banner 728x250

Misteri ‘Kutukan’ Marc Marquez di MotoGP Mandalika: Calon Juara Dunia Kok Selalu Apes?

Tiga pembalap MotoGP di podium Sirkuit Mandalika 2023.
Sirkuit Mandalika jadi momok Marquez di tengah potensi juara dunia MotoGP 2025.
banner 120x600
banner 468x60

Marc Marquez, sang pembalap berjuluk The Baby Alien, kini berada di ambang sejarah untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Dengan performa gemilang sepanjang musim, namanya menjadi yang paling difavoritkan untuk merengkuh trofi bergengsi tersebut. Namun, di tengah gemuruh euforia dan harapan tinggi, ada satu sirkuit yang selalu menjadi momok baginya: Sirkuit Internasional Mandalika.

Seolah ada ‘kutukan’ tak kasat mata, setiap kali balapan di tanah Lombok, nasib sial selalu menghampiri pembalap tim pabrikan Ducati ini. Padahal, kesempatan untuk mengunci gelar juara dunia bisa saja terjadi di sirkuit kebanggaan Indonesia ini, menambah drama dan tekanan tersendiri bagi Marquez.

banner 325x300

Mandalika: Sirkuit Paling ‘Horor’ Versi Marc Marquez

Marquez sendiri tak sungkan mengakui betapa sulitnya menaklukkan lintasan di Mandalika. Ia bahkan menempatkan sirkuit ini dalam daftar teratas trek yang paling menantang dan memeras tenaga baginya. Sebuah pengakuan jujur dari seorang pembalap yang dikenal tak kenal takut.

"Mandalika, bersama dengan Sepang," ucap Marquez, seperti dilansir dari Crash, saat membeberkan soal sirkuit yang paling susah menurutnya. Pernyataan ini tentu menarik perhatian, mengingat reputasinya sebagai salah satu pembalap terhebat sepanjang masa yang sudah menaklukkan berbagai sirkuit dunia.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat Mandalika begitu istimewa dan sulit bagi sang juara dunia delapan kali ini? Jawabannya cukup sederhana, namun memilukan: ia belum pernah menyelesaikan balapan utama di sana. Sebuah catatan yang kontras dengan dominasinya di banyak sirkuit lain.

Jejak Kelam Marquez di Sirkuit Mandalika (2022-2024)

Sejak debutnya sebagai tuan rumah MotoGP pada tahun 2022, Sirkuit Mandalika selalu menyisakan cerita pahit bagi Marquez. Tahun pertama, ia bahkan tak bisa ikut start balapan utama, sebuah pukulan telak bagi pembalap sekaliber dirinya.

Kecelakaan parah pada sesi warm-up membuatnya didiagnosis menderita diplopia atau penglihatan ganda, dan dinyatakan tidak fit untuk balapan. Sebuah awal yang buruk dan traumatis bagi hubungannya dengan Mandalika, meninggalkan jejak kelam di memori para penggemar.

Semusim kemudian, pada MotoGP Mandalika 2023, nasib Marquez tak kunjung membaik. Ia terjatuh saat sprint race dan juga pada balapan utama, membuatnya gagal menuntaskan kedua balapan tersebut. Harapan yang pupus di tengah antusiasme penonton Indonesia yang membludak.

Puncaknya, di MotoGP Mandalika 2024, harapan sempat membumbung tinggi. Marquez berhasil naik podium di sprint race, menunjukkan secercah harapan bahwa ‘kutukan’ itu akan segera berakhir. Namun, lagi-lagi, masalah mesin memaksanya tidak bisa menuntaskan balapan hari Minggu, menambah daftar panjang kesialannya di sirkuit ini.

Ambisi Marquez untuk ‘Pecah Telur’ di Mandalika 2025

Meski selalu dihantui nasib sial, semangat Marquez tak pernah padam. Ia memiliki ambisi besar untuk memutus rantai ‘kutukan’ ini di MotoGP Mandalika 2025. Ini bukan sekadar balapan biasa, melainkan sebuah misi pribadi untuk menaklukkan demonnya sendiri.

"Saya harap [musim ini di Mandalika] bisa finis untuk kali pertama pada balapan hari Minggu dan kita lihat apakah kami bisa berada di podium," katanya penuh harap. Targetnya jelas: menyelesaikan balapan dan, jika memungkinkan, naik podium untuk pertama kalinya di balapan utama Mandalika.

Mandalika kini tercatat sebagai salah satu dari tiga sirkuit di mana Marquez belum pernah merasakan manisnya kemenangan, selain Balaton Park dan Portimao. Sebuah daftar yang ingin segera ia hapus, membuktikan bahwa ia bisa menaklukkan setiap lintasan.

Perbandingan dengan Sirkuit ‘Sulit’ Lain: Sepang dan Portimao

Selain Mandalika, Marquez juga menyebut Sepang sebagai trek yang sulit. Namun, ada perbedaan signifikan: di Sepang, ia pernah dua kali juara dari sepuluh kali balapan di MotoGP Malaysia. Ini menunjukkan bahwa kesulitan di Sepang masih bisa ia taklukkan, tidak seperti di Mandalika yang seolah-olah memiliki daya tarik negatif khusus baginya.

Balaton Park dan Portimao juga menjadi PR tersendiri bagi Marquez, menambah daftar sirkuit yang belum ia taklukkan. Namun, Mandalika memiliki cerita yang lebih dramatis dan personal baginya, mengingat insiden-insiden yang terjadi di sana.

"Jadi Mandalika, juga Sepang, mungkin adalah trek tersulit, tetapi Anda tidak pernah tahu," ujarnya. Marquez menambahkan bahwa di setiap balapan akan selalu ada pembalap yang sangat cepat, menuntut adaptasi dan performa maksimal dari setiap kontestan.

"Yang paling penting adalah berada di grup pembalap-pembalap tercepat," pungkasnya. Filosofi ini menunjukkan bahwa fokus utamanya adalah konsistensi dan adaptasi, terlepas dari sejarah buruk di sirkuit tertentu. Ia harus bisa bersaing di barisan depan, apa pun tantangannya.

Dengan gelar juara dunia MotoGP 2025 yang sudah di depan mata, performa Marc Marquez di Mandalika akan menjadi sorotan utama. Apakah ia akan berhasil memutus ‘kutukan’ yang selama ini menghantuinya dan meraih podium pertamanya di balapan utama? Atau justru Mandalika akan kembali menjadi batu sandungan yang menguji mental dan ketangguhannya? Kita tunggu saja aksi The Baby Alien di Sirkuit Internasional Mandalika Pertamina yang penuh drama dan emosi.

banner 325x300