PSSI secara resmi telah mengumumkan daftar 28 pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia dalam laga krusial babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua pertandingan penting menanti Garuda, yakni menghadapi Arab Saudi dan Irak pada 8-14 Oktober mendatang. Pengumuman ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Pelatih kepala, Patrick Kluivert, telah memanggil nama-nama terbaik, termasuk para pemain yang berkarier di luar negeri. Namun, keputusan sang juru taktik asal Belanda ini tidak lepas dari beberapa kejutan yang membuat publik bertanya-tanya sekaligus antusias. Beberapa nama langganan justru absen, sementara ada wajah baru yang siap unjuk gigi.
Strategi Patrick Kluivert: Formasi Ideal Menuju Piala Dunia
Keputusan Kluivert dalam memilih skuad ini tentu didasari oleh visi dan strateginya untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia tampaknya ingin menciptakan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda, serta memanfaatkan kekuatan pemain diaspora yang kini menjadi tulang punggung tim. Setiap posisi diisi oleh pemain yang dianggap paling siap dan sesuai dengan skema permainan yang akan diterapkan.
Fokus utama Kluivert adalah membangun tim yang solid di setiap lini, mulai dari pertahanan yang kokoh, lini tengah yang kreatif, hingga lini serang yang tajam. Ia juga mempertimbangkan adaptasi pemain terhadap iklim pertandingan internasional yang intens. Pilihan skuad ini mencerminkan ambisinya untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh di kancah sepak bola dunia.
Kembalinya Ole Romeny: Harapan Baru di Lini Serang
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian dalam daftar panggil adalah Ole Romeny. Penyerang yang kini membela Oxford United ini kembali dipercaya untuk menjadi ujung tombak Timnas Indonesia. Kehadirannya sangat dinantikan mengingat kebutuhan tim akan striker haus gol dengan kemampuan fisik dan penyelesaian akhir yang mumpuni.
Romeny diharapkan bisa menjadi solusi tumpulnya lini depan yang kerap menjadi sorotan. Pengalamannya bermain di kompetisi Eropa tentu akan memberikan dimensi berbeda pada serangan Garuda. Kecepatan, kekuatan, dan insting golnya diharapkan mampu membongkar pertahanan Arab Saudi dan Irak yang dikenal solid.
Trio Kiper Kelas Dunia: Benteng Terakhir yang Kokoh
Di sektor penjaga gawang, Timnas Indonesia kini memiliki kedalaman yang patut diacungi jempol. Maarten Paes kembali dipanggil setelah sempat absen di FIFA Matchday sebelumnya, melengkapi daftar kiper tangguh bersama Emil Audero Mulyadi dan Ernando Ari Sutaryadi. Kombinasi ketiganya menjamin keamanan di bawah mistar gawang.
Maarten Paes dengan pengalaman di Major League Soccer (MLS) dan Emil Audero yang malang melintang di Serie A Italia, memberikan kualitas kelas dunia. Sementara itu, Ernando Ari tetap menjadi representasi kiper lokal terbaik dengan refleks cepat dan kepemimpinan di lapangan. Persaingan sehat di antara mereka akan meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Absennya Bintang: Keputusan Berani Kluivert
Pengumuman skuad ini juga diwarnai oleh absennya beberapa nama besar yang selama ini menjadi langganan. Dua di antaranya adalah Mees Hilgers dan Marselino Ferdinan. Keputusan untuk tidak memanggil kedua pemain ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi banyak penggemar.
Marselino Ferdinan, gelandang muda berbakat yang selalu menjadi motor serangan, absen dari daftar. Entah karena cedera, pertimbangan taktis, atau fokus pada perkembangan di klubnya, keputusan ini menunjukkan bahwa Kluivert berani mengambil langkah berani. Absennya Marselino akan memberikan kesempatan bagi gelandang lain untuk membuktikan diri.
Begitu pula dengan Mees Hilgers, bek tangguh yang sering menjadi pilihan utama di jantung pertahanan. Meskipun Hilgers tidak masuk proyeksi skuad kali ini, kedalaman lini belakang Timnas Indonesia masih sangat mumpuni. Kluivert tampaknya memiliki alternatif yang tidak kalah berkualitas untuk mengisi posisinya.
Benteng Pertahanan yang Solid dan Berpengalaman
Meski tanpa Mees Hilgers, lini pertahanan Timnas Indonesia tetap diperkuat oleh nama-nama top yang bermain di Eropa dan Liga 1. Justin Hubner, Jay Idzes, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Kevin Diks siap menjadi tembok kokoh di depan gawang. Mereka memiliki pengalaman dan kualitas yang tak perlu diragukan lagi.
Selain itu, ada Shayne Pattynama, Sandy Walsh, dan Calvin Verdonk yang siap mengisi posisi bek sayap dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang. Kehadiran Eliano Reijnders dan Yance Sayuri juga menambah opsi di sektor bek sayap, memberikan fleksibilitas taktis bagi Kluivert. Kombinasi pemain ini menjamin pertahanan yang sulit ditembus.
