Kabar membanggakan datang dari Universitas Nusa Mandiri (UNM), Kampus Digital Bisnis yang terus menorehkan prestasi gemilang. Dua tim inovasi terbaik mereka berhasil meraih Silver Medal dan Bronze Medal dalam ajang International Product Innovation Competition 2025. Ini membuktikan bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing dan diakui di kancah dunia.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, menunjukkan ketatnya persaingan. Namun, mahasiswa UNM berhasil menonjolkan diri dengan ide-ide kreatif dan solusi teknologi yang relevan. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi seluruh civitas akademika UNM dan juga bagi Indonesia.
UNM, Kampus Digital Bisnis yang Mendunia
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM memang dikenal aktif mendorong mahasiswanya untuk berkreasi dan berinovasi. Lingkungan akademik yang mendukung riset dan pengembangan teknologi menjadi fondasi utama lahirnya ide-ide brilian ini. Mereka membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah untuk menciptakan perubahan positif.
Komitmen UNM dalam mendukung inovasi ini terlihat dari fasilitas dan bimbingan yang diberikan kepada para mahasiswa. Mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga didorong untuk mengimplementasikan pengetahuan mereka dalam bentuk produk nyata. Hasilnya, dua inovasi canggih ini berhasil mencuri perhatian juri internasional.
MaTangTech: Solusi Cerdas untuk Petani Indonesia
Inovasi pertama yang berhasil menyabet Silver Medal adalah MaTangTech, sebuah terobosan yang sangat relevan untuk sektor pertanian. Tim riset yang digawangi oleh Sri Hadianti bersama para peneliti UNM lainnya ini punya ide brilian untuk membantu para petani. Mereka melihat tantangan besar dalam mengidentifikasi hama dan menentukan waktu panen yang tepat.
MaTangTech adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang super canggih. Alat ini mampu mengidentifikasi hama dan menganalisis tingkat kematangan buah dengan sangat presisi, jauh lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Dengan data yang akurat, petani bisa mengambil keputusan terbaik.
Bayangkan, petani jadi bisa menentukan waktu panen terbaik, hasil panen pun jadi lebih optimal dan mengurangi kerugian akibat hama atau buah yang terlalu matang/mentah. Ini adalah solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, sekaligus menekan biaya operasional. Inovasi ini tidak hanya cerdas, tetapi juga sangat berdampak secara ekonomi.
MentalBooster.ai: Pelindung Mental Pelajar di Era Digital
Tidak kalah keren, tim MentalBooster.ai berhasil meraih Bronze Medal dengan inovasi yang menyentuh aspek kesehatan mental. Inovasi ini dikembangkan oleh Sukmawati Anggraeni Putri, Duwi Putri Cahya Buani, Achmad Rifai, dan Imam Nawawi. Mereka menyadari pentingnya dukungan psikologis bagi generasi muda di tengah berbagai tekanan.
MentalBooster.ai adalah teknologi adaptif berbasis multimodal deep learning. Fungsinya sangat penting: mendeteksi potensi kekerasan fisik dan memberikan mitigasi psikologis bagi mahasiswa dan pelajar. Di era digital ini, masalah kekerasan dan kesehatan mental menjadi isu krusial yang perlu penanganan serius.
Inovasi ini bekerja dengan menganalisis berbagai data untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal masalah. Dengan deteksi dini, intervensi dan dukungan bisa diberikan lebih cepat, mencegah dampak yang lebih buruk. MentalBooster.ai bisa jadi ‘tameng’ digital yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental generasi muda kita.
Apresiasi dan Komitmen UNM untuk Inovasi Berkelanjutan
Wakil Rektor 1 bidang Akademik UNM, Dr. Nita Merlina, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menyebut prestasi ini sebagai bukti nyata mahasiswa UNM mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya kompetitif di level nasional, tetapi juga diakui secara global. Ini adalah penegasan posisi UNM sebagai institusi pendidikan yang relevan di kancah internasional.
Dr. Nita juga menegaskan komitmen UNM untuk terus mendukung riset dan pengembangan teknologi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM akan terus berinvestasi pada sumber daya dan fasilitas untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi berikutnya. Tujuannya jelas, agar inovasi-inovasi ini bisa memberikan manfaat nyata bagi kehidupan banyak orang.
Sri Hadianti, salah satu penggagas MaTangTech, juga mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan timnya meraih Silver Medal. Ia menyatakan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Sri Hadianti berharap MaTangTech bisa terus berkembang dan benar-benar bermanfaat bagi para petani di Indonesia agar hasil panen lebih optimal.
Menginspirasi Generasi Muda untuk Berinovasi
Prestasi mahasiswa UNM ini bukan hanya sekadar medali yang dipajang di lemari. Ini adalah inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk tidak takut bermimpi dan berinovasi. Bahwa dengan ide-ide cemerlang, ketekunan, dan kerja keras, kita bisa menciptakan solusi untuk berbagai masalah di sekitar kita.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa potensi inovasi di Indonesia sangat besar, tinggal bagaimana kita mengasah dan mendukungnya. Semoga semakin banyak kampus dan mahasiswa yang terpacu untuk menciptakan inovasi-inovasi serupa. Ini akan membantu membangun ekosistem riset dan teknologi yang kuat di Indonesia.
UNM: Siap Bersaing di Kancah Global
Dengan raihan Silver Medal dan Bronze Medal ini, UNM semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang melahirkan inovasi berdaya guna di kancah internasional. Ini adalah langkah maju bagi UNM dalam mewujudkan visinya sebagai Kampus Digital Bisnis yang siap bersaing. Mereka membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat menghasilkan talenta yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan teknologi dan masyarakat global.
Dunia menanti inovasi-inovasi selanjutnya dari para talenta muda UNM! Prestasi ini menjadi fondasi kuat bagi UNM untuk terus melangkah maju. Mereka siap menjadi garda terdepan dalam menciptakan solusi teknologi yang relevan dan berdampak positif bagi masa depan.


















