banner 728x250

Terungkap! Bukan Cedera Kambuhan, Ini Alasan Sebenarnya Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026

terungkap bukan cedera kambuhan ini alasan sebenarnya anthony ginting mundur dari indonesia masters 2026 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari arena Daihatsu Indonesia Masters 2026. Anthony Sinisuka Ginting, salah satu tumpuan utama Indonesia di sektor tunggal putra, harus menelan pil pahit. Ia terpaksa mengundurkan diri dari turnamen bergengsi ini, tepat sebelum melakoni laga babak 16 besar yang seharusnya mempertemukannya dengan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh.

Keputusan mendadak ini sontak menimbulkan pertanyaan besar di kalangan penggemar bulutangkis Tanah Air. Banyak yang khawatir Ginting kembali dihantam cedera kambuhan yang bisa mengganggu performanya di masa depan. Namun, sang pelatih, Indra Wijaya, memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan dan meredakan sebagian kekhawatiran tersebut.

banner 325x300

Pelatih Buka Suara: Bukan Cedera Kambuhan, Tapi…

Indra Wijaya, pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, dengan tegas membantah spekulasi mengenai cedera kambuhan yang menimpa Ginting. Menurutnya, masalah kesehatan yang memaksa Ginting mundur kali ini adalah sesuatu yang benar-benar di luar dugaan. Ini bukan kelanjutan dari cedera lama yang pernah menghantuinya.

"Bukan. Ini kan beda," kata Indra, menjelaskan perbedaan kondisi Ginting saat ini. Ia menekankan bahwa cedera yang dialami Ginting bukan merupakan cedera kambuhan yang sering muncul kembali. Pernyataan ini tentu sedikit melegakan, mengingat riwayat cedera yang pernah dialami Ginting di masa lalu.

Membedah Cedera Pinggang yang Tak Terduga

Ginting dilaporkan mengalami cedera pada bagian pinggang. Area ini memang krusial bagi seorang atlet bulutangkis yang membutuhkan kelincahan dan kekuatan rotasi tubuh. Namun, Indra Wijaya bersikeras bahwa cedera pinggang ini bukanlah masalah yang berulang atau kronis bagi Ginting.

"Ini istilahnya situasi di luar dugaan kita semua," tutur Indra. Penekanan pada frasa "di luar dugaan" menunjukkan bahwa tim pelatih dan medis pun tidak menyangka Ginting akan mengalami masalah ini, terutama setelah pertandingan sebelumnya yang berjalan lancar. Ini mengindikasikan bahwa cedera tersebut muncul secara tiba-tiba, bukan karena akumulasi atau kelemahan struktural yang sudah ada.

Kilas Balik Cedera Ginting: Bahu Sudah Pulih Total

Indra Wijaya juga menyinggung cedera bahu yang pernah dialami Ginting pada tahun sebelumnya. Cedera tersebut sempat membuat Ginting absen cukup lama untuk menjalani perawatan dan pemulihan intensif. Namun, Indra memastikan bahwa masalah pada bahu Ginting kini sudah sepenuhnya teratasi.

"Kalau awal tahun lalu kan dia bahunya. Kalau bahu sudah bagus, sampai sekarang pun gak ada keluhan lagi," jelas Indra. Pernyataan ini penting untuk menegaskan bahwa Ginting dalam kondisi prima dari cedera sebelumnya. Ini sekaligus memperkuat argumen bahwa cedera pinggang yang sekarang adalah insiden baru, bukan efek domino dari masalah kesehatan sebelumnya.

Kronologi Cedera: Dari Lapangan ke Hotel

Yang membuat cedera Ginting ini semakin misterius adalah waktu kemunculannya. Menurut Indra, Ginting masih merasa baik-baik saja setelah menyelesaikan pertandingan sebelumnya di babak 32 besar. Bahkan, hingga larut malam setelah pertandingan usai, tidak ada tanda-tanda masalah serius.

"Seharusnya dari semalam selesai main itu hampir jam 11, itu aman sebetulnya," ungkap Indra. Namun, kondisi berubah drastis setelah Ginting kembali ke hotel dan mulai beristirahat. "Tapi setelah pulang ke hotel, mungkin ada perubahan-perubahan kondisinya. Update sampai jam 1 malam, dia merasa ada kurang enak di bagian pinggang," lanjut Indra, menjelaskan kronologi kejadian yang tak terduga ini.

