Jakarta, IDN Times – Stadion Segiri bergemuruh, menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang mendebarkan. Borneo FC berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas PSIM Jogjakarta dalam lanjutan pekan ke-19 Super League 2025/2026 pada Minggu (1/2). Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertunjukan penuh ketegangan yang diwarnai gol di menit-menit akhir, mengubah peta persaingan di papan atas klasemen.
Awal Laga Penuh Gairah: Jual Beli Serangan di Segiri
Sejak peluit babak pertama ditiup, kedua tim langsung menunjukkan ambisi besar untuk meraih poin penuh. Borneo FC dan PSIM Jogjakarta sama-sama bermain terbuka, menyajikan tontonan menarik dengan intensitas tinggi. Tidak ada tim yang ingin bermain bertahan, membuat tempo pertandingan berlangsung cepat dan penuh kejutan.
Borneo FC, yang bermain di kandang sendiri, langsung menciptakan peluang berbahaya di menit ketiga. Tendangan keras Sihran Amarullah dari luar kotak penalti sayangnya masih melambung tipis di atas mistar gawang PSIM. Ini menjadi sinyal awal bahwa tim tuan rumah tidak akan menyia-nyiakan kesempatan di hadapan pendukungnya.
Tak mau kalah, PSIM Jogjakarta juga memberikan perlawanan sengit. Kombinasi operan satu-dua dari pemain Borneo FC nyaris membuahkan hasil di menit ke-12, namun umpan terobosan matang kepada Peralta berhasil diadang bek PSIM dengan sigap. Pertahanan Laskar Mataram terlihat cukup solid menghadapi gempuran awal dari Pesut Etam.
Ancaman Balik PSIM dan Tiang Gawang Penyelamat
PSIM Jogjakarta mulai menemukan ritme permainannya dan berani melancarkan serangan balik cepat. Pada menit ke-14, Riyatno Abiyoso melepaskan tembakan spekulasi kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah ke gawang Borneo FC. Beruntung bagi tuan rumah, kiper Nadeo Argawinata tampil cekatan dan berhasil menepis bola, hanya menghasilkan sepak pojok.
Kedua tim terus saling bergantian menciptakan peluang, membuat jantung para penonton berdegup kencang. Marcos Astina dari Borneo FC hampir saja memecah kebuntuan di menit ke-17. Tendangan placing kaki kanannya membentur tiang kiri gawang PSIM, dan bola rebound yang jatuh di kaki Peralta gagal dimanfaatkan dengan baik.
PSIM pun kembali mengancam. Sebuah umpan silang akurat dari Abiyoso dari sisi kiri mengarah ke Nermin Haljeta, namun bek tangguh Christophe Nduwarugira berhasil memotong bola krusial tersebut di menit ke-24. Pertahanan Borneo FC harus bekerja ekstra keras untuk menahan gempuran tim tamu yang tak kenal lelah.
Drama VAR dan Gol Pembuka yang Kontroversial
Momen paling kontroversial di babak pertama terjadi pada menit ke-28. Kaio Nunes berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan sepak pojok brilian dari Caxambu. Namun, euforia pendukung Borneo FC sempat tertunda karena wasit menganulir gol tersebut, menganggap ada pelanggaran yang dilakukan Peralta terhadap Abiyoso sebelum gol terjadi.
Keputusan wasit sontak memicu protes dari para pemain dan staf pelatih Borneo FC. Wasit kemudian memutuskan untuk mengecek tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah penantian yang cukup menegangkan, keputusan pun keluar: gol Kaio Nunes disahkan! Stadion Segiri kembali meledak dengan sorak sorai kegembiraan. Borneo FC unggul 1-0 atas PSIM Jogjakarta.
PSIM Menggila di Babak Kedua: Nadeo Jadi Tembok Kokoh
Memasuki babak kedua, PSIM Jogjakarta tampil dengan semangat membara. Tertinggal satu gol membuat mereka semakin ngotot untuk mencetak gol balasan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Borneo FC, memaksa tim tuan rumah untuk lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Riyatno Abiyoso kembali menjadi motor serangan PSIM. Pada menit ke-51, ia melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang cukup keras. Namun, lagi-lagi Nadeo Argawinata menunjukkan kelasnya sebagai kiper papan atas. Dengan sigap, Nadeo menepis bola tersebut, hanya menghasilkan sepak pojok bagi PSIM.
Nadeo Argawinata benar-benar menjadi pahlawan bagi Borneo FC di babak kedua. Ia melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, menggagalkan berbagai peluang emas PSIM. Tim tamu benar-benar mendominasi jalannya pertandingan di paruh kedua, membuat pertahanan Borneo FC berada di bawah tekanan yang sangat intens.
Penalti Ze Valente: Asa PSIM Kembali Menyala!
Kegigihan PSIM Jogjakarta akhirnya membuahkan hasil di menit ke-79. Momen krusial terjadi ketika Ghulam Fatkur dijatuhkan oleh Dika Kuswardani di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu langsung menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti bagi PSIM. Sebuah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.
Kapten PSIM, Ze Valente, maju sebagai algojo penalti. Dengan tenang dan penuh percaya diri, Valente melepaskan tembakan kaki kiri ke sisi kiri gawang Borneo FC. Nadeo Argawinata sudah membaca arah bola, namun tendangan Valente terlalu akurat dan keras untuk bisa dimentahkan. Gol! PSIM Jogjakarta berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-81.
Gol penalti tersebut membakar semangat para pemain PSIM dan membuat suasana di Stadion Segiri semakin panas. Para pendukung Borneo FC terdiam sejenak, sementara suporter PSIM yang hadir mulai bersorak kegirangan. Pertandingan kembali ke titik nol dengan waktu yang semakin menipis.
Obi Sang Pahlawan: Sundulan Maut di Detik-detik Akhir
Saat pertandingan seolah akan berakhir imbang, drama tak terduga kembali terjadi di masa injury time. Borneo FC terus mencoba menekan, tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri. Pada menit ke-90+2, sebuah serangan balik cepat dilancarkan oleh Pesut Etam.
Caxambu, yang sebelumnya memberikan assist untuk gol pertama, kembali menunjukkan magisnya. Ia melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri lapangan yang melambung ke dalam kotak penalti PSIM. Di sana, Obi berdiri bebas tanpa kawalan ketat. Dengan lompatan tinggi dan sundulan kepala yang sempurna, Obi berhasil mengarahkan bola ke sudut gawang PSIM yang tak terjangkau kiper.
Gol! Stadion Segiri pecah dalam sorak sorai histeris. Para pemain Borneo FC langsung berlari merayakan gol dramatis ini bersama Obi, sang pahlawan dadakan. Gol di menit-menit akhir ini mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Borneo FC, hanya beberapa saat sebelum peluit panjang dibunyikan.
Implikasi Kemenangan: Borneo FC Kokoh di Papan Atas
Tanpa tambahan gol pada sisa laga, Borneo FC berhasil mengamankan kemenangan dramatis 2-1 atas PSIM Jogjakarta. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan sebuah pernyataan penting dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Hasil ini membuat Borneo FC kembali menduduki peringkat kedua klasemen sementara, menggeser Persija Jakarta yang sebelumnya berada di posisi tersebut.
Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Borneo FC untuk terus bersaing di papan atas. Sementara itu, bagi PSIM Jogjakarta, kekalahan di menit akhir ini terasa sangat pahit, namun mereka telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa sepanjang pertandingan. Super League musim ini memang penuh kejutan, dan laga ini adalah salah satu buktinya.


















