Dunia tenis kembali dibuat terkesima dengan munculnya talenta baru dari Indonesia. Janice Tjen, petenis putri kebanggaan Tanah Air, berhasil mengukir sejarah dengan mengantongi empat gelar bergengsi di ajang WTA Tour. Prestasi fenomenal ini diraih dalam waktu yang relatif singkat, membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di kancah olahraga raket internasional.
WTA Tour sendiri bukanlah sembarang turnamen. Ini adalah level tertinggi dalam piramida kejuaraan tenis putri global, yang diselenggarakan langsung oleh Asosiasi Tenis Wanita (WTA). Di bawahnya, ada WTA 125 dan ITF Tour, yang menjadi pijakan awal bagi para petenis untuk menapaki karier profesional mereka.
WTA Tour juga memiliki hierarki kelasnya sendiri, mulai dari WTA 250, WTA 500, WTA 1000, hingga WTA Finals yang menjadi puncak kompetisi akhir tahun. Belum lagi deretan turnamen Grand Slam yang paling prestisius, seperti Australia Open, French Open, Wimbledon, dan US Open. Meraih gelar di level ini adalah impian setiap petenis profesional, dan Janice Tjen telah membuktikan kemampuannya.
Hingga saat ini, Janice Tjen telah mengoleksi empat titel juara di kancah WTA Tour. Koleksi gelarnya terdiri dari satu gelar di sektor tunggal putri dan tiga gelar di sektor ganda putri. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menunjukkan adaptasi dan ketangguhan Janice di berbagai format pertandingan.
Mari kita bedah satu per satu empat gelar yang berhasil diraih oleh petenis muda berbakat ini. Setiap kemenangan memiliki ceritanya sendiri, penuh perjuangan dan determinasi yang patut diacungi jempol.
Perjalanan Gemilang Janice Tjen di WTA Tour
1. Guangzhou Open 2025 (Ganda Putri): Titik Awal Kejayaan
Gelar WTA Tour pertama Janice Tjen datang dari Negeri Tirai Bambu, tepatnya di Guangzhou Open 2025. Ini adalah momen bersejarah bagi petenis berusia 23 tahun ini, menandai debut kemenangannya di level tertinggi. Ia berpasangan dengan petenis berpengalaman dari Polandia, Katarzyna Piter, membentuk duet yang solid dan tak terduga.
Perjalanan mereka di turnamen ini sama sekali tidak mudah. Berstatus sebagai pasangan non-unggulan, Janice dan Piter harus menghadapi tantangan berat sejak awal. Mereka berhasil menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan unggulan pertama, Quinn Gelason dan Elena Pridankina, di babak perempat final. Kemenangan ini membuktikan bahwa status unggulan hanyalah angka di atas kertas.
Puncak perjuangan mereka terjadi di partai final. Janice dan Piter berhasil mengalahkan pasangan Eudice Chong dan Liang En Shuo dengan skor ketat 3-6, 6-3, 10-5. Yang lebih menakjubkan, mereka selalu menuntaskan kemenangan dengan tiga set sejak babak pertama hingga final. Ini menunjukkan mental baja dan kemampuan mereka untuk bangkit di momen-momen krusial.
2. Chennai Open 2025 (Tunggal Putri): Dominasi di Sektor Individu
Tak butuh waktu lama bagi Janice untuk kembali merasakan manisnya kemenangan. Hanya berselang satu pekan setelah gelar ganda di Guangzhou, ia berhasil meraih gelar pertamanya di sektor tunggal level WTA Tour, kali ini di Chennai Open 2025. Ini adalah bukti nyata dari fleksibilitas dan kemampuan Janice untuk bersinar baik secara individu maupun berpasangan.
Sebagai unggulan keempat, Janice harus berjuang ekstra keras sejak babak pertama. Ia dihadapkan pada serangkaian pertandingan rubber set melawan petenis-petenis tangguh dari Eropa, menguji ketahanan fisik dan mentalnya. Perjalanan menuju final semakin menantang ketika ia harus melewati duel alot melawan jagoan Thailand, Lanlana Tararudee, di babak semifinal.
