PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menunjukkan taringnya sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, terhitung sejak diluncurkan pemerintah pada 24 Oktober hingga 30 November 2023, BTN berhasil menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp1,3 triliun. Angka fantastis ini membuktikan dominasi BTN di sektor krusial ini.
Keberhasilan BTN bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan dari peran vital perseroan dalam mendukung ekosistem perumahan nasional, mulai dari pengembang skala besar hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan posisi BTN sebagai rujukan utama bagi pelaku industri properti yang membutuhkan dukungan pembiayaan.
"Kredit Program Perumahan menjadi solusi yang menarik bagi pelaku usaha sektor perumahan termasuk untuk skala UMKM," kata Nixon. Ia menambahkan bahwa BTN memiliki keahlian dan pengalaman yang tak tertandingi di bidang ini, menjadikannya mitra terpercaya bagi ribuan pengembang di seluruh Indonesia.
BTN Mendominasi Pasar Kredit Perumahan Nasional
Secara nasional, program KPP ini telah disalurkan oleh sembilan bank penyalur dengan total mencapai Rp2,09 triliun hingga akhir November 2023. Data dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menunjukkan bahwa sebagian besar penyaluran tersebut, yakni Rp1,94 triliun, berasal dari kredit sisi supply (pasokan), sementara sisi demand (permintaan) menyumbang Rp149,69 miliar.
Yang menarik, dari total penyaluran nasional tersebut, BTN berhasil menguasai lebih dari 61 persen porsi pasar. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menegaskan posisi BTN sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam pembiayaan perumahan di Tanah Air. Angka ini sekaligus menjadi bukti kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap kinerja dan komitmen BTN.
Dominasi ini didorong oleh tingginya kebutuhan pembiayaan dari pelaku usaha properti di berbagai segmen. Selain itu, pengalaman BTN selama 75 tahun dalam membangun ekosistem perumahan dan kemitraan dengan lebih dari 7.000 pengembang menjadi modal utama yang tak ternilai. Jaringan luas dan pemahaman mendalam tentang pasar membuat BTN selalu selangkah di depan.
Kunci Sukses BTN: Pengalaman dan Ekosistem Kuat
Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa posisi BTN sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan bukanlah sekadar klaim. Ini adalah hasil dari dedikasi dan inovasi selama puluhan tahun untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat Indonesia. Keahlian yang mendalam di bidang ini membuat BTN mampu merancang produk pembiayaan yang relevan dan menarik.
"BTN memiliki expertise di bidang ini," tegas Nixon. Expertise ini mencakup pemahaman menyeluruh tentang siklus bisnis properti, risiko yang terkait, serta kebutuhan spesifik para pengembang dan UMKM. Dengan demikian, BTN tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memberikan solusi yang tepat sasaran.
Kemitraan yang terjalin erat dengan lebih dari 7.000 pengembang di seluruh Indonesia juga menjadi pilar kekuatan BTN. Jaringan ini memungkinkan BTN untuk menjangkau berbagai proyek perumahan, mulai dari yang berskala kecil hingga proyek-proyek besar. Hubungan baik yang telah terbangun selama puluhan tahun ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan menguntungkan.
Minat Tinggi dari Sektor Supply: Pengembang Jadi Prioritas
Salah satu sorotan utama dari penyaluran KPP adalah tingginya minat dari para pelaku usaha perumahan, terutama pengembang, terhadap kredit KPP sisi supply. Data Kementerian PKP pada periode yang sama menunjukkan bahwa sebanyak Rp1,44 triliun disalurkan khusus untuk para pengembang perumahan di sisi supply. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara sektor-sektor lainnya.
Nixon mengungkapkan bahwa pengamatan BTN sejalan dengan data tersebut. Para debitur BTN yang berprofesi sebagai wiraswasta, seperti developer dan kontraktor, sangat membutuhkan skema kredit yang menarik untuk memperluas proyek mereka. KPP sisi supply hadir sebagai jawaban atas kebutuhan modal kerja atau investasi pembangunan rumah.
Bahkan, pengusaha bahan bangunan pun dapat memanfaatkan KPP untuk menambah kapasitas stok mereka, memastikan kelancaran pasokan material. "Dengan potensi yang tinggi ini, kami yakin KPP akan menjadi mesin baru bagi BTN ke depan," ujar Nixon optimis. Ini menunjukkan bahwa KPP tidak hanya mendukung pembangunan rumah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di sektor-sektor pendukungnya.
Jangkauan Luas dan Potensi Pertumbuhan Daerah
BTN tidak hanya berfokus pada pasar-pasar besar di perkotaan. Perseroan secara aktif telah melakukan sosialisasi KPP di berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya? Minat yang tinggi terlihat jelas, sejalan dengan peningkatan kebutuhan terhadap perumahan yang tumbuh bersamaan dengan perekonomian lokal di daerah-daerah tersebut.
