banner 728x250

Bye-Bye Pusing Hukum! UNM Luncurkan UMKMate, Chatbot Revolusioner untuk UMKM di Era Digital.

Teks "PERAN CHATBOT INDONESIA DALAM TRANSFORMASI DIGITAL UMKM" di atas tumpukan kardus.
Universitas Nusa Mandiri kembangkan inovasi chatbot dukung transformasi digital UMKM.
banner 120x600
banner 468x60

Pernahkah kamu merasa pusing tujuh keliling saat harus berhadapan dengan seluk-beluk hukum dalam menjalankan bisnismu? Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), urusan legal seringkali menjadi momok yang menakutkan. Padahal, pemahaman hukum yang baik adalah kunci untuk memastikan bisnis tumbuh sehat dan terhindar dari masalah di kemudian hari.

Di tengah derasnya arus ekonomi digital, kebutuhan akan literasi hukum yang mudah diakses menjadi sangat krusial. Banyak UMKM yang masih gagap teknologi dan kesulitan mencari informasi hukum yang akurat dan terpercaya. Inilah celah yang coba diisi oleh sebuah inovasi brilian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM).

banner 325x300

UMKMate: Solusi Digital Jitu untuk Bisnismu

UNM, yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, baru-baru ini meluncurkan sebuah terobosan yang siap mengubah cara UMKM berinteraksi dengan hukum. Inovasi itu bernama UMKMate, sebuah chatbot literasi hukum yang dirancang khusus untuk mendampingi pelaku UMKM di era serba digital ini. Ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sebuah asisten virtual yang siap menjawab segala pertanyaan hukummu.

Peluncuran resmi UMKMate digelar dengan meriah di Hotel Horison Ultima Sayaga Cibinong, Bogor. Acara ini menjadi saksi bisu lahirnya sebuah harapan baru bagi ribuan UMKM di Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Umum UMKM Kabupaten Bogor, Hasan Haikal Tholib, dan Koordinator Forum UMKM Kecamatan Bojong Gede, Dyah Fitri Purnamasari, menunjukkan betapa seriusnya komitmen ini.

Mengapa Literasi Hukum Begitu Penting bagi UMKM?

Lilyani Asri Utami, Ketua Peneliti sekaligus dosen UNM, menjadi sosok sentral di balik pengembangan UMKMate. Dalam paparannya, ia menegaskan urgensi literasi hukum bagi UMKM. Banyak kasus menunjukkan bahwa UMKM seringkali terjerat masalah karena kurangnya pemahaman tentang perizinan, kontrak bisnis, hak kekayaan intelektual, hingga kewajiban perpajakan.

"UMKMate hadir sebagai solusi digital yang membantu pelaku UMKM memahami aspek hukum dengan lebih mudah, cepat, dan terpercaya," ujar Lilyani. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama chatbot ini adalah mendemokratisasi akses terhadap informasi hukum. Dengan begitu, para pengusaha kecil tidak perlu lagi merasa minder atau takut untuk mencari tahu hak dan kewajiban mereka.

Fitur Unggulan UMKMate: Lebih dari Sekadar Chatbot

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan UMKMate? Chatbot ini dirancang untuk menjadi sumber informasi hukum yang komprehensif. Kamu bisa bertanya tentang prosedur pendaftaran merek dagang, cara mengurus izin usaha, hingga tips menyusun perjanjian kerja sama yang adil. Semua informasi disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami, jauh dari jargon hukum yang rumit.

Bayangkan, kamu tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam mencari di internet atau membayar konsultan hukum yang mahal. Cukup dengan beberapa ketukan di ponsel, UMKMate siap memberikan panduan yang kamu butuhkan. Ini adalah efisiensi yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM yang seringkali memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya.

Antusiasme Tinggi dari Pelaku UMKM Bogor

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi uji coba aplikasi yang diikuti oleh 20 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Bogor. Hasilnya? Antusiasme peserta sangat tinggi! Mereka langsung merasakan manfaat dari kemudahan akses informasi hukum yang ditawarkan UMKMate. Berbagai pertanyaan diajukan, dan chatbot ini mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

"Ini sangat membantu kami yang sering bingung harus bertanya ke mana soal legalitas usaha," kata salah satu peserta. Mereka memberikan tanggapan positif dan berharap UMKMate dapat terus dikembangkan. Respons positif ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi UNM ini memang menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.

Dukungan Penuh dari Pemangku Kepentingan

Inovasi ini tidak hanya disambut baik oleh para pelaku UMKM, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. Dyah Fitri Purnamasari, Koordinator Forum UMKM Kecamatan Bojong Gede, mengapresiasi langkah UNM. Ia menyebut UMKMate sebagai bukti nyata kepedulian akademisi terhadap pemberdayaan UMKM.

"Ini adalah langkah maju yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aktif memberikan solusi konkret bagi masyarakat," ungkap Dyah. Baginya, kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM seperti ini adalah kunci untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berdaya saing.

Senada dengan itu, Hasan Haikal Tholib, Ketua Umum UMKM Kabupaten Bogor, menyatakan dukungan penuhnya. Ia bahkan siap memfasilitasi sosialisasi UMKMate ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Tidak hanya itu, Hasan juga memiliki visi besar agar aplikasi ini dapat menjangkau UMKM hingga ke tingkat nasional.

"Kami siap mendukung agar aplikasi ini dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM," tegas Hasan. Dukungan dari tokoh-tokoh penting ini tentu menjadi angin segar bagi pengembangan UMKMate ke depannya. Ini menunjukkan bahwa potensi dampak positif UMKMate diakui secara luas.

Masa Depan UMKM yang Lebih Cerah dengan UMKMate

Peluncuran UMKMate adalah langkah awal yang menjanjikan. Dengan adanya chatbot ini, diharapkan semakin banyak UMKM yang melek hukum, sehingga mereka bisa menjalankan bisnis dengan lebih aman dan percaya diri. Ini bukan hanya tentang menghindari masalah, tetapi juga tentang membuka peluang baru yang mungkin terlewat karena ketidaktahuan hukum.

UNM telah membuktikan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. UMKMate adalah cerminan dari semangat tersebut, sebuah jembatan digital yang menghubungkan UMKM dengan dunia hukum yang seringkali terasa jauh dan rumit. Mari kita nantikan bagaimana UMKMate akan terus berkembang dan membawa perubahan positif bagi ekonomi digital Indonesia.

banner 325x300