banner 728x250

Perjuangan Heroik Janice Tjen di Qatar Open: Hadapi Ratu Tenis Dunia, Ini Hasil Akhirnya!

perjuangan heroik janice tjen di qatar open hadapi ratu tenis dunia ini hasil akhirnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Awal yang Berat: Janice Tjen Hadapi Badai Iga Swiatek di Babak Kedua Qatar Open 2026

Langkah Janice Tjen, petenis putri nomor satu Indonesia, di ajang bergengsi Qatar Open 2026 harus terhenti di babak kedua. Ia harus mengakui keunggulan sang juara bertahan sekaligus petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, dalam pertandingan yang berlangsung di court center Khalifa International Tennis and Squash Complex, Selasa (10/2). Pertandingan ini berakhir dengan skor telak 0-6, 3-6, menunjukkan betapa tangguhnya lawan yang dihadapi Janice.

banner 325x300

Sejak awal pertandingan, aura dominasi Iga Swiatek sudah terasa begitu kuat. Petenis asal Polandia itu langsung tancap gas, menunjukkan mengapa ia dijuluki ratu tenis dunia. Janice Tjen, yang membawa harapan besar dari Tanah Air, harus berjuang keras menghadapi rentetan pukulan presisi dan kecepatan luar biasa dari Swiatek.

Set Pertama: Swiatek Tak Terbendung, Janice Berjuang di Tengah Tekanan

Set pertama menjadi gambaran jelas bagaimana Iga Swiatek mampu mengendalikan permainan sepenuhnya. Ia membuka gim pertama dengan keunggulan 40-15, memberikan sinyal kuat tentang intensitas yang akan ia bawa ke lapangan. Janice Tjen terlihat kesulitan menemukan ritme permainannya, sering kali kewalahan mengembalikan pukulan-pukulan mematikan dari Swiatek.

Salah satu senjata andalan Swiatek yang menjadi momok bagi Janice adalah forehand spin-nya yang bertenaga dan akurat. Pukulan ini kerap membuat Janice terpojok dan sulit mengembangkan permainan. Swiatek dengan cepat unggul 4-0, nyaris tanpa perlawanan berarti, menunjukkan betapa superiornya performanya di awal laga.

Meskipun tertinggal jauh, Janice Tjen tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba memberikan perlawanan, terutama pada gim kelima yang diwarnai reli panjang. Adu slice yang terjadi menunjukkan tekad Janice untuk tidak mudah menyerah, namun backhand slice Swiatek yang cerdik akhirnya mengecohnya, membuat Swiatek unggul 30-15 dan kemudian memimpin 5-0.

Pada gim keenam, Swiatek semakin menunjukkan kelasnya sebagai juara tiga kali Qatar Open. Pergerakannya di lapangan sangat efisien, mampu menutup setiap sudut dan mengantisipasi setiap bola yang datang. Janice sempat memberikan perlawanan sengit, bahkan berhasil menyamakan kedudukan 30-30.

Janice bahkan sempat unggul 40-30 dengan service ace berkecepatan 185 km/jam, sebuah momen yang membangkitkan harapan. Namun, setelah tiga kali fault dalam servis, Janice melakukan kesalahan fatal saat mengembalikan pukulan Swiatek. Kesalahan tersebut membuat Swiatek menutup set pertama dengan skor sempurna 6-0, sebuah hasil yang tentu saja sangat berat bagi Janice.

Set Kedua: Kebangkitan Janice Tjen, Memberi Perlawanan Sengit yang Mengagumkan

Memasuki set kedua, ada perubahan signifikan dalam permainan Janice Tjen. Ia tidak lagi tertekan seperti di set pertama dan mulai menemukan kepercayaan dirinya. Swiatek sendiri terlihat melakukan beberapa kesalahan di gim pertama set kedua, sebuah celah yang dimanfaatkan Janice dengan baik.

Janice berhasil unggul 1-0 di gim pertama set kedua dengan skor 40-15, sebuah awal yang menjanjikan. Momen ini menjadi suntikan semangat bagi petenis Indonesia tersebut. Ia mulai berani bermain lebih agresif dan memaksa Swiatek untuk bekerja lebih keras.

Pada gim ketiga, Janice memaksa Swiatek melakoni deuce 40-40, menunjukkan bahwa ia tidak akan menyerah begitu saja. Meskipun akhirnya Swiatek berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1 dengan service ace, perlawanan Janice mulai terlihat jelas. Ia berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 pada gim keempat, membuat pertandingan menjadi lebih menarik dan penuh tensi.

Janice Tjen terus menunjukkan semangat juangnya. Setelah sempat tertinggal 2-3 pada gim kelima, ia bangkit di gim keenam. Dengan fokus dan determinasi tinggi, Janice berhasil unggul 40-30 dan kembali menyamakan skor menjadi 3-3. Ini adalah momen-momen di mana Janice membuktikan bahwa ia layak berada di panggung internasional, meski harus menghadapi lawan sekelas Iga Swiatek.

Swiatek tidak lagi mendapatkan kemudahan seperti di set pertama. Janice terus memberikan tekanan dan memaksa petenis nomor dua dunia itu untuk mengerahkan seluruh kemampuannya. Pada gim kedelapan, Janice lagi-lagi memaksa Swiatek ke deuce, bahkan sempat mendapatkan ‘advantage’. Pertarungan di gim ini berlangsung sangat alot, dengan beberapa kali deuce terjadi, menunjukkan betapa sengitnya pertukaran poin.

Namun, pengalaman dan ketenangan Swiatek akhirnya berbicara. Setelah serangkaian deuce yang menguras energi, Swiatek berhasil menjauhkan keunggulan menjadi 5-3. Momen ini menjadi titik balik krusial di set kedua, mematahkan momentum kebangkitan Janice.

Akhir Perjalanan: Swiatek Pastikan Kemenangan, Janice Tjen Pulang dengan Pengalaman Berharga

Iga Swiatek akhirnya menuntaskan pertandingan pada gim kesembilan set kedua. Dengan penampilan yang solid, ia berhasil mengamankan gim tersebut dengan skor 40-0, sekaligus menutup set kedua dengan kemenangan 6-3. Kemenangan ini memastikan langkah Swiatek ke babak ketiga Qatar Open 2026, melanjutkan perjalanannya mempertahankan gelar.

Bagi Janice Tjen, kekalahan ini tentu menjadi pengalaman berharga. Meskipun harus tersingkir, ia telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa, terutama di set kedua, saat berhasil memberikan perlawanan sengit kepada salah satu petenis terbaik dunia. Bertanding melawan Iga Swiatek adalah pelajaran berharga yang akan mematangkan permainannya di masa depan.

Apa Selanjutnya untuk Janice Tjen?

Pengalaman menghadapi petenis kaliber Iga Swiatek di turnamen sebesar Qatar Open 2026 akan menjadi modal penting bagi Janice Tjen. Kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah pijakan untuk terus berkembang. Mentalitas dan ketahanan fisik yang ia tunjukkan di set kedua adalah bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.

Janice Tjen diharapkan dapat mengambil banyak pelajaran dari pertandingan ini, mulai dari strategi permainan, adaptasi terhadap tekanan, hingga peningkatan teknik pukulan. Dengan terus berlatih dan mengikuti turnamen-turnamen internasional, bukan tidak mungkin Janice Tjen akan kembali dengan performa yang lebih matang dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang. Indonesia patut bangga dengan perjuangan heroiknya.

banner 325x300