banner 728x250

Kejutan Istora! Ganda Putri ‘Dadakan’ Lanny/Apriyani Lolos Semifinal Indonesia Masters 2026 Lewat Drama Tiga Gim!

kejutan istora ganda putri dadakan lannyapriyani lolos semifinal indonesia masters 2026 lewat drama tiga gim portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Malam Jumat yang mendebarkan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi saksi bisu perjuangan ganda putri Indonesia di babak perempat final Indonesia Masters 2026. Dua pasangan Merah Putih, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu dan Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, bertarung habis-habisan demi tiket semifinal. Hasilnya, satu melaju dengan gagah berani, sementara yang lain harus mengakhiri perjalanan.

Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu: Pasangan ‘Dadakan’ yang Menggila

banner 325x300

Sorotan utama tertuju pada pasangan Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu. Mengapa ‘dadakan’? Karena Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo, biasanya berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Namun, dalam turnamen ini, mereka dipisah dan Apriyani berduet dengan Lanny, sementara Fadia bersama Amalia Cahaya Pratiwi. Eksperimen ini ternyata membuahkan hasil yang mengejutkan.

Lanny/Apriyani menghadapi ujian berat melawan unggulan keempat dari Taiwan, Hsu Ya Ching/Yu Hsuan Sung. Pertandingan ini langsung menyajikan drama sejak gim pertama. Kedua pasangan saling kejar poin, tak ada yang mau mengalah, menciptakan atmosfer yang bikin jantung berdebar.

Lanny/Apriyani sempat unggul 20-18, hanya butuh satu poin lagi untuk mengamankan gim pertama. Namun, Ching/Sung menunjukkan mental baja mereka. Dengan gigih, pasangan Taiwan ini berhasil membalikkan keadaan, mencuri empat poin beruntun, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 23-21. Sebuah pukulan telak bagi wakil Indonesia.

Kekalahan di gim pertama tak lantas membuat Lanny/Apriyani patah semangat. Memasuki gim kedua, mereka tampil lebih agresif dan fokus. Sempat unggul jauh 9-2, pasangan ini justru terkejar dan tertinggal 10-11 saat interval. Namun, dukungan penuh dari Istora kembali membakar semangat mereka.

Selepas interval, Lanny/Apriyani menemukan kembali ritme permainan terbaiknya. Mereka berhasil mengatasi tekanan dan mengunci gim kedua dengan skor 21-18. Pertandingan pun harus ditentukan lewat gim ketiga yang menegangkan, memicu sorakan gemuruh dari para penonton.

Gim penentuan menjadi ajang adu mental dan ketahanan fisik. Lanny/Apriyani harus menghadapi serangan kukuh dan pertahanan solid dari Ching/Sung. Mereka sempat tertinggal tiga hingga empat poin, namun tak pernah menyerah. Berulang kali, mereka berhasil menyamakan kedudukan, menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Pada poin-poin kritis, pengalaman Apriyani dan determinasi Lanny bersatu padu. Mereka berhasil menguasai keadaan, bermain lebih tenang dan akurat, hingga akhirnya memenangkan gim ketiga dengan skor 21-19. Kemenangan dramatis ini disambut dengan sorakan histeris penonton, mengantar Lanny/Apriyani melangkah ke babak semifinal. Di babak empat besar, mereka akan menghadapi tantangan lebih berat, melawan unggulan pertama Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dari Malaysia.

Perjuangan Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang Berakhir Pahit

Di lapangan yang berdekatan, pasangan Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga menjalani laga yang tak kalah sengit. Mereka berhadapan dengan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi. Sama seperti Lanny/Apriyani, Tiwi/Fadia juga menunjukkan performa yang menjanjikan di awal.

Pada gim pertama, Tiwi/Fadia sempat tertinggal, namun berhasil membalikkan keadaan dari skor 6-8 menjadi 11-8. Keunggulan ini berhasil mereka pertahankan dengan baik, mengamankan gim pertama dengan skor 21-16. Harapan untuk dua wakil Indonesia di semifinal pun membumbung tinggi.

Namun, gim kedua menjadi cerita yang berbeda. Keuletan pasangan Jepang, Igarashi/Takahashi, tampak sulit dibendung oleh Tiwi/Fadia. Setelah bersaing ketat di paruh pertama, Tiwi/Fadia mulai kehilangan momentum di paruh kedua. Mereka terlihat kesulitan mengatasi variasi serangan lawan dan akhirnya harus mengakui keunggulan Igarashi/Takahashi dengan skor 11-21.

Memasuki gim ketiga, Tiwi/Fadia berusaha keras untuk kembali menemukan performa terbaik mereka. Mereka mencoba meladeni kombinasi permainan cepat dan akurat dari pasangan Jepang. Sempat mendekat setelah tertinggal 6-11, namun Igarashi/Takahashi berhasil merespons dengan baik dan kembali menjauh. Tiwi/Fadia akhirnya harus menyerah dengan skor 14-21, mengakhiri perjalanan mereka di Indonesia Masters 2026.

Aura Magis Istora dan Harapan untuk Semifinal

Meskipun salah satu pasangan harus terhenti, malam perempat final Indonesia Masters 2026 tetap menyisakan kebanggaan dan harapan. Aura magis Istora, dengan dukungan penuh dari para penggemar bulutangkis Indonesia, sekali lagi terbukti menjadi faktor penting. Sorakan dan tepuk tangan tak henti-hentinya menjadi energi tambahan bagi para pebulutangkis Merah Putih.

Kemenangan Lanny/Apriyani menjadi bukti bahwa eksperimen pasangan baru ini memiliki potensi besar. Dengan semangat juang yang luar biasa dan kemampuan beradaptasi di bawah tekanan, mereka berhasil menembus babak semifinal. Ini adalah pencapaian signifikan yang patut diapresiasi, mengingat status mereka sebagai pasangan ‘dadakan’.

Perjalanan mereka di semifinal nanti tentu tidak akan mudah. Menghadapi unggulan pertama dari Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, akan menjadi ujian sesungguhnya. Namun, dengan semangat dan dukungan penuh dari publik Istora, Lanny/Apriyani diharapkan bisa kembali memberikan kejutan dan melangkah lebih jauh lagi.

Bagi Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga. Mereka telah menunjukkan potensi besar dan kemampuan bersaing di level tertinggi. Dengan evaluasi dan latihan yang lebih intensif, bukan tidak mungkin mereka akan kembali lebih kuat di turnamen-turnamen berikutnya. Malam itu, Istora menjadi saksi bisu drama, perjuangan, dan harapan yang terus menyala untuk bulutangkis Indonesia.

banner 325x300