PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mencuri perhatian publik dengan pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada Senin, 22 Desember mendatang. Kabar ini datang di tengah performa keuangan perseroan yang sangat impresif, di mana laba bersih BSI berhasil menembus angka fantastis Rp5,57 triliun hingga kuartal III 2025. Tentu saja, pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi para investor dan nasabah setia BSI.
RUPSLB ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen penting untuk meninjau arah strategis dan keputusan krusial perusahaan. Dengan pertumbuhan laba yang melonjak signifikan, banyak pihak menantikan agenda apa saja yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Apakah ada kejutan atau keputusan besar yang akan memengaruhi masa depan bank syariah terbesar di Indonesia ini?
RUPSLB BSI: Catat Tanggal Pentingnya!
Pengumuman resmi terkait RUPSLB BSI ini telah dirilis melalui keterbukaan informasi pada Kamis, 13 November lalu. Selanjutnya, pemanggilan resmi kepada para pemegang saham dipublikasikan pada Senin, 28 November, melalui situs Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta laman resmi perseroan. Ini menunjukkan transparansi dan komitmen BSI dalam menjaga komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Bagi kamu yang merupakan pemegang saham BSI, ada tanggal penting yang wajib dicatat. Hanya pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada Minggu, 27 November 2025, pukul 16.15 WIB, yang berhak hadir dan memberikan suara dalam rapat tersebut. Pastikan namamu sudah terdaftar agar tidak ketinggalan kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting ini.
Kesempatan Emas: Usulkan Agendamu Sebelum Terlambat!
Menariknya, BSI juga membuka pintu lebar bagi para pemegang saham untuk aktif berkontribusi. Perseroan memberikan kesempatan untuk mengusulkan mata acara rapat hingga Jumat, 21 November 2025, pukul 16.00 WIB. Ini adalah peluang emas bagi kamu untuk menyuarakan ide atau masukan yang konstruktif demi kemajuan BSI.
Proses pengusulan mata acara ini harus sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar perseroan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.15/POJK.04/2020. Jadi, pastikan usulanmu memenuhi semua persyaratan yang berlaku agar dapat dipertimbangkan dalam agenda RUPSLB. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja!
Partisipasi Elektronik: Lebih Mudah dan Efisien
Di era digital ini, BSI juga mengedepankan kemudahan bagi para pemegang saham. Pelaksanaan RUPSLB akan dilakukan secara elektronik melalui sistem eASY.KSEI, sesuai dengan ketentuan POJK No.14 Tahun 2025 yang mengatur pelaksanaan e-RUPS. Ini tentu sangat memudahkan pemegang saham yang mungkin memiliki keterbatasan waktu atau lokasi.
Fasilitas e-proxy dan e-voting juga telah tersedia dan dapat digunakan mulai 28 November hingga 19 Desember 2025, pukul 12.00 WIB. Dengan demikian, kamu bisa memberikan suara atau mewakilkan hak suara secara digital, memastikan partisipasimu tetap terhitung tanpa harus hadir secara fisik. Ini adalah langkah maju BSI dalam adaptasi teknologi dan pelayanan kepada pemegang saham.
Kinerja BSI Bikin Melongo: Laba Bersih Tembus Rp5,57 Triliun!
Di balik agenda RUPSLB yang akan datang, BSI punya kabar gembira yang patut dirayakan. Menjelang RUPSLB, BSI mencatat kinerja keuangan yang sangat stabil dan impresif hingga kuartal III 2025. Laba bersih perseroan berhasil mencapai sekitar Rp5,57 triliun, sebuah angka yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa.
Angka tersebut meningkat 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari strategi bisnis yang tepat, efisiensi operasional, dan kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Ini membuktikan bahwa BSI semakin kokoh di industri perbankan syariah.
Aset dan DPK BSI Ikut Meroket, Bukti Kepercayaan Nasabah?
Tak hanya laba bersih, total aset BSI juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga kuartal III 2025, total aset BSI tumbuh menjadi Rp416,56 triliun, naik dari Rp408,61 triliun pada akhir tahun 2024. Peningkatan aset ini menunjukkan ekspansi bisnis dan kekuatan finansial yang semakin solid.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan yang mengesankan, yaitu 15,66 persen, mencapai sekitar Rp348 triliun. Kenaikan DPK ini sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi dan preferensi nasabah terhadap layanan digital BSI. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman bertransaksi dengan BSI.
Pembiayaan Tumbuh Pesat, NPF Makin Sehat!
Di sisi pembiayaan, BSI juga tidak kalah cemerlang. Pembiayaan yang disalurkan mencapai sekitar Rp300 triliun, tumbuh 12,65 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa BSI terus berperan aktif dalam mendukung berbagai sektor ekonomi melalui penyaluran pembiayaan yang sesuai prinsip syariah.
Yang lebih menggembirakan, kualitas pembiayaan BSI juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross berhasil turun ke posisi 1,84 persen. Penurunan NPF ini adalah indikator penting bahwa manajemen risiko BSI berjalan dengan baik, menjaga kesehatan portofolio pembiayaan perseroan.
Pendapatan Berbasis Bagi Hasil dan Jual Beli Melonjak Signifikan
Peningkatan kinerja BSI juga tercermin dari pertumbuhan pendapatan berbasis bagi hasil yang mencapai Rp7,45 triliun. Sementara itu, pendapatan jual beli juga tidak kalah moncer, dengan angka Rp10,94 triliun. Kedua jenis pendapatan ini menjadi tulang punggung utama dalam mendongkrak profitabilitas BSI.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan pada segmen ritel dan wholesale. Selain itu, kontribusi bisnis emas dan layanan haji juga menjadi salah satu penggerak utama pembiayaan konsumer BSI. Diversifikasi produk dan layanan ini terbukti efektif dalam menarik minat nasabah dan meningkatkan pendapatan.
Prospek Cerah BSI di Tengah Dinamika Ekonomi Syariah
Dengan kinerja keuangan yang solid dan strategi bisnis yang adaptif, prospek BSI ke depan terlihat sangat cerah. Bank syariah terbesar di Indonesia ini terus menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh dan berinovasi di tengah dinamika ekonomi global dan preferensi masyarakat yang semakin condong ke layanan syariah.
Keberhasilan BSI dalam mencetak laba bersih yang meroket, pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan yang sehat, menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemegang saham. BSI tidak hanya sekadar bank, tetapi juga pilar penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Pentingnya Partisipasi Pemegang Saham dalam RUPSLB
Melihat semua pencapaian dan potensi BSI, partisipasi aktif pemegang saham dalam RUPSLB menjadi sangat krusial. Rapat ini adalah wadah untuk bersama-sama menentukan arah dan strategi BSI di masa depan, memastikan bank ini terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan sukses BSI. Catat tanggalnya, siapkan usulanmu, dan manfaatkan fasilitas e-RUPS untuk berpartisipasi. Suaramu sangat berarti dalam membentuk masa depan BSI sebagai lokomotif ekonomi syariah Indonesia.


















