Siapa sangka, MPV bongsor nan ikonik, Hyundai Staria, kini resmi menyapa dunia dengan jantung baru bertenaga listrik. Setelah dikenal luas sebagai MPV diesel yang tangguh dan lapang, Staria kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik (EV) yang siap membawa revolusi di segmennya. Kabar gembira ini datang langsung dari Hyundai, mengumumkan kehadiran Staria Electric yang diklaim mampu menempuh jarak fantastis hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, berdasarkan siklus WLTP yang teruji.
Transformasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi besar Hyundai untuk memperluas jajaran kendaraan listrik mereka. Xavier Martinet, President & CEO Hyundai Motor Europe, menegaskan bahwa Staria Electric hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di Eropa, membawa keunggulan teknologi EV Hyundai pada model yang sudah akrab dan dipercaya banyak konsumen. Ini menunjukkan komitmen serius Hyundai dalam menghadirkan solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsionalitas dan kenyamanan.
Desain Ikonik Tetap, Jantung Berubah Drastis
Salah satu hal yang menarik dari Staria Electric adalah desain eksteriornya yang tetap mempertahankan ciri khas model konvensional. Bentuknya yang boxy dan futuristik, dengan garis-garis tegas serta lampu DRL horizontal yang unik, tetap dipertahankan. Ini berarti, penggemar desain Staria yang sudah ada tidak perlu khawatir akan perubahan tampilan yang drastis. Perubahan paling signifikan justru ada di balik kap mesin, di mana mesin diesel digantikan oleh motor listrik canggih dan baterai berkapasitas besar.
Keputusan untuk mempertahankan desain eksterior ini menunjukkan bahwa Hyundai percaya pada daya tarik visual Staria yang sudah kuat. Desain yang unik ini memang menjadi salah satu daya tarik utama, membedakannya dari MPV lain di pasaran. Dengan tetap mempertahankan identitas visual tersebut, Hyundai berharap Staria Electric dapat langsung dikenali dan diterima dengan baik oleh pasar, sekaligus memberikan sentuhan modern melalui teknologi penggerak listriknya.
Performa dan Jarak Tempuh yang Mengagumkan
Jantung pacu Staria Electric ditenagai oleh motor listrik bertenaga 160 kW atau setara dengan 218 PS. Performa ini tentu saja lebih dari cukup untuk kebutuhan berkendara sehari-hari, bahkan untuk perjalanan jauh sekalipun. Yang paling mencuri perhatian adalah kapasitas baterainya yang mencapai 84 kWh, memungkinkan Staria Electric melaju hingga 400 kilometer dalam sekali cas. Bayangkan, dengan jarak tempuh sejauh itu, Anda bisa melakukan perjalanan Jakarta-Bandung pulang pergi tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan.
Angka 400 kilometer ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah jaminan kebebasan mobilitas yang ditawarkan oleh Hyundai. Ini juga menunjukkan bahwa Staria Electric bukan hanya cocok untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga sangat mumpuni untuk perjalanan antar kota atau liburan keluarga. Kemampuan menarik beban hingga 2.000 kg juga menjadi nilai tambah yang signifikan, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang membutuhkan kendaraan serbaguna untuk berbagai keperluan, mulai dari mengangkut barang hingga menarik karavan kecil.
Fitur Canggih untuk Mobilitas Modern
Sebagai mobil listrik modern, Staria Electric tentu saja dibekali dengan berbagai fitur canggih yang memanjakan penggunanya. Salah satu yang paling vital adalah kemampuan pengisian daya cepat DC ultra-fast. Hyundai mengklaim, baterai Staria Electric dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu kurang lebih 20 menit. Fitur ini sangat krusial, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak punya banyak waktu untuk menunggu pengisian daya.
Selain itu, ada juga fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan Staria Electric berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel. Dengan V2L, Anda bisa menyalakan berbagai perangkat elektronik, mulai dari laptop, peralatan berkemah, hingga mengisi daya sepeda listrik, langsung dari mobil. Ini adalah fitur yang sangat praktis dan serbaguna, membuka banyak kemungkinan baru untuk gaya hidup aktif dan petualangan.