Jantung Permainan yang Dinamis dan Kreatif
Di lini tengah, Kluivert memanggil kombinasi pemain dengan karakter berbeda yang siap mengontrol tempo permainan dan menciptakan peluang. Joey Pelupessy dan Thom Haye akan menjadi jenderal lapangan tengah yang mengatur serangan dan menjaga keseimbangan. Keduanya dikenal dengan visi bermain dan umpan-umpan akurat.
Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Stefano Lilipaly akan menambah daya gedor dari lini kedua dengan pengalaman dan kemampuan mencetak gol mereka. Sementara itu, Nathan Tjoe-A-On dan Dean James siap memberikan energi dan dinamisme, baik dalam bertahan maupun membantu serangan. Lini tengah ini menjanjikan kreativitas dan kekuatan fisik.
Lini Serang Mematikan: Kombinasi Kecepatan dan Ketajaman
Selain Ole Romeny, lini depan Timnas Indonesia juga dihuni oleh penyerang-penyerang berkualitas lainnya. Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra akan bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di starting XI. Sananta dikenal dengan insting golnya yang tajam, sementara Zijlstra memiliki kemampuan olah bola yang apik.
Ragnar Oeratmangoen, Miliano Jonathans, Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, dan Beckham Putra Nugraha akan menambah variasi serangan dari sisi sayap dan gelandang serang. Mereka semua memiliki kecepatan, dribbling mumpuni, dan kemampuan untuk menciptakan peluang. Lini serang ini diharapkan mampu menggedor pertahanan lawan.
Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Irak:
-
Kiper:
- Maarten Vincent Paes (Dallas FC): Kiper utama dengan pengalaman di MLS.
- Emil Audero Mulyadi (US Cremonese): Kiper tangguh dengan jam terbang tinggi di Serie A.
- Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya): Kiper lokal terbaik dengan refleks cepat.
-
Belakang:
- Justin Hubner (Fortuna Sittard): Bek tengah modern, kuat dalam duel udara dan distribusi bola.
- Jay Noah Idzes (US Sassuolo Calcio): Bek tengah cerdas dengan kemampuan membaca permainan yang baik.
- Rizky Ridho Ramadhani (Persija Jakarta): Bek tengah lokal andalan dengan kepemimpinan.
- Jordi Amat Maas (Persija Jakarta): Bek senior berpengalaman, tenang dalam mengawal pertahanan.
- Kevin Diks Bakarbessy (Borussia Monchengladbach): Bek serbaguna, kuat dalam bertahan dan membantu serangan.
- Shayne Elian Jay Pattynama (Buriram United): Bek kiri energik dengan umpan silang akurat.
- Eliano Johannes Reijnders (Persib Bandung): Bek sayap muda dengan potensi besar.
- Yance Sayuri (Malut United): Bek sayap cepat dengan kemampuan individu mumpuni.
- Sandy Henny Walsh (Buriram United): Bek kanan solid, kuat dalam bertahan dan memiliki visi menyerang.
- Calvin Ronald Verdonk (LOSC Lille): Bek kiri tangguh dengan tendangan keras dan umpan presisi.
-
Gelandang:
- Dean Ruben James (Go Ahead Eagles): Gelandang box-to-box dengan stamina prima.
- Nathan Tjoe-A-On (Willem II): Gelandang bertahan modern, kuat dalam intersep dan distribusi.
- Thom Haye (Persib Bandung): Playmaker lini tengah dengan visi dan umpan-umpan mematikan.
- Joey Pelupessy (Lommel SK): Gelandang bertahan berpengalaman, penyeimbang tim.
- Marc Anthony Klok (Persib Bandung): Gelandang serang kreatif dengan tendangan jarak jauh.
- Ricky Richardo Kambuaya (Dewa United): Gelandang energik, kuat dalam duel dan penetrasi.
- Stefano Jantje Lilipaly (Dewa United): Gelandang serang berpengalaman, pencetak gol dan assist.
-
Depan:
- Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung): Winger lincah dengan dribbling memukau.
- Ole Romeny (Oxford United): Striker haus gol dengan fisik kuat dan insting tajam.
- Mauro Nils Zjilstra (FC Volendam): Penyerang muda dengan kecepatan dan penyelesaian akhir.
- Ramadhan Sananta (DPMM FC): Striker lokal andalan, oportunis di depan gawang.
- Ragnar Anthonius Maria Oeratmangoen (FC Dender): Winger cepat dengan kemampuan individu.
- Miliano Jonathans (FC Utrecht): Penyerang sayap muda dengan potensi besar.
- Egy Maulana Vikri (Dewa United): Winger kreatif dengan dribbling dan umpan kunci.
- Yakob Sayuri (Malut United): Winger eksplosif dengan kecepatan dan tendangan keras.
Dengan skuad yang penuh kejutan dan kombinasi pemain berpengalaman serta talenta muda ini, Timnas Indonesia siap menghadapi tantangan berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia akan menjadi energi tambahan bagi Garuda untuk meraih hasil terbaik. Mari kita nantikan kiprah mereka di lapangan hijau!


















