Isu kelangkaan beras, baik jenis Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) maupun premium, belakangan ini santer terdengar dan sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Berita ini tentu saja membuat banyak rumah tangga cemas, mengingat beras adalah kebutuhan pokok yang tak tergantikan. Namun, di tengah riuhnya spekulasi, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tampil ke publik dengan bantahan tegas yang menenangkan.
Dirut Bulog Turun Langsung: Membongkar Fakta di Lapangan
Tak ingin isu berlarut-larut dan menimbulkan keresahan yang lebih luas, Ahmad Rizal Ramdhani memilih untuk tidak hanya bicara di balik meja. Pada Minggu (14/9), ia langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa ritel modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk membuktikan secara langsung bahwa pasokan beras di pasaran tetap stabil dan melimpah.
Tiga ritel modern yang menjadi sasaran sidak adalah Alfamart Radio Dalam 3, Indomaret Radio Dalam 2, serta GrandLucky Radio Dalam. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat Radio Dalam merupakan salah satu pusat keramaian yang menjadi barometer ketersediaan barang di Ibu Kota. Rizal ingin memastikan bahwa di titik-titik penjualan strategis sekalipun, stok beras tetap aman.
Bantahan Tegas dari Puncak Bulog: Stok Beras Aman Terkendali!
Di sela-sela peninjauannya di GrandLucky Radio Dalam, Rizal dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyalurkan beras. Baik beras SPHP yang menjadi andalan untuk stabilisasi harga, maupun beras premium yang banyak dicari konsumen, semuanya telah didistribusikan secara merata. Pernyataan ini diharapkan bisa meredakan kepanikan yang sempat muncul di masyarakat.
"Kami, dari pemerintah sudah semaksimal mungkin untuk menyalurkan beras-beras, baik SPHP maupun premium ke ritel-ritel yang ada di Jakarta dan sekitarnya," tegas Rizal. Ia bahkan mengklaim bahwa penyaluran beras SPHP oleh Bulog telah menjangkau seluruh pelosok negeri, dari Sabang hingga Merauke, menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga sore itu, realisasi penyaluran beras Bulog sudah mencapai angka fantastis, yakni 400 ribu ton.
Harga Eceran Tertinggi (HET) Tetap Terjaga: Beras SPHP dan Premium Tersedia Sesuai Kantong
Selain memastikan ketersediaan, Bulog juga berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Rizal menegaskan bahwa beras-beras yang disalurkan tersebut dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ini adalah kabar baik bagi masyarakat, karena artinya mereka tidak perlu khawatir akan lonjakan harga yang tidak wajar.
Untuk Zona 1, yang mencakup Pulau Jawa, beras SPHP Bulog dibanderol dengan harga Rp62.500 per kemasan 5 kg. Sementara itu, beras premium dipatok seharga Rp74.500 untuk kemasan yang sama. Angka-angka ini menjadi patokan penting agar konsumen tidak dirugikan dan pedagang tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah isu kelangkaan.
Bukan Hanya Bulog: Sinergi Kuat dengan Swasta untuk Ketersediaan Beras
Yang menarik dari hasil sidak Rizal adalah fakta bahwa di ritel-ritel modern, bukan hanya beras Bulog yang tersedia. Ia juga menemukan adanya pasokan beras premium dari produsen swasta, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga ketersediaan beras. Ini adalah bukti bahwa ekosistem pangan nasional bekerja secara kolektif.
"Teman-teman bisa lihat, bukan hanya beras Bulog, tapi juga ada beras-beras swasta (beras premium)," ujarnya. Keberadaan beras swasta ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan mendorong sepenuhnya seluruh pihak untuk memastikan penyaluran beras ke seluruh ritel modern maupun pasar-pasar tradisional. Tujuannya jelas, agar isu kelangkaan beras bisa dijawab dengan bukti nyata di lapangan.
Data Konkret untuk Jakarta: Melimpahnya Pasokan SPHP di Ibu Kota
Secara spesifik untuk wilayah DKI Jakarta, Bulog telah menunjukkan kinerja yang impresif dalam penyaluran beras SPHP ke ritel modern. Data menunjukkan bahwa penyaluran telah menyentuh angka 26.071 ton, yang setara dengan 16,9 persen dari total kebutuhan. Angka ini menegaskan bahwa pasokan di Ibu Kota berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Lebih lanjut, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bahkan mengklaim bahwa stok beras SPHP saat ini melimpah ruah dan siap disalurkan. Bulog memiliki kapasitas untuk mendistribusikan sekitar 6 ribu ton beras SPHP setiap hari ke toko-toko ritel di seluruh Jakarta. Kapasitas distribusi yang besar ini menjadi jaminan bahwa pasokan tidak akan terputus dan masyarakat bisa mendapatkan beras kapan pun mereka butuhkan.
Menepis Isu dan Menjamin Masa Depan: Komitmen Bulog untuk Ketahanan Pangan
Sidak dan pernyataan tegas dari Dirut Bulog ini diharapkan dapat menepis semua isu kelangkaan beras yang beredar di masyarakat. Keberadaan stok yang melimpah, harga yang stabil sesuai HET, serta sinergi antara pemerintah dan swasta, menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ini bukan hanya tentang pasokan hari ini, tetapi juga tentang menjamin keberlangsungan ketersediaan beras sepanjang tahun.
"Mudah-mudahan ini berlanjut terus sepanjang tahun sehingga menjamin keberlangsungan keberadaan beras yang dibutuhkan masyarakat," imbuh Rizal. Pesan ini adalah harapan sekaligus janji dari Bulog untuk seluruh rakyat Indonesia. Jadi, jangan panik lagi ya! Stok beras aman, harga terkendali, dan Bulog terus bekerja keras untuk memastikan dapur kita tetap ngebul. Mari kita pantau bersama dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.


















