Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 di Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) bukan sekadar acara penyambutan biasa. Tahun ini, panggung PKKMB justru menjadi saksi bisu lahirnya inspirasi besar dari salah satu mahasiswanya. Sebuah prestasi gemilang yang berhasil mengguncang dunia riset internasional.
Di tengah euforia penyambutan mahasiswa baru, muncul nama Ihsan Aulia Rahman. Mahasiswa Program Studi Sains Data ini tampil membawakan seminar inspirasi, membagikan kisahnya yang luar biasa. Ia berhasil menorehkan capaian yang membuat banyak orang berdecak kagum, sebuah bukti nyata kualitas pendidikan di UNM.
Mengenal Sosok Inspiratif: Ihsan Aulia Rahman
Ihsan Aulia Rahman adalah mahasiswa Program Studi Sains Data di Universitas Nusa Mandiri. Sosoknya mungkin terlihat sederhana, namun di balik itu tersimpan semangat juang dan kecerdasan yang luar biasa. Keberhasilannya ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNM.
Ia menunjukkan bahwa batasan itu hanya ada di pikiran. Dengan dedikasi dan kerja keras, mahasiswa dari kampus mana pun bisa menembus kancah global dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Kisahnya menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diwujudkan, bahkan saat masih berstatus mahasiswa.
Mengapa Jurnal Q1 Begitu Bergengsi?
Prestasi Ihsan adalah publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1, yaitu Nuclear Engineering and Design Volume 442 Tahun 2025. Bagi yang belum familiar, jurnal Q1 bukanlah sembarang jurnal. Ini adalah kasta tertinggi dalam dunia publikasi ilmiah, tempat para peneliti terbaik memamerkan karyanya.
Menurut Ihsan, publikasi di jurnal Q1 menjadi pencapaian yang sangat bergengsi karena jurnal tersebut menuntut kualitas penelitian yang solid dan orisinalitas tinggi. Artikel yang dimuat di sini memiliki peluang besar untuk disitasi atau dirujuk oleh peneliti lain di seluruh dunia, yang berarti dampaknya sangat luas. "Jurnal Q1 sering disebut jurnal elit di bidangnya. Publikasi pada jurnal ini memiliki penelitian yang kuat dan berpotensi memberi dampak besar pada perkembangan ilmu," ungkap Ihsan dengan bangga.
Inovasi Machine Learning untuk Limbah Radioaktif
Lalu, apa sebenarnya penelitian yang membuat Ihsan berhasil menembus jurnal sekelas Q1? Ia mengembangkan aplikasi berbasis machine learning yang revolusioner. Aplikasi ini dirancang untuk mengotomatisasi pengelolaan limbah radioaktif, khususnya Disused Sealed Radioactive Sources (DSRS). Ini adalah isu krusial yang membutuhkan solusi inovatif dan efisien.
Penelitiannya ini tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki relevansi yang sangat tinggi. Pengelolaan limbah radioaktif yang efektif adalah tantangan global, dan kontribusi Ihsan menawarkan pendekatan baru yang berbasis kecerdasan buatan. Ini menunjukkan bagaimana ilmu data dapat diaplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah kompleks di dunia nyata, bahkan yang berkaitan dengan energi nuklir.
Rahasia di Balik Capaian Gemilang: Disiplin dan Pengalaman Nyata
Tentu saja, capaian sebesar ini tidak datang begitu saja. Ihsan mengaku keberhasilannya lahir dari kedisiplinan manajemen waktu yang ketat. Ia memiliki metode unik yang membantunya tetap fokus dan produktif di tengah kesibukan sebagai mahasiswa.
"Saya selalu memerinci kegiatan dalam bentuk to-do list. Itu yang membuat pekerjaan lebih terarah dan selesai tepat waktu," jelasnya. Kebiasaan sederhana ini ternyata menjadi kunci utama yang membantunya menyeimbangkan perkuliahan, riset, dan kegiatan lainnya. Ini adalah pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin mencapai tujuan besar.
Magang di BRIN: Jembatan Menuju Prestasi Global
Selain disiplin, pengalaman nyata juga memegang peranan penting. Selama menjalani magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ihsan tidak hanya memperdalam ilmu teoritisnya. Ia juga memperoleh pengalaman riset nyata yang tak ternilai harganya. Lingkungan riset profesional di BRIN memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan para ahli dan terlibat langsung dalam proyek-proyek penting.
Pengalaman magang ini juga membantunya memperluas jejaring profesional. Koneksi yang dibangun selama magang sangat krusial dalam dunia akademik dan riset. Ini membuktikan bahwa program magang bukan hanya sekadar formalitas, tetapi jembatan emas menuju pengembangan diri dan prestasi global.
Pesan Inspiratif dari Ihsan untuk Mahasiswa Baru
Melihat perjalanan dan prestasinya, Ihsan memiliki pesan penting untuk para mahasiswa baru UNM. Ia mendorong mereka untuk tidak takut menghadapi tantangan dan selalu berani mencoba hal-hal baru. Ini adalah mentalitas yang sangat dibutuhkan di era digital yang penuh perubahan ini.
"Jangan takut mencoba hal baru. Lebih baik menyesal setelah mencoba, daripada menyesal karena tidak melakukan apa pun," pesannya. Sebuah nasihat yang sederhana namun penuh makna, mengajak generasi muda untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi potensi diri tanpa batas. Pesan ini sejalan dengan semangat PKKMB UNM 2025, "Unlimit Your Mind," yang mendorong mahasiswa untuk tidak membatasi diri dalam meraih impian.
Dukungan Penuh dari UNM: Mencetak Talenta Unggul Global
Capaian Ihsan tidak lepas dari dukungan penuh Universitas Nusa Mandiri. Kaprodi Sains Data UNM, Tati Mardiana, turut mengapresiasi capaian Ihsan sebagai bukti nyata kualitas mahasiswa UNM di level global. Ini adalah validasi bahwa kurikulum dan lingkungan belajar di UNM memang mampu mencetak talenta-talenta unggul.
Tati Mardiana menekankan bahwa prestasi tersebut sejalan dengan kurikulum unggulan yang diterapkan Program Studi Sains Data. UNM berkomitmen untuk tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan industri. Ini adalah fondasi penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
Program IEP dan Skema 3+1: Bekal Hadapi Dunia Kerja
Salah satu program unggulan yang disebut Tati adalah Internship Experience Program (IEP) atau skema 3+1. Melalui program ini, mahasiswa UNM tidak hanya dibekali teori di kelas, tetapi juga diperkaya pengalaman nyata di industri. Mereka bisa magang di perusahaan atau lembaga riset terkemuka, seperti yang dilakukan Ihsan di BRIN.
"Dengan bekal ini, mereka lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif," jelas Tati. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan kebutuhan industri, memastikan lulusan UNM memiliki keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan pasar kerja global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mahasiswa.
UNM: Kampus Digital Bisnis Pencetak Inovator Masa Depan
PKKMB 2025 dengan semangat "Unlimit Your Mind" menjadi langkah awal mahasiswa baru UNM untuk meraih karier cemerlang sejak dini. Ini adalah janji UNM untuk membuka seluas-luasnya kesempatan bagi setiap mahasiswanya untuk belajar dan berprestasi.
"Kesempatan belajar dan berprestasi terbuka lebar bagi siapa saja yang berani berusaha dan konsisten mengembangkan diri," pungkas Tati. Melalui capaian mahasiswa seperti Ihsan, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di kancah global. Kisah Ihsan adalah inspirasi nyata bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat, setiap mahasiswa bisa menjadi bintang di bidangnya masing-masing.


