Di partai puncak, Janice menunjukkan kelasnya dengan menundukkan Kimberly Birrel. Ia berhasil mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 6-4 dan 6-3. Gelar tunggal ini tidak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu petenis tunggal yang patut diperhitungkan di masa depan.
3. Chennai Open 2025 (Ganda Putri): Pesta Kemenangan Ganda di India
Chennai seolah menjadi saksi bisu dominasi Janice Tjen. Setelah berhasil membawa pulang gelar di sektor tunggal, ia tidak berhenti di situ. Janice kembali mengamankan gelar di sektor ganda putri, melengkapi pesta kemenangannya di India. Kali ini, ia berpasangan dengan sesama petenis kebanggaan Indonesia, Aldila Sutjiadi.
Duet Janice dan Aldila menjadi kekuatan yang menakutkan di turnamen tersebut. Mereka yang menjadi unggulan kedua, menunjukkan performa yang konsisten dan tak tertandingi. Di partai final, mereka berhasil mengalahkan unggulan pertama, pasangan Storm Hunter dan Monica Niculescu, dengan skor 7-5 dan 6-4. Kemenangan ini semakin memperkuat ikatan dan sinergi antara petenis-petenis putri Indonesia di kancah internasional.
Kombinasi antara pengalaman Aldila dan semangat muda Janice terbukti menjadi resep sukses. Kemenangan ini tidak hanya menambah gelar bagi Janice, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antar atlet Indonesia mampu menghasilkan prestasi gemilang di panggung dunia.
4. Hobart International 2026 (Ganda Putri): Konsistensi di Awal Tahun Baru
Memasuki tahun 2026, momentum kemenangan Janice Tjen tidak surut. Ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih gelar di Hobart International 2026, yang berlangsung di Australia. Kali ini, ia kembali berpasangan dengan partner lamanya, Katarzyna Piter, membuktikan bahwa duet mereka adalah kombinasi yang mematikan.
Perjalanan Janice dan Piter di Hobart juga diwarnai perjuangan sengit. Mereka sempat harus bermain rubber set pada babak pertama dan perempat final, menunjukkan bahwa setiap kemenangan harus diraih dengan kerja keras. Namun, mental juara mereka teruji ketika berhasil mengalahkan unggulan ketiga, Eri Hozumi dan Wu Fang Hsien, di babak semifinal.
Di laga puncak, Janice dan Piter menghadapi sesama pasangan non-unggulan, Magali Kempen dan Anna Siskova. Dengan performa yang solid, mereka berhasil mengunci kemenangan dengan skor dominan 6-2 dan 6-2. Gelar ini menjadi awal yang manis untuk tahun 2026, sekaligus menegaskan bahwa Janice Tjen adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di sektor ganda putri.
Masa Depan Cerah Tenis Indonesia Bersama Janice Tjen
Empat gelar WTA Tour dalam waktu yang singkat adalah pencapaian luar biasa bagi seorang petenis berusia 23 tahun. Janice Tjen telah membuktikan bahwa ia memiliki paket lengkap: talenta, mental baja, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Ia mampu bersinar baik di sektor tunggal maupun ganda, berpasangan dengan rekan yang berbeda, dan menaklukkan berbagai tantangan.
Keberhasilan Janice ini tentu membawa angin segar bagi dunia tenis Indonesia. Ia menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda lainnya untuk terus bermimpi dan bekerja keras. Dengan potensi yang dimilikinya, bukan tidak mungkin Janice Tjen akan terus menorehkan prestasi yang lebih tinggi, bahkan mungkin di turnamen Grand Slam.
Perjalanan Janice Tjen baru saja dimulai. Dengan dukungan penuh dari penggemar dan federasi, ia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu petenis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Mari kita terus dukung dan saksikan setiap langkahnya, karena bintang baru tenis Indonesia ini siap menggemparkan dunia lebih jauh lagi!


















