banner 728x250

Ertiga Terpuruk Dihantam SUV, Suzuki ‘Ngeyel’ Tak Akan Mati, Ini Strategi Pamungkasnya!

ertiga terpuruk dihantam suv suzuki ngeyel tak akan mati ini strategi pamungkasnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pasar otomotif nasional kini tengah dilanda demam SUV. Tren yang terus bergeser ini membuat posisi model-model MPV, terutama di segmen Low MPV, semakin terdesak dan harus berjuang keras untuk tetap relevan. Di tengah gempuran model-model SUV yang kian agresif, salah satu pemain lama, Suzuki Ertiga, terlihat mengalami masa-masa sulit yang cukup memprihatinkan.

Gelombang SUV Menerjang, MPV Kian Terdesak

banner 325x300

Pergeseran minat konsumen dari Multi Purpose Vehicle (MPV) ke Sport Utility Vehicle (SUV) bukanlah isapan jempol belaka. Kini, masyarakat Indonesia semakin gandrung dengan mobil berkarakter tangguh, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih modern serta sporty. Fenomena ini secara langsung memengaruhi peta persaingan di industri otomotif.

Banyak produsen berlomba-lomba menghadirkan lini SUV baru atau menyegarkan model yang sudah ada. Akibatnya, segmen MPV yang dulunya merajai pasar, kini harus rela berbagi panggung, bahkan terancau ditinggalkan oleh sebagian konsumen yang mencari pengalaman berkendara berbeda.

Penjualan Ertiga yang Memprihatinkan di Periode Terakhir

Data penjualan memang tidak bisa berbohong. Berdasarkan catatan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode 12 bulan terakhir, distribusi Suzuki Ertiga hanya mampu menembus angka 1.895 unit. Angka ini jika dirata-ratakan, hanya sekitar 150-an unit yang terdistribusi ke dealer setiap bulannya.

Performa penjualan yang jauh di bawah ekspektasi ini menempatkan Ertiga di papan bawah klasemen Low MPV. Posisi ini tentu menjadi alarm keras bagi Suzuki, mengingat Ertiga adalah salah satu tulang punggung penjualan mereka di segmen keluarga.

Suzuki Tegas: Ertiga Tak Akan Ditinggalkan!

Meskipun dihadapkan pada kenyataan pahit penjualan yang menurun drastis, Suzuki Indomobil Sales (SIS) justru menegaskan sikap yang mengejutkan. Mereka menyatakan tidak akan meninggalkan model Low MPV Ertiga, meskipun tren pasar jelas-jelas bergeser ke arah SUV. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Dony Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director SIS.

"Kalau bicara Ertiga, saya bilang bahwa sekarang ini tren memang bergeser ke arah SUV, tapi bukan serta-merta kami meninggalkan Ertiga," kata Dony dengan tegas di Jakarta, Kamis (29/1). Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan besar: apa yang membuat Suzuki begitu yakin mempertahankan Ertiga di tengah badai persaingan?

Alasan Kuat di Balik Pertahanan Ertiga: Produksi Lokal Jadi Kunci

Keputusan Suzuki untuk tetap mempertahankan Ertiga bukan tanpa alasan. Faktor utama yang menjadi pertimbangan krusial adalah status Ertiga sebagai salah satu model yang dirakit di dalam negeri. Produksi lokal ini memiliki dampak yang sangat signifikan, baik bagi perusahaan maupun bagi perekonomian nasional.

"Ertiga kami masih produksi karena ini diproduksi di Indonesia. Itu yang pertama," ucap Dony. Komitmen terhadap produksi lokal menunjukkan investasi jangka panjang Suzuki di Indonesia, sekaligus mendukung industri otomotif dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

Mengapa Produksi Lokal Begitu Penting Bagi Suzuki?

Produksi lokal memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi Suzuki. Selain mengurangi biaya impor dan fluktuasi nilai tukar mata uang, hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat merespons kebutuhan dan selera pasar domestik. Ketersediaan suku cadang yang lebih mudah dan harga yang kompetitif juga menjadi nilai tambah.

Lebih dari itu, mempertahankan model yang diproduksi secara lokal adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap ekosistem industri yang telah dibangun. Ini adalah komitmen jangka panjang yang tidak bisa serta-merta diabaikan hanya karena tren pasar sesaat.

Strategi Pamungkas Suzuki: Stimulus dan Penyegaran Menanti

Untuk menjaga daya saing Ertiga dan kembali menarik minat pasar, Suzuki tidak tinggal diam. Dony Ismi Saputra mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menyiapkan sejumlah stimulus khusus. Stimulus ini diharapkan mampu mendorong kembali gairah konsumen terhadap Ertiga.

"Akan tetapi karena produk tersebut kami produksi di dalam negeri, tentunya kami siapkan stimulus-stimulus," kata Dony. Meski detailnya masih dirahasiakan, banyak pihak menduga stimulus ini bisa mengarah pada penyegaran signifikan terhadap Ertiga, baik itu dalam bentuk facelift maupun peluncuran model all-new yang lebih revolusioner.

Masa Depan Ertiga: Bertahan atau Berinovasi Lebih Jauh?

Penyegaran atau facelift bisa berarti perubahan minor pada tampilan eksterior, interior, atau penambahan fitur-fitur baru yang lebih modern. Sementara itu, model all-new akan membawa perubahan total, mulai dari platform, desain, hingga teknologi mesin, yang bisa jadi akan menghadirkan kejutan besar di segmen Low MPV. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan Ertiga tetap relevan di tengah persaingan ketat.

"Nanti kapan dan waktunya, nanti kami informasikan kepada rekan-rekan sekalian. Detilnya nanti dulu ya," tambah Dony, sengaja menciptakan rasa penasaran di kalangan media dan konsumen. Penantian akan gebrakan baru dari Suzuki ini tentu menjadi hal yang menarik untuk disimak.

Tantangan Berat di Depan Mata

Keputusan Suzuki untuk mempertahankan Ertiga adalah langkah berani di tengah arus deras tren SUV. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Mereka harus mampu menemukan formula yang tepat agar Ertiga bisa kembali bersaing, bahkan di tengah dominasi SUV yang kian kuat. Stimulus yang dijanjikan harus benar-benar efektif dan mampu menjawab kebutuhan serta keinginan konsumen saat ini.

Mampukah Suzuki menghidupkan kembali Ertiga dari keterpurukan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, satu hal yang pasti, komitmen Suzuki terhadap produksi lokal dan model ikoniknya ini patut diacungi jempol. Kita tunggu saja gebrakan apa yang akan disiapkan Suzuki untuk Ertiga di masa depan.

banner 325x300