Sebagai contoh nyata, wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara dan Sumatera masih menjadi kontributor terbesar untuk kredit KPP BTN sisi supply. Di kedua wilayah ini, jumlah debitur masing-masing telah mencapai lebih dari 100. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut secara langsung memicu permintaan akan hunian dan, pada gilirannya, kebutuhan pembiayaan bagi pengembang.
Sosialisasi yang masif dan penetrasi pasar yang kuat di daerah-daerah strategis ini menjadi kunci keberhasilan BTN dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Dengan demikian, BTN tidak hanya mendukung pembangunan di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga turut serta dalam pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri.
KPP: Andalan BTN untuk Masa Depan Cerah
Melihat potensi dan capaian yang telah diraih, KPP diproyeksikan akan menjadi salah satu andalan utama BTN pada tahun 2026. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp130 triliun untuk program ini, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor perumahan dan UMKM. Alokasi dana yang besar ini tentu menjadi angin segar bagi BTN dan para mitranya.
Selain itu, semakin banyak nasabah wirausaha di BTN yang menunjukkan ketertarikan terhadap KPP. Ini menandakan bahwa program ini benar-benar relevan dan dibutuhkan oleh segmen tersebut. BTN melihat peluang besar untuk terus memperluas jangkauan dan dampak positif KPP di masa mendatang.
Untuk memaksimalkan potensi ini, BTN juga mendorong nasabah wirausaha yang sebelumnya telah memiliki KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mengajukan top up kredit. Top up ini dapat digunakan guna mendukung pengembangan usaha mereka dengan fasilitas KPP, memberikan fleksibilitas dan dukungan finansial tambahan. Ini adalah langkah cerdas untuk memberdayakan nasabah eksisting dan mendorong pertumbuhan bisnis mereka.
Mengenal Lebih Dekat Kredit Program Perumahan (KPP)
Kredit Program Perumahan (KPP) dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang berbeda, baik dari sisi supply maupun demand. Pemahaman mendalam tentang kedua jenis KPP ini penting bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya.
KPP Sisi Supply: Untuk Para Penggerak Pembangunan
KPP sisi supply ditujukan bagi para pelaku usaha perumahan yang menjadi tulang punggung pembangunan hunian. Targetnya meliputi developer (pengembang), kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan. Pembiayaan ini dirancang untuk mendukung modal kerja atau investasi pembangunan rumah, memastikan proyek-proyek dapat berjalan lancar.
Pemerintah mematok plafon KPP sisi supply mulai dari Rp500 juta hingga Rp5 miliar per debitur. Namun, plafon ini dapat ditingkatkan hingga Rp20 miliar, memberikan fleksibilitas bagi proyek-proyek yang lebih besar. Suku bunga yang ditawarkan kepada masyarakat juga sangat kompetitif, yaitu sebesar 5,99 persen.
Untuk tenor, kredit modal kerja dapat dinikmati hingga empat tahun, sementara kredit investasi memiliki tenor hingga lima tahun. Menariknya, tenor ini dapat diperpanjang hingga tujuh tahun, memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk mengelola proyek mereka.
KPP Sisi Demand: Solusi Hunian dan Usaha UMKM
Sementara itu, KPP sisi demand hadir sebagai solusi bagi UMKM individu atau badan usaha yang membutuhkan kredit untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah. Uniknya, rumah yang dibiayai ini seringkali juga berfungsi sebagai tempat usaha mereka, menjadikannya investasi ganda yang strategis.
KPP sisi demand memiliki plafon maksimal Rp500 juta, disesuaikan dengan segmen dan tujuan peruntukannya. Ini memastikan bahwa pembiayaan tepat sasaran untuk kebutuhan UMKM. Suku bunga yang ditetapkan juga sangat menarik, yaitu 6 persen efektif per tahun dan bersifat tetap (fixed) selama lima tahun.
Dengan suku bunga fixed ini, UMKM mendapatkan kepastian angsuran yang sangat membantu dalam perencanaan keuangan mereka. Tenor yang tersedia pun cukup panjang, hingga 20 tahun, memungkinkan angsuran yang lebih ringan dan terjangkau. KPP sisi demand ini benar-benar menjadi jembatan bagi UMKM untuk memiliki hunian sekaligus mengembangkan usahanya.
Dengan berbagai keunggulan dan dukungan pemerintah, Kredit Program Perumahan melalui BTN bukan hanya sekadar fasilitas pembiayaan. Ini adalah lokomotif penggerak sektor perumahan dan UMKM, membuka peluang baru dan mewujudkan impian jutaan masyarakat Indonesia. BTN, dengan pengalaman dan komitmennya, siap terus menjadi garda terdepan dalam misi mulia ini.


















