banner 728x250

Dewa United Hajar Arema FC 2-0: Singo Edan Tak Berdaya di Banten!

dewa united hajar arema fc 2 0 singo edan tak berdaya di banten portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dewa United berhasil meraih kemenangan penting atas Arema FC dengan skor meyakinkan 2-0 dalam lanjutan pekan ke-18 Liga 1 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Internasional Banten pada Senin (26/1) malam ini menjadi bukti dominasi Anak Dewa di kandang sendiri, membuat Singo Edan harus pulang dengan tangan hampa.

Awal Laga Penuh Drama: Penalti Cepat untuk Dewa United

Pertandingan baru berjalan dua menit, namun drama sudah langsung tersaji di lapangan hijau. Gerakan lincah gelandang Dewa United, Alexis Messidoro, di dalam kotak terlarang membuat bek Arema FC, Johan Ahmat Farizi, melakukan pelanggaran. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memicu protes dari kubu Singo Edan yang merasa dirugikan.

banner 325x300

Alex Martins, striker andalan Dewa United, maju sebagai algojo tendangan penalti. Dengan tenang dan penuh percaya diri, pemain asal Brasil ini sukses menjalankan tugasnya. Sepakan kaki kanannya meluncur menyusur tanah ke arah kanan gawang, tak mampu dijangkau kiper Arema, Lucas Frigeri, meski sudah terbang berusaha menepis.

Gol cepat pada menit keempat ini sontak membakar semangat para pemain Dewa United dan membuat para suporter bergemuruh. Keunggulan 1-0 ini menjadi modal berharga bagi tim tuan rumah untuk mengendalikan jalannya pertandingan dan menekan mental lawan sejak awal.

Arema FC Balas Mengancam, Tiang Gawang Jadi Penyelamat

Tertinggal satu gol tak membuat Arema FC patah arang. Pasukan Singo Edan yang terluka langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Sederet peluang emas pun lahir dari kreasi Arkhan Fikri, Gustavo Franca, dan Dalberto yang mencoba membongkar pertahanan Dewa United.

Peluang terbaik Arema FC datang pada menit ke-15 melalui Gabriel Silva. Sepakan keras kaki kanannya dari luar kotak penalti membuat bola melesat kencang menuju gawang Dewa United, membuat debaran jantung suporter tuan rumah sempat terhenti. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Arema, bola hanya mampu membentur tiang gawang dan gagal mengubah kedudukan.

Tekanan yang dilancarkan Singo Edan terus berlanjut, namun lini pertahanan Dewa United yang dikomandoi Brian Fatari dan Nick Kuipers tampil disiplin dan solid. Koordinasi yang apik antara para bek dan gelandang bertahan berhasil meredam agresivitas tim tamu, membuat setiap serangan Arema selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.

Dewa United Gandakan Keunggulan Jelang Turun Minum

Setelah berhasil menahan gempuran Arema FC, Dewa United mulai menemukan ritme permainannya kembali. Mereka tak hanya bertahan, tetapi juga sesekali melancarkan serangan balik yang mematikan. Salah satu peluang datang dari Rizdjar Nurviat yang melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa ditepis Lucas Frigeri.

Namun, dari tendangan penjuru yang dihasilkan, Dewa United kembali berhasil menambah pundi-pundi golnya. Alexis Messidoro kembali menjadi arsitek dengan mengirimkan umpan silang yang akurat dan memanjakan ke dalam kotak penalti. Alex Martins, dengan insting golnya yang tajam, berhasil menyambut bola dan menuntaskannya menjadi gol kedua bagi Dewa United pada menit ke-43.

Gol kedua Alex Martins ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC yang sedang berupaya menyamakan kedudukan. Skor 2-0 jelang turun minum tentu saja meningkatkan kepercayaan diri Dewa United dan membuat tugas Arema semakin berat di babak kedua untuk mengejar ketertinggalan.

Babak Kedua: Arema Terus Menekan, Dewa United Bertahan Kokoh

Memasuki babak kedua, Arema FC tak punya pilihan lain selain kembali menerapkan pendekatan sepak bola menyerang total. Pelatih Arema melakukan beberapa perubahan taktik untuk membongkar pertahanan Dewa United yang tampil kokoh. Aktor serangan Singo Edan masih tetap sama, yakni Arkhan Fikri, Gustavo Franca, Dalberto, dan Gabriel Silva yang tak henti-hentinya menciptakan peluang.

Di sisi lain, Dewa United yang sudah unggul dua gol memilih untuk bermain lebih pragmatis. Mereka fokus pada pertahanan yang rapat sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama, mencoba memanfaatkan celah yang ditinggalkan lini belakang Arema.

Beberapa peluang sempat diciptakan oleh Arema FC, termasuk melalui tendangan bebas Gustavo Franca dan sepakan jarak jauh Matheus Blade. Namun, kiper Dewa United, Sonny Stevens, tampil sigap dan berhasil menghalau setiap ancaman yang datang, menjaga gawangnya tetap perawan sepanjang pertandingan.

Duel Taktik dan Peluang yang Terbuang

Paruh kedua pertandingan menjadi ajang duel taktik antara kedua pelatih. Arema FC berusaha mencari celah di pertahanan lawan, sementara Dewa United berupaya mempertahankan keunggulan dan sesekali mencari gol tambahan untuk mengunci kemenangan. Intensitas pertandingan tetap tinggi dengan kedua tim saling jual beli serangan.

Dalberto sempat menciptakan peluang berbahaya melalui sprint cepatnya, namun penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran. Demikian pula dengan Matheus Blade yang mencoba peruntungannya dari jarak jauh, namun bola masih melambung di atas mistar gawang, menambah daftar panjang peluang Arema yang terbuang.

Dewa United juga tak tinggal diam. Taisei Marukawa memiliki dua kesempatan emas untuk menambah gol, namun sepakannya berhasil diblok Lucas Frigeri dan satu lagi melebar tipis dari gawang. Kans Alex Martins pada pengujung waktu normal juga masih bisa digagalkan oleh Frigeri yang tampil cukup baik meski kebobolan dua gol.

Kemenangan Berharga untuk Anak Dewa

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-0 untuk keunggulan Dewa United tidak berubah. Kemenangan ini menjadi hasil yang sangat penting bagi Dewa United untuk terus bersaing di papan atas Liga 1 2025/2026, menunjukkan mental juara dengan mampu mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Bagi Arema FC, kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting yang harus segera ditindaklanjuti. Meskipun tampil menyerang dan menciptakan banyak peluang, ketidakmampuan mereka dalam mengkonversi peluang menjadi gol menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pertahanan yang kurang solid di awal laga juga menjadi sorotan utama.

Pertandingan ini menyajikan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola, dengan Dewa United yang efektif dalam memanfaatkan peluang dan Arema FC yang gigih berjuang hingga akhir. Hasil ini menegaskan bahwa Liga 1 2025/2026 akan terus menyajikan kejutan dan persaingan ketat di setiap pekannya.

Susunan Pemain Kunci

Dewa United: Sonny Stevens; Rizdjar Nurviat, Brian Fatari, Nick Kuipers, Edo Febriansyah; Alexis Messidoro, Theofillo Numberi; Stefano Lilipaly, Ricky Kambuaya, Taisei Marukawa; Alex Martins.

Arema FC: Lucas Frigeri; Bayu Setiawan, Muhammad Rifai, Julian Guevara, Johan Ahmat Alfrisi; Matheus Blade, Betinho; Gustavo Franca, Arkhan Fikri, Gabriel Silva; Dalberto.

banner 325x300