banner 728x250

Viral! Chery Tiggo 8 Hybrid Mendadak Loyo, Software Jadi Biang Kerok?

Chery Tiggo 8 Pro Super Hybrid warna putih, tampak depan, latar belakang Gedung Sate.
Chery Tiggo 8 Pro Super Hybrid dikeluhkan tenaganya hilang tiba-tiba.
banner 120x600
banner 468x60

Jagad otomotif Indonesia tengah dihebohkan dengan keluhan para pemilik Chery Tiggo 8 Pro Super Hybrid (CSH). SUV canggih yang baru saja meluncur ini mendadak jadi sorotan setelah banyak konsumen mengeluhkan performanya yang tidak stabil, terutama soal tenaga yang hilang tiba-tiba saat dikendarai. Kejadian ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar di benak publik dan calon pembeli.

Keluhan Konsumen: Tenaga Hilang di Tengah Jalan

banner 325x300

Bayangkan sedang asyik berkendara, tiba-tiba mobil kesayanganmu kehilangan tenaga di tengah jalan. Inilah pengalaman pahit yang dialami beberapa pemilik Chery Tiggo 8 CSH. Keluhan ini tidak hanya datang dari satu dua orang, melainkan sudah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Fenomena "hilang tenaga" ini bukan sekadar sensasi melambat, melainkan penurunan performa yang signifikan, bahkan bisa membahayakan keselamatan. Tentu saja, hal ini sangat mengecewakan, mengingat Tiggo 8 CSH digadang-gadang sebagai mobil hybrid premium dengan teknologi mutakhir.

Respon Chery: Software Jadi Kambing Hitam?

Menanggapi gelombang keluhan ini, Chery Sales Indonesia (CSI) tidak menampik adanya masalah tersebut. Rifkie Setiawan, Head of Brand Department Chery Sales Indonesia (CSI), memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan. Ia menduga masalah hilangnya tenaga ini bersumber dari kinerja sistem perangkat lunak atau software yang belum sempurna.

Menurut Rifkie, kombinasi perangkat lunak pada mobil hybrid memang tidak selalu langsung sempurna sejak awal. Adanya bugs atau celah dalam sistem adalah hal lumrah dalam pengembangan teknologi. Pihak Chery kini tengah berupaya mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini melalui pembaruan software.

Bukan Sekadar Rumor: Media Ikut Merasakan

Isu hilangnya tenaga pada Chery Tiggo 8 CSH ini sempat viral di media sosial, meski beberapa postingan terkait masalah ini kini telah dihapus. Namun, bukan hanya konsumen yang mengalami, sejumlah media pun sempat merasakan fenomena serupa saat sesi test drive mobil ini belum lama ini.

Fakta bahwa jurnalis otomotif juga mengalami masalah yang sama tentu menambah bobot pada keluhan konsumen. Ini menunjukkan bahwa masalah tersebut bukan insiden terisolasi, melainkan isu yang perlu ditangani serius oleh pihak pabrikan. Kepercayaan publik terhadap produk baru sangat bergantung pada transparansi dan kecepatan penanganan masalah seperti ini.

Masalah Lain yang Mencuat: Dari Bengkok hingga Penolakan Dealer

Selain isu hilangnya tenaga, ada pula keluhan lain yang mencuat ke permukaan. Beberapa akun di media sosial sempat mengumbar masalah konsumen Tiggo 8 CSH yang kesulitan mendapatkan perbaikan di dealer resmi, bahkan ada indikasi penolakan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai layanan purna jual Chery di Indonesia.

Yang lebih mengkhawatirkan, terdapat juga bukti foto salah satu komponen internal mobil yang mengalami penyok, padahal mobil tersebut belum pernah mengalami tabrakan. Rifkie Setiawan mengaku baru mendengar masalah komponen internal yang penyok ini dan kini sedang melakukan investigasi mendalam untuk penanganan lebih lanjut. Ini menunjukkan adanya potensi masalah kualitas komponen yang perlu diusut tuntas.

Recall Bukan Pilihan? Strategi Chery Hadapi Krisis Kepercayaan

Meskipun kasus hilangnya tenaga pada mobil elektrifikasi ini telah bermunculan, Chery Sales Indonesia (CSI) meyakini bahwa recall atau penarikan kembali secara massal bukan menjadi tujuan utama mereka. Rifkie menegaskan bahwa masalah ini tidak bersifat menyeluruh atau "general".

Menurutnya, jumlah kasus yang teridentifikasi tidak terlalu banyak, sehingga penarikan massal dianggap tidak perlu. Pihak Chery mengklaim bahwa kasus-kasus yang ada sudah ditangani dengan baik secara individual. Konsumen yang mengalami masalah disarankan untuk segera membawa mobil mereka ke dealer resmi untuk mendapatkan penanganan.

Mengapa Ini Penting? Reputasi dan Kepercayaan Konsumen

Bagi merek yang baru kembali menancapkan kukunya di pasar Indonesia seperti Chery, setiap masalah yang muncul adalah ujian berat. Kualitas produk dan layanan purna jual menjadi kunci utama untuk membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Isu seperti ini bisa menjadi bumerang jika tidak ditangani dengan cepat, transparan, dan efektif.

Konsumen di Indonesia semakin cerdas dan kritis. Mereka tidak hanya mencari mobil dengan fitur canggih dan harga kompetitif, tetapi juga jaminan kualitas, keamanan, dan layanan purna jual yang responsif. Kejadian ini menjadi momentum bagi Chery untuk membuktikan komitmennya terhadap kepuasan pelanggan.

Spesifikasi Canggih yang Kini Dipertanyakan

Chery Tiggo 8 CSH sendiri dibangun di atas platform Tiggo 8 mesin konvensional, namun telah dibekali teknologi hybrid sistem colok generasi kelima milik Chery. Mobil ini memiliki dimensi yang cukup bongsor dengan panjang 4.725 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.705 mm.

Di bawah kap depannya, tersemat dapur pacu ACTECO H4J15 berkapasitas 1.500 cc turbo dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Perusahaan mengklaim mesin ini mampu menghasilkan tenaga impresif 239,6 hp dan torsi hingga 215 Nm, dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, mencapai 76 Km per liter berdasarkan pengujian WLTC. Namun, semua klaim performa dan efisiensi ini kini dipertanyakan di tengah keluhan performa yang ada.

Langkah Selanjutnya: Apa yang Harus Dilakukan Pemilik?

Bagi kamu para pemilik Chery Tiggo 8 CSH yang mengalami masalah serupa, langkah terbaik adalah segera menghubungi atau mendatangi dealer resmi Chery terdekat. Pastikan untuk menjelaskan secara detail masalah yang kamu alami, serta membawa bukti-bukti pendukung jika ada.

Pihak Chery diharapkan dapat memberikan solusi konkret dan cepat, baik melalui pembaruan software maupun perbaikan komponen jika diperlukan. Transparansi dalam proses penanganan masalah ini akan sangat membantu mengembalikan kepercayaan konsumen dan menjaga citra merek Chery di Indonesia. Kita tunggu saja bagaimana Chery akan mengatasi tantangan ini.

banner 325x300