banner 728x250

Musim Hujan Bikin Motor Gampang Selip? Jangan Panik! Cek 2 Bagian Krusial Ini Sekarang Juga!

musim hujan bikin motor gampang selip jangan panik cek 2 bagian krusial ini sekarang juga portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Musim hujan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor. Jalanan yang licin, genangan air, hingga jarak pandang yang terbatas, semuanya berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Agar perjalananmu tetap aman dan motormu tetap prima, ada beberapa komponen yang wajib kamu periksa secara berkala.

Beberapa bagian motor memang dituntut bekerja lebih ekstra saat musim hujan, sementara yang lain rentan rusak akibat paparan air. Mengabaikan pemeriksaan ini bisa berakibat fatal. Menurut Ammar, seorang teknisi dari bengkel Dewa Motor Buncit Raya, ada dua komponen utama yang harus menjadi prioritas pengecekanmu: ban motor dan kampas rem.

banner 325x300

Ban Motor: Penentu Utama Keamanan di Jalan Basah

Ban adalah satu-satunya bagian motormu yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kondisinya sangat vital, terutama saat hujan. Ban yang tidak optimal bisa menjadi biang kerok utama kecelakaan di jalan basah.

Bahaya Ban Gundul dan Aus

Pernahkah kamu merasa motormu "melayang" atau selip saat melintasi genangan air? Itu bisa jadi tanda banmu sudah gundul atau aus. Ban yang permukaannya halus tidak mampu memecah air dengan baik, sehingga traksi atau daya cengkeramnya ke jalan berkurang drastis.

Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan motormu terpelincir, apalagi jika kamu mengerem mendadak. Ammar menegaskan, ban yang sudah halus atau botak sebaiknya segera diganti demi keselamatan. Jangan sampai kamu menyesal karena menunda penggantian ban.

Umur pakai ban motor umumnya berkisar antara 2 hingga 3 tahun, tergantung intensitas pemakaian dan kondisi jalan. Namun, kamu juga perlu memeriksa indikator keausan ban (Tread Wear Indicator/TWI) yang biasanya berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan TWI, itu artinya banmu sudah waktunya diganti.

Pentingnya Tekanan Angin Ban yang Tepat

Selain kondisi fisik ban, tekanan angin juga memegang peranan krusial. Tekanan angin yang tidak sesuai standar pabrikan bisa menimbulkan berbagai masalah. Ban yang kurang angin, misalnya, akan membuat motor terasa oleng saat berbelok atau bermanuver.

Lebih jauh lagi, kekurangan angin dapat menyebabkan keretakan pada dinding samping ban. Ini karena ban harus menahan beban lebih berat dengan struktur yang kurang kokoh. Selain itu, ban yang kurang angin juga akan membuat konsumsi bahan bakar lebih boros dan mempercepat keausan ban.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi juga tidak baik. Ban bisa menjadi benjol dan mengurangi kenyamanan berkendara karena suspensi ban jadi lebih keras. Traksi ban ke jalan juga bisa berkurang karena area kontak ban dengan aspal menjadi lebih kecil.

Untuk menjaga kualitas dan performa ban, Ammar menyarankan untuk mengecek tekanan udara ban secara berkala, setidaknya dua minggu sekali. Pastikan tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di dekat pentil ban atau di buku manual motormu.

Memilih Ban yang Tepat untuk Musim Hujan

Jika kamu sering berkendara di musim hujan, pertimbangkan untuk menggunakan ban dengan pola tapak yang dirancang khusus untuk kondisi basah. Ban jenis ini biasanya memiliki alur yang lebih dalam dan lebar untuk membuang air lebih efektif, serta kompon karet yang lebih lembut untuk meningkatkan daya cengkeram. Pilihlah ban dari merek terpercaya yang dikenal memiliki performa baik di jalan basah.

Kampas Rem: Penghenti Laju yang Tak Boleh Diabaikan

Setelah ban, komponen vital kedua yang wajib kamu periksa adalah kampas rem. Sistem pengereman yang optimal adalah kunci untuk menghindari kecelakaan, apalagi saat kondisi jalan licin karena hujan.

Risiko Rem Blong Akibat Air Hujan

Air hujan bisa menjadi musuh bagi kampas remmu. Ketika kampas rem sudah menipis dan terkena air, risiko rem blong atau "los" sangat tinggi. Ini terjadi karena air bisa mengurangi gesekan antara kampas rem dan piringan atau tromol, sehingga daya pengereman berkurang drastis.

