Gelaran Thailand Masters 2026 telah mencapai puncaknya, menyajikan sebuah final ganda putra yang tak hanya mendebarkan, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Stadion Nimibutr di Bangkok menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua pasangan ganda putra terbaik Tanah Air, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melawan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pertandingan yang digelar pada Minggu (1/2) siang waktu Indonesia ini berakhir dengan kemenangan gemilang bagi Leo/Bagas, mengukuhkan dominasi mereka di kancah bulutangkis internasional.
Pertarungan Saudara di Panggung Internasional
Final Thailand Masters 2026 ini memang istimewa. Ini adalah "All-Indonesian Final" yang mempertemukan senior dan junior dari Pelatnas PBSI. Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, yang sudah lebih dulu malang melintang di berbagai turnamen besar, datang sebagai unggulan dengan segudang pengalaman.
Di sisi lain, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin adalah bintang muda yang tengah naik daun. Mereka telah menunjukkan potensi luar biasa dengan menjuarai Australia Open 2025, membuktikan bahwa mereka bukan lawan sembarangan. Pertemuan ini bukan hanya tentang gelar juara, tetapi juga tentang pembuktian diri dan regenerasi di sektor ganda putra Indonesia.
Gim Pertama: Dominasi Penuh Pengalaman
Sejak awal gim pertama, tensi pertandingan sudah terasa begitu kental. Kedua pasangan saling menunjukkan kualitas terbaik mereka, berbalas pukulan dan reli panjang yang membuat skor sempat imbang 4-4. Momen ini menunjukkan bahwa Raymond/Joaquin tidak gentar menghadapi seniornya.
Namun, pengalaman Leo/Bagas mulai berbicara setelah kedudukan imbang tersebut. Mereka menunjukkan pertahanan yang solid dan penempatan kok yang cerdik, membuat Raymond/Joaquin kesulitan mengembangkan permainan. Beberapa kali, kok yang ditempatkan dengan presisi oleh Leo/Bagas memaksa juniornya melakukan kesalahan.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan Raymond/Joaquin, baik dari pukulan yang melebar maupun yang menyangkut di net, menjadi "hadiah" poin gratis bagi Leo/Bagas. Pasangan senior ini dengan cepat mengambil alih kendali permainan. Mereka berhasil memimpin jauh 11-6 saat interval gim pertama.
Setelah jeda interval, Leo/Bagas semakin tak terbendung. Mereka tidak hanya mengandalkan smes-smes keras yang menjadi ciri khas mereka, tetapi juga variasi pukulan yang mematikan. Penempatan kok ke area kosong dan dropshot tipuan membuat Raymond/Joaquin semakin tertekan dan sulit keluar dari bayang-bayang dominasi lawan. Gim pertama pun berakhir dengan skor telak 21-10 untuk keunggulan Leo/Bagas dalam waktu 13 menit.
Gim Kedua: Duel Sengit Penuh Drama
Memasuki gim kedua, Raymond/Joaquin tampak belajar dari kesalahan di gim sebelumnya. Mereka tampil lebih agresif dan berani mengambil inisiatif serangan. Juara Australia Open 2025 ini juga menunjukkan pertahanan yang lebih solid, membuat Leo/Bagas harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan poin.
Strategi baru Raymond/Joaquin ini membuahkan hasil. Mereka berhasil memperlebar jarak poin dari 1-0 menjadi 6-2 di awal gim kedua. Momen ini membuat para penonton semakin bersemangat, berharap akan ada kejutan dari pasangan muda ini.
Tak disangka, giliran Leo/Bagas yang "ketularan" melakukan beberapa kesalahan. Bagas Maulana, yang biasanya kokoh, sempat gagal memanfaatkan smes dari bola tanggung, menambah poin bagi Raymond/Joaquin. Pasangan junior ini pun sempat memimpin cukup jauh, 10-4, sebelum akhirnya unggul 11-7 saat interval gim kedua.
Situasi ini tentu membuat Leo/Bagas harus memutar otak dan membenahi pola permainan mereka. Setelah rehat interval, mereka kembali dengan semangat baru dan fokus yang lebih tajam. Perlahan tapi pasti, Leo/Bagas mulai merapatkan jarak poin, menunjukkan mental juara mereka yang tak mudah goyah.
Pertandingan menjadi semakin menegangkan ketika Raymond/Joaquin hanya unggul satu poin pada skor 12-11. Momen krusial terjadi saat pengembalian Raymond menyangkut di net, membuat skor menjadi imbang 12-12. Dari sana, Leo/Bagas berhasil berbalik memimpin 13-12, memicu sorak sorai pendukung mereka.
Namun, Raymond/Joaquin tidak menyerah begitu saja. Mereka langsung merespons dengan meraih empat poin beruntun, kembali memimpin 16-13. Ini adalah pertarungan mental yang luar biasa, di mana kedua pasangan saling berbalas serangan dan menunjukkan ketahanan fisik yang prima.
Mental baja Leo/Bagas kembali teruji di momen genting ini. Mereka tidak terpengaruh dengan perolehan poin beruntun lawan dan berhasil kembali menekan. Tiga poin beruntun berhasil mereka raih, membuat skor kembali imbang 16-16, seolah tak ada yang mau mengalah.
Momen penentu mulai terlihat ketika pengembalian Raymond/Joaquin melebar dan kemampuan Leo menyambar kok dengan cepat. Dua poin penting ini membuat Leo/Bagas kembali memimpin 18-16. Mereka kini hanya membutuhkan beberapa poin lagi untuk mengunci gelar juara.
Meskipun Raymond/Joaquin sempat merapatkan jarak, Leo/Bagas berhasil menjaga momentum. Mereka kembali menjauh dan mencapai match point pada skor 20-17. Kegagalan Joaquin dalam mengembalikan kok akhirnya menjadi penutup pertandingan. Leo/Bagas memenangkan gim kedua dengan skor 21-17, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara Thailand Masters 2026.
Arti Kemenangan Ini bagi Indonesia
Kemenangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di Thailand Masters 2026 ini bukan hanya sekadar gelar juara. Ini adalah bukti nyata bahwa sektor ganda putra Indonesia memiliki kedalaman dan kualitas yang luar biasa. Keberhasilan mereka mengalahkan juniornya sendiri di final menunjukkan regenerasi yang sehat dan persaingan internal yang positif di Pelatnas PBSI.
Bagi Leo/Bagas, gelar ini menambah koleksi prestasi mereka dan semakin memantapkan posisi mereka sebagai salah satu ganda putra top dunia. Ini juga menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen-turnamen yang lebih besar di masa mendatang, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi mereka.
Sementara itu, bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, meskipun kalah, pencapaian mereka menembus final Thailand Masters 2026 adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka adalah ancaman serius bagi pasangan top dunia dan memiliki masa depan cerah di dunia bulutangkis. Pengalaman berharga melawan seniornya di final ini akan menjadi pelajaran penting untuk terus berkembang.
Penutup
Thailand Masters 2026 telah berakhir dengan pesta juara bagi Indonesia. Pertarungan sengit antara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin adalah tontonan yang memukau, penuh drama, dan membuktikan kualitas bulutangkis Indonesia di mata dunia. Kita tentu berharap, dari Nimibutr Stadium ini, akan lahir lebih banyak lagi prestasi gemilang yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.


















