Pertandingan pekan ke-19 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (1/2) lalu menyajikan drama yang tak terlupakan. Duel sengit ini berakhir dengan skor imbang 1-1, namun diwarnai kartu merah, gol kontroversial yang dibatalkan VAR, dan perjuangan heroik kedua tim. Hasil ini tentu saja menyisakan penyesalan mendalam bagi Bajul Ijo yang gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Duel Sengit di Gelora Bung Tomo: Siapa yang Lebih Unggul?
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Dewa United, yang datang sebagai tim tamu, langsung menunjukkan dominasinya. Mereka berhasil menguasai jalannya permainan dan menciptakan beberapa ancaman awal ke pertahanan Persebaya. Meskipun demikian, Persebaya tak tinggal diam dan sesekali melancarkan serangan balik yang cukup membahayakan.
Namun, penyelesaian akhir dari para pemain tuan rumah masih belum menemui sasaran. Serangan-serangan yang dibangun Persebaya kerap kandas di sepertiga akhir lapangan, membuat para suporter di GBT harus menahan napas. Intensitas pertandingan yang tinggi sudah terasa sejak menit-menit awal, menjanjikan tontonan yang mendebarkan.
Rivera Membuka Keran Gol, Kafiatur Balas Tuntas!
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Francisco Rivera berhasil membawa Persebaya unggul 1-0 setelah memanfaatkan assist ciamik dari Arief Catur Pamungkas. Gol ini disambut sorak sorai riuh dari Bonek yang memadati stadion, seolah menjadi suntikan semangat bagi Bajul Ijo.
Namun, keunggulan Persebaya tidak bertahan lama. Hanya delapan menit berselang, Dewa United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyeimbang ini bermula dari kesalahan fatal Ernando Ari yang gagal membuang bola umpan silang dengan sempurna. Bola liar tersebut jatuh di kaki Theo Numberi, yang kemudian dengan cepat mengopernya kepada M Kafiatur Rizky. Tanpa kesulitan, Kafiatur sukses membobol gawang Persebaya, membuat skor kembali imbang.
Dewa United bahkan nyaris berbalik unggul pada menit ke-36. Sepakan keras Alex Martins dari luar kotak penalti membuat jantung suporter Persebaya berdebar kencang, namun sayang bola masih melebar tipis dari gawang Ernando Ari. Momen ini menjadi peringatan keras bagi Persebaya bahwa Dewa United bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Kartu Merah Nick Kuipers: Titik Balik Pertandingan?
Petaka menimpa Dewa United pada menit ke-37. Bek mereka, Nick Kuipers, harus menerima kartu merah langsung setelah menjegal Malik Risaldi yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Sonny Stevens. Keputusan wasit Nendy Rohaendy ini sontak mengubah jalannya pertandingan.
Bermain dengan 10 orang tentu saja menjadi tantangan besar bagi Dewa United. Kehilangan satu pemain kunci di lini belakang membuat mereka harus mengubah strategi dan lebih banyak bertahan. Sementara itu, Persebaya mendapatkan angin segar dan langsung berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ini untuk menekan pertahanan lawan. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, namun dengan tensi yang semakin memanas.
Tekanan Bajul Ijo Tak Terbendung, Tapi…
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung tancap gas. Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Bajul Ijo untuk terus menekan Dewa United. Gelombang serangan demi gelombang dilancarkan ke arah gawang Sonny Stevens, berharap bisa memecah kebuntuan dan meraih poin penuh di kandang sendiri.
Meskipun terus-menerus ditekan, Dewa United menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Mereka tidak sepenuhnya bertahan sepanjang paruh kedua. Setiap kali mendapatkan kesempatan, para pemain Dewa United selalu berupaya menciptakan peluang, meskipun kerap terkendala dengan umpan kunci yang kurang apik dan penyelesaian akhir yang terburu-buru. Pertahanan mereka yang solid, meski pincang, patut diacungi jempol.
Salah satu peluang emas Persebaya datang pada menit ke-76. Tembakan kaki kanan Malik Risaldi dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kiri gawang Dewa United. Momen ini membuat para pendukung Persebaya kembali harus menahan kekecewaan, melihat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Kontroversi VAR: Gol Perovic Dibatalkan!
Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, drama puncak pun terjadi pada menit ke-89. Mihailo Perovic berhasil membobol gawang Dewa United, memicu ledakan kegembiraan di GBT. Gol itu bermula dari umpan sundulan Risto Mitrevski yang matang di depan gawang Sonny Stevens, yang kemudian disambar Perovic dengan sundulan setelah memenangkan duel udara.
Namun, euforia Persebaya tak berlangsung lama. Para pemain Dewa United langsung melancarkan protes keras terhadap gol tersebut. Wasit Nendy Rohaendy kemudian melakukan pengecekan VAR, yang menjadi momen paling menegangkan dalam pertandingan ini. Tayangan VAR menunjukkan bahwa sebelum gol Perovic terjadi, terlebih dahulu terdapat pelanggaran di kotak penalti Dewa United.
Setelah meninjau VAR, wasit akhirnya memutuskan untuk membatalkan gol Perovic. Keputusan ini sontak membuat para pemain Persebaya dan suporter kecewa berat. Harapan untuk meraih kemenangan di menit-menit akhir pertandingan pupus seketika, meninggalkan rasa pahit yang mendalam.
Hasil Akhir yang Penuh Penyesalan bagi Persebaya
Tanpa tambahan gol pada sisa laga, Persebaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United dengan skor akhir 1-1. Hasil ini tentu menjadi penyesalan besar bagi Persebaya, mengingat mereka bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama dan sempat unggul lebih dulu. Kegagalan memanfaatkan peluang dan gol yang dibatalkan VAR menjadi sorotan utama.
Di sisi lain, Dewa United patut berbangga dengan perjuangan heroik mereka. Bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu babak dan berhasil menahan imbang tim sekelas Persebaya di kandang lawan adalah pencapaian yang luar biasa. Ini menunjukkan mentalitas baja dan semangat pantang menyerah dari skuad Tangsel Warriors.
Susunan Pemain: Strategi di Balik Lapangan Hijau
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam pertandingan penuh drama ini:
Persebaya: Ernando Ari; Leo Lelis, Risto Mitrevski, Catur Pamungkas, Jefferson da Silva, Toni Firmansyah, Milos Raickovic, Francisco Rivera, Bruno Moreira, Gali Freitas, Malik Risaldi.
Dewa United: Sonny Stevens; Brian Fatari, Nick Kuipers, Edo Febriansyah, Wahyu Prasetyo, Theofilo Numberi, Muhammad Kafiatur Rizky, Alexis Messidoro, Taisei Marukawa, Noah Wail Sadaoui, Alex Martins.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan dan drama hingga peluit akhir dibunyikan. Bagi Persebaya, hasil imbang ini mungkin terasa seperti kekalahan, sementara bagi Dewa United, ini adalah poin berharga yang diraih dengan perjuangan luar biasa.


















