Dunia otomotif China sedang geger! Raksasa kendaraan listrik BYD melayangkan gugatan hukum terhadap Chang Yao, CEO dari merek mobil off-road Tank di bawah naungan Great Wall Motor (GWM). Namun, drama ini semakin memanas karena Chang Yao kini dikabarkan hilang kontak selama berbulan-bulan, menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi.
Awal Mula Gugatan BYD Terhadap CEO Tank GWM
Gugatan perdata ini diajukan oleh BYD atas dugaan pelanggaran online yang dilakukan oleh Chang Yao. Informasi mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh Carnewschina, yang menemukan gugatan tersebut dirilis secara publik oleh Pengadilan Tinggi Rakyat China. Kasus ini terdaftar dengan nomor (2025) Jing 0491 Minchu 7591, menandakan bahwa proses hukum sudah berjalan secara resmi.
BYD, yang dikenal sebagai salah satu pemain kunci di pasar kendaraan listrik global, tampaknya tidak main-main dalam melindungi kepentingannya. Meskipun detail spesifik pelanggaran online ini masih dirahasiakan, tindakan BYD menunjukkan keseriusan mereka terhadap praktik yang dianggap merugikan.
Misteri Hilangnya Chang Yao: Sejak Kapan dan Kenapa?
Yang membuat kasus ini semakin misterius adalah hilangnya Chang Yao dari peredaran sejak Juli 2025. Bahkan, akun media sosialnya sudah tidak aktif sejak 24 Juni 2025, seolah ia lenyap begitu saja tanpa jejak. Situasi ini tentu saja sangat tidak biasa bagi seorang CEO dari merek otomotif besar.
Karena Chang Yao tidak dapat dihubungi, pengadilan terpaksa menggunakan metode pengumuman publik untuk menyampaikan gugatan ini secara formal. Ini adalah prosedur hukum yang diterapkan ketika pihak tergugat tidak bisa dijangkau melalui cara-cara biasa, menunjukkan betapa sulitnya menemukan keberadaan sang CEO.
Setelah pemberitahuan dirilis, Chang Yao diberi waktu 30 hari agar gugatan dianggap resmi disampaikan kepadanya. Kemudian, ia memiliki 15 hari tambahan untuk mengajukan balasan tertulis atau pembelaan atas tuduhan yang dilayangkan BYD. Sidang perdana kasus ini dijadwalkan secara online di Ruang Sidang 42 Pengadilan Internet Beijing pada pukul 14.30 waktu setempat, sebuah langkah modern untuk kasus yang penuh misteri.
Spekulasi di Balik Hilangnya Sang CEO
Berbagai spekulasi pun bermunculan terkait hilangnya Chang Yao di tengah pusaran gugatan ini. Salah satu teori yang paling santer adalah kemungkinan keterkaitannya dengan operasi bersih-bersih atau antikorupsi internal yang sedang berlangsung di Great Wall Motor. Praktik semacam ini bukan hal baru di perusahaan-perusahaan besar China, yang kerap melakukan audit internal ketat.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah Chang Yao masih menjabat sebagai CEO Tank atau tidak. Ketidakjelasan statusnya ini semakin menambah lapisan misteri di balik kasus gugatan BYD dan hilangnya sosok penting di industri otomotif tersebut.
Detail Gugatan Masih Diselimuti Rahasia
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, detail spesifik mengenai pelanggaran online yang digugat BYD masih belum dipublikasikan secara resmi. Publik belum mengetahui secara pasti kerugian apa yang dialami BYD, apakah itu kerugian finansial, reputasi, atau citra merek akibat perbuatan CEO Tank tersebut. Baik pihak Tank maupun GWM juga masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi ke publik.
Kasus ini diklasifikasikan sebagai "sengketa tanggung jawab pelanggaran daring" (online infringement liability dispute) dalam hukum China. Ini berarti ada dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual atau hak pribadi yang dilakukan melalui jaringan informasi atau internet. Jika di Indonesia, kasus serupa bisa dijerat melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang-Undang Hak Cipta, tergantung pada jenis pelanggarannya.
Sosok Chang Yao: Dari Direktur Hingga CEO Tank
Chang Yao sendiri bukanlah sosok sembarangan di industri otomotif China. Ia diketahui lulus dari University of York pada tahun 2005, menunjukkan latar belakang pendidikan yang solid. Pada tahun 2022, ia bergabung dengan GWM sebagai Senior Director of User Operations, posisi strategis yang mengawasi interaksi pengguna.
Kariernya melesat cepat dalam waktu singkat. Pada April 2024, ia dipromosikan menjadi Wakil General Manager Tank, dan hanya sebulan kemudian, Mei 2025, ia naik menjadi CEO. Kenaikan pangkat yang begitu cepat ini membuat hilangnya dirinya semakin menjadi tanda tanya besar.
Tank sendiri merupakan sub-merek independen dari Great Wall Motor yang berdiri sejak 2021, dengan fokus utama pada kendaraan off-road tangguh. Merek ini telah sukses memasarkan beberapa model populer, termasuk Tank 300, Tank 400, Tank 500, dan Tank 700, yang dikenal dengan desain gagah dan kemampuan jelajahnya.
Dampak Potensial dan Menanti Kelanjutan Drama Otomotif Ini
Kasus gugatan BYD terhadap CEO Tank yang mendadak hilang ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas dan praktik bisnis di industri otomotif China. Hilangnya seorang CEO di tengah gugatan hukum dari kompetitor besar seperti BYD bisa berdampak signifikan pada citra kedua perusahaan, terutama dalam hal kepercayaan publik dan investor. Ini juga bisa memicu perdebatan tentang etika persaingan bisnis di era digital.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan korporat, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di pasar global. Ketidakjelasan dan spekulasi yang beredar bisa merusak reputasi merek dan menimbulkan keraguan di kalangan konsumen. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan drama otomotif yang penuh misteri ini akan terungkap di meja hijau dan apakah Chang Yao akan muncul kembali untuk memberikan pembelaan. Dunia otomotif pasti akan terus memantau setiap perkembangan kasus ini dengan seksama.


















