banner 728x250

Juara Thailand Masters 2026, Leo Rolly Carnando Banting Raket Sampai Minta Maaf: Kenapa?

juara thailand masters 2026 leo rolly carnando banting raket sampai minta maaf kenapa portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Panggung Thailand Masters 2026 baru saja menyaksikan sebuah drama yang penuh emosi. Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, berhasil mengukir sejarah dengan meraih gelar juara di turnamen bergengsi ini. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada kemenangan gemilang mereka, melainkan juga pada sebuah momen selebrasi yang tak terduga dan penuh gairah dari Leo.

Kemenangan Gemilang Leo/Bagas di Thailand Masters 2026

banner 325x300

Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, duo andalan pelatnas PBSI, sukses menaklukkan lawan-lawan mereka hingga mencapai babak final. Di partai puncak, mereka berhadapan dengan junior senegara yang sedang naik daun, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi Leo/Bagas sekaligus tantangan dari generasi penerus.

Dengan performa yang solid dan strategi yang matang, Leo/Bagas berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Mereka menunjukkan kelasnya dengan mengakhiri perlawanan Raymond/Joaquin dalam dua set langsung, 21-10 dan 21-17. Kemenangan ini bukan hanya sekadar gelar, melainkan juga sebuah penanda kebangkitan bagi pasangan yang dikenal dengan julukan "The Babies" ini.

Momen Emosional: Raket Terbanting, Selebrasi Penuh Arti

Saat kok pengembalian dari Nikolaus Joaquin membentur net, memastikan angka 21-17 dan kemenangan bagi Leo/Bagas, suasana di lapangan sontak pecah. Teriakan kegembiraan membahana dari kedua atlet, menandai berakhirnya penantian panjang mereka. Namun, ada satu momen yang paling mencuri perhatian.

Leo Rolly Carnando, yang terlihat sangat emosional, langsung membanting raketnya ke lantai dengan keras. Ekspresi wajahnya menunjukkan luapan kegembiraan, kelegaan, dan mungkin juga sedikit frustrasi yang terpendam. Selebrasi yang spontan dan penuh gairah ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar bulutangkis.

Permintaan Maaf Tulus dari Sang Juara

Setelah pertandingan usai dan euforia mereda, Leo Rolly Carnando menyadari tindakannya yang mungkin dianggap kurang pantas. Atlet ganda putra yang pernah berpasangan dengan Daniel Marthin ini segera menyampaikan permintaan maaf atas selebrasi yang dilakukannya. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui rilis resmi dari PBSI.

"Saya juga mau meminta maaf karena selebrasi saya tadi membanting raket," ujar Leo dengan nada penyesalan. Ia menjelaskan bahwa tindakan spontan itu murni karena luapan emosi. "Karena udah lama enggak juara dan saya spontan banting raket," tambahnya, memberikan konteks di balik letupan perasaannya di lapangan.

Akhir Penantian Panjang: Setahun Lebih Tanpa Gelar

Alasan di balik selebrasi emosional Leo ternyata sangat mendalam. Kemenangan di Thailand Masters 2026 ini mengakhiri puasa gelar yang cukup panjang bagi Leo/Bagas. Kali terakhir mereka merasakan manisnya podium juara adalah di ajang Korea Open pada September 2024. Ini berarti, hampir satu setengah tahun lamanya mereka tidak berhasil meraih gelar.

Periode tanpa gelar juara tentu bukan hal yang mudah bagi seorang atlet profesional. Tekanan, ekspektasi, dan perjuangan keras yang tak kunjung membuahkan hasil bisa menumpuk menjadi beban emosional. Oleh karena itu, ketika akhirnya mereka berhasil menembus final dan keluar sebagai juara, luapan kegembiraan Leo menjadi sangat bisa dimengerti.

"Alhamdulillah bisa juara di Thailand Masters Super 300 kali ini. Kami sudah lama tidak masuk final, kami juga belum bisa juara lagi setelah Korea Open 2024," ungkap Leo penuh syukur. Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelatih yang telah memberikan dukungan dan bimbingan tanpa henti kepada mereka berdua.

Strategi Jitu Hadapi Junior yang Agresif

Kemenangan atas Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin juga menjadi bukti kematangan strategi Leo/Bagas. Raymond/Joaquin dikenal sebagai pasangan muda yang memiliki kecepatan dan agresivitas tinggi, tipikal junior yang sedang bersemangat membuktikan diri. Leo mengakui bahwa mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lawan seperti itu.

"Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah dan jangan mau mengadu dengan kecepatan mereka," terang Leo. Ia menjelaskan bahwa menghadapi lawan yang lebih muda dan cepat membutuhkan pendekatan khusus. "Karena mereka lebih muda jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat," tambahnya, menunjukkan pengakuan atas potensi lawan.

Strategi mereka adalah bermain lebih sabar, tidak terpancing tempo cepat lawan, dan fokus pada permainan mereka sendiri. Dengan pengalaman yang lebih matang, Leo/Bagas berhasil meredam agresivitas junior mereka dan mengendalikan jalannya pertandingan. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana pengalaman bisa mengalahkan semangat muda yang membara.

Kebangkitan Sang Juara: Harapan Bagas Maulana

Bagas Maulana, partner setia Leo, juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas gelar juara ini. Baginya, kemenangan ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan juga sebuah titik balik. Setelah sekian lama absen dari podium, merasakan kembali atmosfer juara adalah dorongan moral yang sangat besar.

"Motivasi untuk pertandingan ini banyak dari orang tua, diri sendiri dan partner," tutur Bagas. Ia mengakui bahwa mereka berdua sangat ingin bangkit setelah vakum dari podium dalam waktu yang cukup lama. "Karena kami sudah lama vakum podium dan kami mau bangkit lagi, ternyata ini rasanya kebangkitan," ujarnya, menggambarkan betapa berartinya kemenangan ini.

Namun, Bagas juga mengingatkan bahwa ini hanyalah awal. Ia menekankan pentingnya untuk tidak cepat berpuas diri. "Tetapi jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya," pesan Bagas, menunjukkan mental juara yang selalu ingin berkembang dan meraih lebih banyak lagi.

Langkah Awal Menuju Puncak Dunia

Gelar juara di Thailand Masters Super 300 ini menjadi awal yang sangat positif bagi Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana di tahun 2026. Kemenangan ini diharapkan dapat memicu kebangkitan mereka dan menjadi modal berharga untuk turnamen-turnamen berikutnya yang levelnya lebih tinggi. Dengan kepercayaan diri yang kembali meningkat, potensi mereka untuk bersaing di kancah dunia semakin terbuka lebar.

Perjalanan mereka masih panjang, namun momen emosional di Thailand Masters ini akan selalu menjadi pengingat akan perjuangan, penantian, dan manisnya sebuah kemenangan yang diraih dengan kerja keras. Semoga Leo/Bagas bisa terus menjaga momentum positif ini dan kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung bulutangkis internasional.

banner 325x300