Dunia tenis kembali dikejutkan oleh talenta muda Indonesia. Janice Tjen berhasil mengukir kemenangan sensasional di babak pertama Abu Dhabi Open 2026, Senin (2/2) lalu. Ia sukses menumbangkan petenis nomor satu Australia, Maya Joint, dalam duel sengit yang penuh drama dan menguras energi.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Janice Tjen. Mengalahkan petenis dengan peringkat yang jauh lebih tinggi, apalagi yang berstatus nomor satu di negaranya, adalah pencapaian yang luar biasa dan sering disebut sebagai giant-killing dalam dunia tenis.
Duel Sengit yang Menguras Energi
Bertanding di bawah terik matahari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Janice menunjukkan performa yang luar biasa. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti ketangguhan mental dan fisik yang patut diacungi jempol. Skor akhir 7-6, 3-6, 6-3 menjadi saksi bisu perjuangan Janice selama 2 jam 15 menit di lapangan.
Perlu diketahui, Maya Joint bukanlah lawan sembarangan. Ia adalah petenis tunggal putri terbaik Australia yang saat ini menduduki peringkat 31 dunia dalam daftar Asosiasi Tenis Dunia (WTA). Sementara itu, Janice Tjen berada di peringkat 47 dunia, menjadikan kemenangannya ini sebagai sebuah upset yang signifikan dan patut dibanggakan.
Drama Tiga Set: Dari Ketegangan hingga Kemenangan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi sejak awal. Sejak bola pertama dilambungkan, atmosfer ketegangan sudah terasa di setiap sudut lapangan. Kedua petenis saling melancarkan pukulan forehand dan backhand yang akurat, berjuang keras untuk memegang kendali permainan dan merebut poin demi poin.
Janice Tjen, dengan ketenangan luar biasa, berhasil menyelamatkan beberapa break point krusial di set pertama. Ia menunjukkan mental baja dan fokus yang tak tergoyahkan, hingga akhirnya mampu memenangi set pembuka dengan skor tipis 7-6. Ini adalah indikasi awal bahwa ia siap menghadapi perlawanan sengit dari Joint.
Namun, momentum sempat bergeser di set kedua. Janice Tjen terlihat sedikit kehilangan fokus, terutama dalam melakukan servis. Beberapa kesalahan ganda dan unforced error yang tak perlu membuat Maya Joint berhasil memanfaatkan celah dan membalikkan keadaan. Joint merebut set kedua dengan skor 3-6, membuat kedudukan imbang 1-1. Ini menjadi ujian mental yang berat bagi Janice, apakah ia bisa bangkit dari tekanan.
Tidak menyerah, Janice Tjen bangkit di set penentuan dengan semangat juang yang membara. Ia kembali menemukan ritme permainannya, melancarkan pukulan-pukulan yang lebih presisi dan agresif. Setiap poin diperjuangkan dengan gigih, seolah tak ada kata menyerah dalam kamusnya.
Petenis tunggal putri Indonesia itu mampu memenangi set ketiga dengan skor 6-3. Kemenangan ini ditutup dengan kesalahan pengembalian servis dari Maya Joint, yang seolah tak mampu lagi menahan gempuran Janice. Momen ini disambut sorak sorai pendukung dan menjadi penutup manis bagi perjuangan heroik Janice.
Mengenal Maya Joint: Lawan Tangguh dari Negeri Kanguru
Kemenangan atas Maya Joint ini semakin mengukuhkan nama Janice Tjen di kancah tenis internasional. Joint, dengan statusnya sebagai petenis nomor satu Australia dan peringkat 31 dunia, adalah salah satu prospek cerah di dunia tenis. Ia dikenal dengan pukulan-pukulan bertenaga, pergerakan lincah di lapangan, serta kemampuan adaptasi yang baik.
Mengalahkan pemain sekaliber Joint bukan hanya soal skill teknis, tetapi juga mentalitas dan strategi yang matang. Ini menunjukkan bahwa Janice Tjen memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi dan mengalahkan pemain-pemain top dunia. Kemenangan ini tentu akan menjadi sorotan media tenis dunia, mengingat betapa sulitnya menumbangkan pemain top 50 dunia yang memiliki pengalaman lebih banyak.
Janice Tjen: Bintang Baru Tenis Indonesia yang Bersinar
Janice Tjen, petenis muda kebanggaan Indonesia, terus menunjukkan progres yang menjanjikan dalam kariernya. Dengan peringkat 47 dunia, ia secara konsisten menantang dirinya untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dan berperingkat lebih tinggi. Kemenangan di Abu Dhabi Open ini adalah puncak dari kerja keras, dedikasi, dan pengorbanannya selama ini.
Penampilannya yang impresif melawan Maya Joint membuktikan bahwa peringkat hanyalah angka di atas kertas. Dengan strategi yang matang, eksekusi yang presisi, dan keberanian untuk mengambil risiko, Janice mampu mengatasi tekanan dan menunjukkan performa terbaiknya di momen-momen krusial. Ini adalah langkah besar dalam kariernya, membuka jalan menuju pengakuan yang lebih luas di panggung tenis global.
Tantangan Berikutnya: Menanti Liudmila Samsonova
Kemenangan gemilang ini mengantar Janice Tjen melaju ke babak kedua Abu Dhabi Open 2026. Namun, tantangan yang menanti di depan mata tak kalah berat. Di babak selanjutnya, Janice akan berhadapan dengan petenis ranking 12 dunia asal Rusia, Liudmila Samsonova. Ini adalah ujian yang sesungguhnya bagi kemampuannya.
Samsonova dikenal sebagai pemain yang sangat agresif dengan servis mematikan dan pukulan groundstroke yang kuat. Pertandingan ini akan menjadi barometer bagi Janice untuk melihat sejauh mana ia bisa bersaing dengan pemain-pemain top 15 dunia yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Tentu, dukungan penuh dari masyarakat Indonesia akan sangat berarti untuk memberikan semangat bagi Janice dalam menghadapi laga berat ini.
Tak Hanya Tunggal: Ambisi di Sektor Ganda Bersama Alexandra Eala
Selain beraksi di sektor tunggal putri, Janice Tjen juga akan turun di sektor ganda. Kali ini, ia akan berpasangan dengan rekan sesama petenis Asia Tenggara, Alexandra Eala dari Filipina. Kolaborasi ini tentu menarik untuk disaksikan, mengingat potensi besar kedua pemain muda ini yang sama-sama sedang naik daun.
Sebelumnya, Janice telah memiliki pengalaman sukses di sektor ganda. Ia pernah berpasangan dengan Katarzyna Piter, di mana mereka berhasil menjadi juara Hobart International pada Januari 2026. Pasangan ini juga sempat berlaga di Australian Open, menunjukkan bahwa Janice memiliki kemampuan yang mumpuni di kedua sektor dan bisa menjadi ancaman serius di turnamen ganda.
Harapan Baru untuk Tenis Indonesia
Kemenangan Janice Tjen di Abu Dhabi Open ini bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga membawa angin segar bagi dunia tenis Indonesia. Ini membuktikan bahwa petenis-petenis muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di kancah internasional dan meraih prestasi gemilang, bahkan di turnamen-turnamen besar.
Diharapkan, pencapaian Janice ini dapat menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk menekuni olahraga tenis. Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak lagi petenis Indonesia yang bersinar di turnamen-turnamen besar dunia. Mari kita terus dukung Janice Tjen dalam setiap pertandingannya, karena ia adalah harapan baru bagi tenis Indonesia!


















