langkah Berani! UNU Yogyakarta & Danone Indonesia Kirim Delegasi ke Turki, Masa Depan Industri Halal Nasional di Kancah Global!

Gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta di malam hari.
UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia siap memperkuat industri halal Indonesia di kancah internasional.
banner 120x600
banner 468x60

Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional, kali ini melalui sektor industri halal yang terus berkembang pesat. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta bersama Danone Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengirimkan delegasi ke Turki dalam program bergengsi "Indonesia-Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025". Misi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya serius untuk memperdalam pemahaman, memperluas jaringan, dan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan industri halal global.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak untuk memajukan ekosistem halal di tanah air. Dengan menggandeng negara yang memiliki pengalaman kuat dalam sertifikasi dan akreditasi halal seperti Turki, Indonesia berharap dapat menyerap ilmu dan praktik terbaik yang akan membawa dampak signifikan bagi industri halal nasional.

banner 325x300

Mengapa Turki Jadi Tujuan Utama? Misi Penting Delegasi UNU Yogyakarta dan Danone Indonesia

Pemilihan Turki sebagai tujuan utama delegasi ini bukanlah tanpa alasan. Turki dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem halal yang matang, baik dari sisi regulasi, akreditasi, maupun riset. Direktur Halal Center UNU Yogyakarta, Listiana Hidayati, menegaskan bahwa pengiriman delegasi ini krusial untuk memperkuat fondasi halal di Indonesia.

Menurut Listiana, para utusan dari kampus Nahdliyin ini memiliki kesempatan emas untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring dengan lembaga-lembaga internasional terkemuka. "Dengan keterlibatan langsung bersama lembaga-lembaga terkemuka Turki, delegasi UNU Yogyakarta mendapatkan wawasan yang berguna untuk memperkaya ekosistem halal Indonesia," ujarnya. Agenda ini juga secara khusus dirancang untuk memperluas jaringan internasional, mencakup aspek akreditasi, sertifikasi, dan riset halal.

Siapa Saja yang Terlibat? Deretan Nama Penting dalam Misi Internasional Ini

Misi penting ini melibatkan sejumlah tokoh dan pakar dari berbagai latar belakang, menunjukkan keseriusan dan komitmen lintas sektor. Delegasi tersebut dipimpin oleh Rais Syuriah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, yang membawa representasi kuat dari organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Turut serta pula Dr. Fertiana Santy, Direktur Kemitraan dan Kerjasama BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), yang perannya sangat vital dalam regulasi halal nasional. Dari kalangan akademisi, hadir Guru Besar ITS Prof. Setyo Gunawan PhD, serta para pakar dari UNU Yogyakarta seperti Dr. Muhammad Faishal Aminuddin, Dr. Wiwin Rohmawati, Dr. Muammar Zayn Qadafy, dan Listiana Hidayati sendiri. Tidak ketinggalan, Prima Sehanputri, Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, mewakili sektor industri.

Kunjungan Strategis: Menjelajahi Pusat Halal di Turki

Selama berada di Turki, delegasi melakukan serangkaian kunjungan strategis ke berbagai lembaga kunci yang berperan penting dalam ekosistem halal. Mereka berdialog dan berbagi praktik terbaik dengan Halal Accreditation Agency (HAK), sebuah badan akreditasi halal terkemuka yang menjadi rujukan global.

Kunjungan juga dilakukan ke Lokman Hekim University (LHU), yang mungkin menjadi pusat riset dan pengembangan keilmuan halal. Kedutaan Besar Indonesia di Ankara turut menjadi titik koordinasi penting, memperkuat hubungan diplomatik dan dukungan bagi misi ini. Delegasi juga menyambangi Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC) dan GIMDES, dua institusi yang sangat berpengaruh dalam standarisasi dan sertifikasi produk halal di dunia Islam. Tak lupa, fasilitas Danone di Turki juga menjadi bagian dari kunjungan untuk melihat implementasi halal di tingkat industri.

Kolaborasi Lintas Sektor: PBNU, Danone, dan Akademisi Bersatu

Program "Indonesia-MENA Expert Exchange 2025" ini merupakan bagian integral dari kolaborasi yang lebih besar antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Danone Indonesia, yang telah terjalin sejak 22 Maret 2025. Kesepakatan ini menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan industri.

Sinergi ini diyakini sebagai kunci utama untuk mempercepat pengembangan studi dan praktik halal di Indonesia. Dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai elemen, diharapkan tercipta ekosistem yang holistik dan berkelanjutan, mampu menjawab tantangan serta memanfaatkan peluang di pasar halal global yang terus tumbuh.

Tak Hanya Turki, Mesir Juga Jadi Target! Inilah Rencana Selanjutnya

Misi delegasi ini tidak berhenti di Turki saja. Setelah kunjungan ke negara Ottoman tersebut, delegasi juga dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke Mesir. Di Mesir, fokus kajian akan beralih ke sektor pertanian berkelanjutan, menunjukkan bahwa cakupan kolaborasi ini sangat luas dan multidimensional.

Sebagai bagian dari program pertukaran ini, akademisi dan pakar dari Turki dan Mesir juga akan datang berkunjung ke Indonesia. Kedatangan mereka bertujuan untuk membagikan wawasan dan pengalaman berharga terkait isu kesehatan publik, memperkaya diskusi dan riset di tanah air. Ini adalah pertukaran dua arah yang saling menguntungkan, memperkuat hubungan bilateral dan pertukaran pengetahuan.

Komitmen Danone Indonesia: Memperkuat Ekosistem Halal Nasional

Sebagai salah satu pemain industri besar, Danone Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung kemajuan industri halal nasional. Prima Sehanputri, Head of Regulatory Affairs Danone Indonesia, menegaskan bahwa halal bukan sekadar label, melainkan prinsip fundamental yang harus dijalankan secara menyeluruh dalam setiap aspek bisnis.

Danone Indonesia secara aktif memperkuat ekosistem halal melalui rantai nilai yang terintegrasi. Proses ini mencakup segala hal, mulai dari produksi bahan baku, inovasi produk, hingga distribusi, semuanya harus sesuai dengan standar kehalalan yang ketat. "Untuk itu melalui kolaborasi bersama UNU Yogyakarta, kami berkomitmen mendukung kemajuan industri halal nasional dan memastikan setiap produk yang kami hadirkan tidak hanya halal, tetapi juga bermanfaat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia," ujar Prima.

Hasil Nyata dan Harapan Masa Depan: Beasiswa Hingga Riset Bersama

Kunjungan dan kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan wawasan teoritis, tetapi juga tindak lanjut konkret yang berdampak jangka panjang. Beberapa hasil yang telah diinisiasi meliputi program beasiswa magister di bidang halal, membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mendalami ilmu ini di tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, program pertukaran mahasiswa dan dosen juga akan digalakkan, memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antar negara. Kolaborasi ini juga akan mendorong riset dan konferensi bersama, menciptakan platform bagi para ahli untuk berinovasi dan berbagi temuan terbaru dalam industri halal. Semua inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global, menjadikannya pusat rujukan dan inovasi di masa depan.

Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan industri ini adalah langkah maju yang signifikan. Dengan terus memperkuat jejaring internasional dan mengadopsi praktik terbaik, Indonesia optimis dapat mewujudkan cita-cita menjadi pemimpin industri halal dunia, membawa manfaat besar bagi ekonomi dan masyarakat.

banner 325x300