Perubahan kondisi yang terjadi saat beristirahat ini memang seringkali menjadi indikasi cedera yang muncul karena aktivitas intens sebelumnya. Saat tubuh rileks, rasa sakit atau ketidaknyamanan yang sebelumnya teredam adrenalin bisa mulai terasa. Ini menunjukkan betapa beratnya tuntutan fisik yang dihadapi atlet bulutangkis papan atas.

Upaya Maksimal Tim Medis dan Keputusan Sulit

Mengetahui kondisi Ginting yang tidak nyaman, tim medis PBSI segera bergerak cepat. Berbagai upaya pemulihan telah dilakukan untuk memastikan Ginting bisa kembali fit dan bertanding di babak 16 besar. Tim fisio terbaik PBSI dikerahkan untuk membantu Ginting.

"Kita sudah usahakan dengan tim fisio PBSI yang terbaik untuk dia (Ginting). Usahakan untuk recovery siang hari ini. Sampai pagi tadi pun kita masih usahakan untuk fisio," kata Indra. Ini menunjukkan keseriusan dan dedikasi tim untuk menjaga kondisi para atletnya. Namun, sayangnya, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Setelah serangkaian perawatan dan persiapan, Ginting mencoba melakukan pemanasan. Namun, pada momen krusial itulah ia menyadari bahwa kondisinya tidak memungkinkan untuk bertanding. "Ternyata, selesai pemanasan tadi rasanya gak memungkinkan untuk (pertandingan)," jelas Indra dengan nada kecewa.

Melihat kondisi tersebut, Indra Wijaya akhirnya mengambil keputusan berat namun bijaksana. Demi menjaga kesehatan dan karier jangka panjang Ginting, ia memutuskan untuk menarik Ginting dari turnamen. "Jadi kita, saya memutuskan untuk menarik Ginting dari Indonesia Masters ini," pungkas Indra, mengakhiri harapan para penggemar untuk melihat Ginting beraksi lebih jauh di turnamen kandang ini.

Apa Implikasi Cedera Ini bagi Anthony Ginting?

Mundurnya Ginting dari Indonesia Masters 2026 tentu menjadi pukulan telak, baik bagi dirinya pribadi maupun bagi tim Indonesia. Turnamen ini merupakan salah satu ajang penting untuk mengumpulkan poin dan menjaga momentum performa. Absennya Ginting berarti kehilangan kesempatan untuk meraih gelar di rumah sendiri dan juga potensi poin peringkat.

Secara psikologis, cedera mendadak seperti ini bisa sangat mengganggu konsentrasi dan kepercayaan diri atlet. Meskipun bukan cedera kambuhan, rasa sakit yang muncul tiba-tiba dapat menimbulkan kekhawatiran baru. Ginting, yang dikenal dengan semangat juang dan mentalitas pantang menyerah, kini harus kembali fokus pada pemulihan fisik dan mental.

Dampak jangka panjangnya akan sangat tergantung pada seberapa parah cedera pinggang ini dan berapa lama waktu pemulihan yang dibutuhkan. Tim medis PBSI tentu akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada masalah yang lebih serius. Prioritas utama adalah memastikan Ginting pulih sepenuhnya sebelum kembali ke lapangan.

Harapan untuk Pemulihan Cepat dan Kembali Beraksi

Meskipun harus mundur dengan berat hati, keputusan yang diambil oleh Indra Wijaya dan tim medis adalah yang terbaik untuk Anthony Ginting. Kesehatan atlet adalah yang utama, dan memaksakan diri bertanding dalam kondisi tidak fit hanya akan memperparah cedera dan membahayakan karier.

Para penggemar bulutangkis Indonesia tentu berharap Ginting bisa segera pulih total dari cedera pinggang ini. Semangat dan dukungan dari seluruh masyarakat akan menjadi motivasi tambahan bagi Ginting untuk bangkit kembali. Kita semua menantikan kembalinya Anthony Sinisuka Ginting ke lapangan dengan performa terbaiknya, siap bersaing di level tertinggi dan mengharumkan nama bangsa. Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan Ginting bisa segera kembali beraksi dengan kekuatan penuh.

banner 325x300