Interior Futuristik dan Konektivitas Maksimal
Masuk ke dalam kabin, Staria Electric menawarkan pengalaman yang tak kalah modern. Tersedia dua layar berukuran 12,3 inci yang terintegrasi dengan apik di dasbor. Layar ini bukan hanya untuk sistem infotainment, tetapi juga berfungsi sebagai panel instrumen digital yang informatif. Sistem infotainment generasi terbaru ccNC (Connected Car Navigation Cockpit) menjamin konektivitas dan navigasi yang intuitif, membuat setiap perjalanan semakin menyenangkan.
Tidak ketinggalan, dukungan pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) memastikan bahwa sistem mobil Anda akan selalu up-to-date dengan fitur dan peningkatan terbaru, tanpa perlu repot datang ke bengkel. Fitur Digital Key juga hadir untuk menambah kenyamanan, memungkinkan Anda membuka dan menyalakan mobil menggunakan smartphone. Port USB berdaya tinggi 100 W juga tersedia, memastikan semua gadget Anda tetap terisi penuh selama perjalanan.
Fleksibilitas Kabin untuk Segala Kebutuhan
Hyundai Staria Electric dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari keluarga besar, operator shuttle, hingga pengguna dengan gaya hidup aktif yang membutuhkan ruang ekstra. Kabinnya tetap dibuat lega dengan lantai rata, memberikan fleksibilitas maksimal untuk pengaturan tempat duduk dan barang bawaan. Anda bisa memilih dua versi yang ditawarkan: 7 kursi (Luxury) untuk kenyamanan ekstra atau 9 kursi (Wagon) untuk kapasitas penumpang yang lebih banyak.
Fleksibilitas ini menjadikan Staria Electric pilihan yang sangat menarik. Bagi keluarga, ruang kabin yang lapang berarti perjalanan jauh akan terasa lebih nyaman bagi semua penumpang. Bagi pelaku bisnis, versi 9 kursi sangat ideal untuk layanan antar-jemput atau transportasi rombongan. Sementara itu, lantai rata dan ruang yang bisa diatur ulang juga cocok untuk mereka yang hobi membawa perlengkapan olahraga atau kegiatan luar ruangan.
Ketersediaan dan Harga yang Dinanti
Sayangnya, untuk saat ini, Hyundai Staria Electric baru akan dipasarkan di Korea Selatan dan Eropa pada kuartal I tahun 2026. Produksinya sendiri akan berlangsung di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan. Meskipun masih ada waktu sekitar dua tahun, pengumuman ini sudah cukup untuk membuat banyak pecinta otomotif penasaran.
Soal harga, Hyundai belum mengumumkan secara resmi. Namun, mengingat teknologi dan fitur yang ditawarkan, diperkirakan Staria Electric akan berada di segmen premium. Kita tentu berharap Hyundai juga akan membawa MPV listrik revolusioner ini ke pasar Indonesia, mengingat popularitas Staria di Tanah Air dan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik. Kehadiran Staria Electric di Indonesia tentu akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari MPV bertenaga listrik dengan performa, fitur, dan kapasitas yang mumpuni.
Dampak Lingkungan dan Masa Depan Mobilitas
Kehadiran Hyundai Staria Electric bukan hanya tentang sebuah produk baru, tetapi juga tentang kontribusi terhadap masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan. Dengan beralih ke tenaga listrik, Staria Electric secara signifikan mengurangi emisi gas buang, membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi jejak karbon. Ini adalah langkah nyata Hyundai dalam mendukung upaya global untuk memerangi perubahan iklim.
Selain manfaat lingkungan, Staria Electric juga menawarkan potensi penghematan biaya operasional yang signifikan. Biaya pengisian daya listrik umumnya lebih murah dibandingkan dengan harga bahan bakar diesel, terutama jika Anda bisa memanfaatkan tarif listrik rumah tangga yang lebih rendah. Ini berarti, dalam jangka panjang, pemilik Staria Electric bisa menikmati pengeluaran yang lebih rendah untuk mobilitas sehari-hari.
Secara keseluruhan, Hyundai Staria Electric adalah bukti nyata inovasi dan komitmen Hyundai terhadap elektrifikasi. Dengan kombinasi desain ikonik, performa listrik yang impresif, jarak tempuh yang jauh, dan fitur-fitur canggih, Staria Electric siap menjadi game-changer di segmen MPV. Kita patut menantikan kehadirannya di jalanan dan melihat bagaimana MPV boxy ini akan mendefinisikan ulang pengalaman berkendara di era listrik.


















