banner 728x250

Geger! Produksi Mobil Listrik Neta di Indonesia Mandek Total, Ada Apa dengan EV China Ini?

geger produksi mobil listrik neta di indonesia mandek total ada apa dengan ev china ini portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari industri otomotif Tanah Air. Produksi mobil listrik Neta di Indonesia dikabarkan telah berhenti total, memicu banyak pertanyaan di tengah gempuran kendaraan listrik yang semakin masif. Situasi ini disinyalir sebagai imbas langsung dari masalah serius yang melanda prinsipal Neta di China, yang kabarnya sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran sejak tahun 2025.

Dampak dari gejolak di negeri asalnya kini mulai terasa hingga ke pasar global, termasuk Indonesia. Meski stok bahan baku dan unit kendaraan Neta disebut masih tersedia, aktivitas manufaktur di dalam negeri telah terhenti, menimbulkan kekhawatiran akan masa depan merek ini di Tanah Air.

banner 325x300

Produksi Neta EV di Indonesia Resmi Berhenti, Sudah Sejak Kapan?

Konfirmasi mengenai penghentian produksi ini datang langsung dari pihak pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), yang merupakan rekanan manufaktur Neta di Indonesia. Komisaris HIM, Jongkie D Sugiarto, secara lugas menyatakan bahwa kegiatan produksi sudah tidak lagi berjalan. "Saat ini berhenti," kata Jongkie saat ditemui di Jakarta pada Jumat (23/1).

Lebih lanjut, Jongkie mengungkapkan bahwa penghentian produksi ini bukanlah hal baru. Proses perakitan mobil listrik Neta di pabrik HIM ternyata sudah mandek sejak sekitar enam bulan lalu. Ini menunjukkan bahwa masalah yang terjadi bukanlah insiden sesaat, melainkan kondisi yang sudah berlangsung cukup lama.

Prinsipal di China Goyah, Restrukturisasi Jadi Kunci Masalah?

Penyebab utama di balik penghentian produksi ini disebut-sebut berakar pada kondisi prinsipal Neta di China. Perusahaan induk Neta dikabarkan menghadapi masalah serius yang mengharuskan mereka melakukan restrukturisasi besar-besaran. Langkah ini, yang dimulai sejak 2025, jelas memiliki implikasi signifikan terhadap operasional Neta di seluruh dunia.

Restrukturisasi seringkali melibatkan perombakan struktur organisasi, strategi bisnis, hingga efisiensi operasional. Jika kondisi di pusat sedang tidak stabil, sangat wajar jika anak perusahaan atau mitra di negara lain, seperti Indonesia, ikut merasakan dampaknya. Ini menjadi pengingat betapa eratnya hubungan antara kesehatan perusahaan induk dengan kelangsungan bisnis di pasar internasional.

Stok Bahan Baku dan Unit Jadi Masih Aman, Tapi Sampai Kapan?

Meskipun produksi telah berhenti, Jongkie D Sugiarto memastikan bahwa pabrik Handal Indonesia Motor masih memiliki pasokan. "Tapi bahan bakunya masih ada, terus mobil jadi juga masih ada di tempat kita," ujarnya. Ketersediaan stok ini setidaknya memberikan sedikit napas bagi Neta di Indonesia untuk sementara waktu.

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah, sampai kapan stok ini bisa bertahan? Jika produksi tidak kunjung dilanjutkan, pasokan unit baru tentu akan menipis. Kondisi ini bisa berdampak serius pada ketersediaan produk di dealer dan kemampuan Neta untuk memenuhi permintaan pasar di masa mendatang.

Masa Depan Neta di Tanah Air: Antara Bertahan atau Angkat Kaki?

Keputusan untuk melanjutkan produksi atau tidak, sepenuhnya berada di tangan Agen Pemegang Merek (APM) Neta di Indonesia. Jongkie menegaskan bahwa HIM hanya bertindak sebagai manufaktur, sehingga tidak memiliki wewenang dalam menentukan kebijakan tersebut. "Tapi saya nggak tahu kenapa, kan APM-nya bukan saya," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak APM Neta Indonesia terkait penghentian produksi ini. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian besar mengenai masa depan merek Neta di Tanah Air. Meskipun demikian, Jongkie memastikan bahwa Neta masih terdaftar sebagai anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sebuah indikasi bahwa mereka belum sepenuhnya angkat kaki dari pasar Indonesia.

Layanan Purna Jual Dialihkan ke Pihak Ketiga, Sinyal Apa Ini?

Di tengah ketidakpastian produksi, Neta telah mengambil langkah baru terkait layanan purna jual. Setelah prinsipal melakukan restrukturisasi, layanan utama konsumen Tanah Air kini dialihkan kepada pihak ketiga. Ini menjadi salah satu indikasi bahwa Neta sedang beradaptasi dengan kondisi internal yang berubah.

Neta telah memperbarui daftar outlet layanan purna jual resmi mereka, yang kini mencakup:

  1. Otoklix: Dengan cakupan layanan di semua kota di Indonesia.
  2. Anma Mobil: Berlokasi di Jl. Kh. Hasyim Ashari Nomor 44 Cipondoh, Tangerang.
  3. Lainnya: Akan terus bertambah di masa mendatang.

Pengalihan layanan ini, meski bertujuan untuk memastikan ketersediaan suku cadang dan pemenuhan kebijakan garansi, menimbulkan pertanyaan. Apakah ini merupakan upaya Neta untuk tetap berkomitmen pada konsumen di tengah krisis, atau justru sinyal bahwa mereka akan lebih fokus pada layanan purna jual sambil mengurangi aktivitas penjualan unit baru?

Dampak pada Konsumen dan Pasar Mobil Listrik Indonesia

Langkah ini diduga sejalan dengan tutupnya sejumlah dealer Neta di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, bahkan di antaranya telah berganti dengan merek lain. Neta Auto Indonesia sendiri belum menginformasikan berapa jumlah dealer yang tersisa. Ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik mobil Neta.

Konsumen mungkin bertanya-tanya mengenai ketersediaan suku cadang jangka panjang, nilai jual kembali kendaraan mereka, dan validitas garansi. Di sisi lain, situasi ini juga bisa mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap merek-merek EV baru, khususnya yang berasal dari China, di pasar Indonesia yang sedang berkembang pesat. Stabilitas dan dukungan purna jual yang kuat adalah kunci untuk membangun kepercayaan di segmen kendaraan listrik.

Menanti Kejelasan Resmi dari Neta Auto Indonesia

Hingga saat ini, Neta Auto Indonesia belum memberikan komentar resmi mengenai penghentian produksi, ataupun pertanyaan apakah perusahaan masih aktif berniaga kendaraan atau hanya fokus melanjutkan layanan purna jual. Transparansi dari pihak APM sangat dibutuhkan untuk memberikan kejelasan kepada konsumen, mitra, dan publik.

Situasi Neta ini menjadi sorotan penting di tengah ambisi Indonesia untuk menjadi hub produksi kendaraan listrik. Keberhasilan atau kegagalan merek EV di pasar lokal akan sangat memengaruhi dinamika industri dan kepercayaan investor. Semua mata kini tertuju pada Neta Auto Indonesia, menanti pernyataan resmi yang bisa menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul.

[Gambas:Video CNN]

banner 325x300