Bayangkan jika kamu harus mengerem mendadak di jalan basah, namun rem motormu tidak berfungsi optimal. Tentu sangat berbahaya, bukan? Kondisi "besi ketemu besi" akibat kampas rem yang habis juga akan merusak piringan atau tromol rem, yang biaya penggantiannya jauh lebih mahal.

Indikator Kampas Rem Bermasalah

Bagaimana cara mengetahui kampas remmu bermasalah? Salah satu indikator paling umum adalah munculnya bunyi decitan saat kamu mengerem. Willy, teknisi resmi Honda Utama Motor Mampang, juga mengamini hal ini. Bunyi tersebut seringkali menandakan kampas rem sudah menipis atau kotor akibat kemasukan air dan debu.

Selain bunyi decitan, kamu juga bisa merasakan beberapa gejala lain. Misalnya, tuas atau pedal rem terasa lebih dalam saat ditekan, daya pengereman berkurang, atau motor membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk berhenti. Jika kamu mengalami salah satu gejala ini, segera periksakan kampas rem motormu.

Kapan Harus Mengganti Kampas Rem?

Willy menyarankan, waktu yang tepat untuk memperbarui kampas rem adalah setiap 12.000 kilometer perjalanan. Namun, ini hanyalah patokan umum. Gaya berkendara dan kondisi jalan yang sering dilalui juga sangat memengaruhi umur kampas rem.

Jika kamu sering melewati jalanan menanjak-turun atau sering melakukan pengereman keras, kampas remmu mungkin akan lebih cepat habis. Lakukan pemeriksaan visual secara berkala. Jika ketebalan kampas rem sudah sangat tipis, jangan tunda untuk menggantinya dengan yang baru. Pilihlah kampas rem orisinal atau berkualitas baik untuk performa pengereman yang optimal.

Tips Tambahan Agar Motor Tetap Prima di Musim Hujan

Selain ban dan kampas rem, ada beberapa komponen lain yang juga perlu kamu perhatikan agar motormu tetap aman dan nyaman dikendarai selama musim hujan.

1. Cek Lampu-Lampu Penerangan: Pastikan semua lampu motormu, mulai dari lampu depan, lampu belakang, hingga lampu sein, berfungsi dengan baik. Visibilitas sangat penting saat hujan atau berkendara di malam hari. Lampu yang terang akan membantumu melihat jalan dan membuat pengendara lain lebih mudah melihatmu.

2. Periksa Kelistrikan dan Busi: Air hujan bisa menyebabkan korsleting atau masalah pada sistem kelistrikan. Pastikan semua sambungan kabel terlindungi dengan baik. Cek juga kondisi busi, karena busi yang kotor atau aus bisa membuat mesin susah hidup atau performanya menurun saat basah. Kamu bisa menggunakan cairan anti-karat pada bagian-bagian kelistrikan yang rentan.

3. Lakukan Pelumasan Rantai: Rantai motor yang kering atau berkarat akan cepat aus dan bisa putus. Di musim hujan, rantai lebih sering terkena air dan kotoran. Lumasi rantai secara rutin dengan pelumas khusus rantai agar tidak cepat berkarat dan tetap awet. Pastikan juga kekencangan rantai sudah sesuai standar.

4. Periksa Filter Udara: Filter udara yang kotor atau basah bisa menghambat pasokan udara ke mesin, yang berdampak pada performa motor. Jika filter udara basah, segera keringkan atau ganti jika sudah terlalu kotor.

5. Servis Rutin: Jangan tunda jadwal servis rutin motormu. Bengkel akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada semua komponen, termasuk yang rentan di musim hujan. Ini adalah investasi kecil untuk keselamatan dan kenyamanan berkendaramu.

Kesimpulan

Musim hujan bukanlah alasan untuk mengabaikan perawatan motormu. Justru, ini adalah momen krusial untuk lebih proaktif dalam memeriksa kondisi kendaraan. Ban dan kampas rem adalah dua komponen paling vital yang tidak boleh luput dari perhatianmu.

Dengan melakukan pengecekan dan perawatan yang tepat, kamu tidak hanya menjaga motormu tetap awet, tetapi yang terpenting, kamu juga melindungi dirimu sendiri dari risiko kecelakaan. Jadi, jangan tunda lagi! Segera cek motormu sekarang dan pastikan siap menghadapi segala kondisi jalan di musim hujan. Keselamatanmu adalah prioritas utama!

banner 325x300