Dominasi merek Jepang di pasar otomotif Indonesia belum tergoyahkan. Meski merek China terus gencar meluncurkan produk baru dan strategi agresif, data penjualan Agustus 2023 kembali membuktikan kekuatan raksasa-raksasa Negeri Sakura. Toyota dan kawan-kawan masih nyaman di lima besar, sementara Chery harus rela terlempar dari 10 besar.
Ini adalah gambaran nyata persaingan ketat di industri otomotif Tanah Air. Di satu sisi, ada kekuatan tradisional yang sulit digeser, di sisi lain ada pendatang baru yang terus berusaha menancapkan kukunya. Lantas, bagaimana detail performa setiap merek di bulan Agustus lalu?
Jepang Kokoh di Puncak, Toyota Pimpin Barisan
Secara retail, atau penjualan langsung dari dealer ke konsumen, Toyota tetap jadi jawara tak terbantahkan. Dengan 20.733 unit terjual, mereka jauh meninggalkan pesaingnya dan membuktikan loyalitas konsumen yang tinggi. Angka ini menegaskan posisi Toyota sebagai pemimpin pasar yang stabil.
Di posisi kedua, ada Daihatsu yang berhasil menjual 11.008 unit, menunjukkan konsistensi di pasar mobil segmen menengah ke bawah. Kehadiran model-model yang terjangkau dan irit bahan bakar menjadi kunci keberhasilan mereka. Mitsubishi tak mau ketinggalan, bertengger di posisi ketiga dengan 6.161 unit, didukung oleh lini produk yang kuat di segmen SUV dan pikap.
Suzuki dan Honda juga tak kalah gesit, saling sikut di posisi empat dan lima. Suzuki mencatatkan 5.700 unit, diikuti ketat oleh Honda dengan 5.317 unit. Keduanya mengandalkan model-model populer di segmen MPV dan hatchback yang menjadi favorit keluarga Indonesia.
Dominasi ini bukan tanpa alasan. Kepercayaan konsumen terhadap kualitas, jaringan purnajual yang luas, serta pilihan model yang beragam menjadi kunci utama keberhasilan merek-merek Jepang di Tanah Air. Mereka telah membangun fondasi yang sangat kuat selama puluhan tahun.
Merek China Berjuang, BYD Merangkak, Chery Terlempar
Baru di urutan keenam, merek China mulai menunjukkan taringnya melalui BYD. Pabrikan mobil listrik ini sukses mengumpulkan 2.746 unit penjualan retail, sebuah pencapaian yang patut diperhitungkan mengingat statusnya sebagai pendatang baru. Kehadiran BYD di posisi ini menjadi sinyal kuat akan potensi mobil listrik di masa depan.
Kehadiran BYD di posisi keenam ini patut dicermati. Sebagai pemain baru yang fokus pada kendaraan listrik, mereka menunjukkan potensi besar untuk mengganggu dominasi merek tradisional di segmen tertentu. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan di masa depan akan semakin sengit, terutama dengan tren elektrifikasi yang terus meningkat.
Sementara itu, pabrikan kendaraan komersial seperti Isuzu, Mitsubishi Fuso, dan Hino mengisi posisi tujuh, delapan, dan sembilan. Mereka membuktikan bahwa segmen kendaraan niaga juga memiliki pangsa pasar yang signifikan dan stabil di Indonesia.
Wuling, kompatriot BYD, masih bertahan di 10 besar meski berada di posisi buncit dengan 1.546 unit. Mereka harus bekerja keras untuk mendongkrak posisi dan memperkuat citra merek di tengah gempuran pesaing. Wuling masih mengandalkan model MPV dan mobil listrik mungil yang cukup diminati.
Namun, nasib berbeda dialami Chery. Merek China yang sempat masuk top 10 pada Juli, kini harus rela terlempar. Penjualan retail Chery merosot signifikan menjadi 1.485 unit di Agustus, dari 1.705 unit di Juli. Ini menunjukkan tantangan besar bagi Chery untuk mempertahankan konsistensi di pasar yang sangat kompetitif.
Pasar Otomotif Nasional Lesu, Tapi Ada Sedikit Harapan
Secara keseluruhan, pasar mobil nasional menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Meski ada kenaikan tipis dari bulan lalu, angka penjualan masih jauh di bawah periode tahun sebelumnya. Ini bisa menjadi indikasi adanya tekanan ekonomi atau perubahan prioritas konsumen.
Data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan retail semua merek pada Agustus naik 5,7 persen. Dari 62.922 unit di Juli menjadi 66.478 unit di Agustus. Kenaikan bulanan ini memberikan sedikit angin segar di tengah kondisi pasar yang menantang.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2022, penjualan retail turun cukup drastis, mencapai 13,4 persen. Penurunan ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat atau minat terhadap pembelian mobil baru masih belum pulih sepenuhnya jika dibandingkan tahun lalu.
Penjualan retail kumulatif Januari-Agustus 2023 juga surut 10,7 persen menjadi 522.162 unit dibanding periode yang sama tahun 2022. Begitu pula dengan wholesales, distribusi dari pabrik ke dealer, yang anjlok 19 persen dibanding Agustus 2022.
Meski begitu, ada sedikit peningkatan wholesales 1,5 persen dibanding Juli 2023, dari 60.878 unit menjadi 61.780 unit. Angka ini menunjukkan bahwa distribusi ke dealer mulai bergerak, meskipun belum cukup untuk menutupi penurunan signifikan secara tahunan.
Top 10 Penjualan Retail Mobil Agustus 2023
Berikut adalah daftar 10 merek mobil terlaris berdasarkan penjualan retail (dealer ke konsumen) di Agustus 2023:
- Toyota: 20.733 unit
- Daihatsu: 11.008 unit
- Mitsubishi: 6.161 unit
- Suzuki: 5.700 unit
- Honda: 5.317 unit
- BYD: 2.746 unit
- Isuzu: 2.185 unit
- Mitsubishi Fuso: 2.066 unit
- Hino: 1.616 unit
- Wuling: 1.546 unit
Total penjualan retail Januari-Agustus 2023: 522.162 unit.
Top 10 Penjualan Wholesales Mobil Agustus 2023
Berikut adalah daftar 10 merek mobil terlaris berdasarkan penjualan wholesales (pabrik ke dealer) di Agustus 2023:
- Toyota: 18.328 unit
- Daihatsu: 9.846 unit
- Mitsubishi: 6.781 unit
- Suzuki: 5.911 unit
- Honda: 4.375 unit
- BYD: 2.562 unit
- Mitsubishi Fuso: 2.201 unit
- Isuzu: 2.193 unit
- Hino: 1.424 unit
- Wuling: 1.411 unit
Total penjualan wholesales Januari-Agustus 2023: 500.951 unit.
Melihat data ini, jelas bahwa dominasi merek Jepang masih sangat kuat di pasar otomotif Indonesia. Namun, kehadiran merek China seperti BYD dan Wuling yang berhasil masuk ke daftar 10 besar, meski dengan perjuangan, menunjukkan bahwa persaingan akan semakin menarik di masa depan. Akankah merek-merek China mampu menggeser hegemoni Jepang? Hanya waktu yang bisa menjawab.


















