Sabtu, 20 September 2025 – Kabar gembira datang dari dunia bulutangkis Indonesia! Setelah penantian panjang, Djarum Foundation, melalui Presiden Director Victor Hartono, secara resmi mengumumkan kembalinya mereka sebagai pendukung utama berbagai turnamen bergengsi di Tanah Air mulai tahun 2026. Ini adalah berita yang pasti membuat para pecinta bulutangkis tersenyum lebar.
Pengumuman penting ini disampaikan Victor di sela-sela gelaran Polytron Superliga Junior 2025 yang sedang berlangsung. Sebuah sinyal kuat bahwa komitmen Djarum Foundation terhadap pembinaan dan pengembangan bulutangkis nasional tidak pernah padam, bahkan setelah sempat vakum selama enam tahun.
Kembali ke Panggung Utama: Turnamen Apa Saja yang Didukung?
Victor Hartono dengan tegas memaparkan daftar turnamen yang akan kembali mendapatkan sentuhan emas dari Djarum Foundation. Di antaranya adalah Indonesia Masters, Indonesia Open, Sirkuit Nasional (Sirnas), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga World Junior Championship. Ini adalah deretan ajang yang sangat krusial bagi ekosistem bulutangkis Indonesia.
Dukungan ini menandai babak baru setelah absennya Djarum Foundation dari kejuaraan-kejuaraan tersebut selama kurang lebih enam tahun. Periode tersebut tentu meninggalkan kerinduan tersendiri bagi banyak pihak, mengingat jejak rekam mereka yang begitu impresif di masa lalu.
Kunci "Comeback": Sinergi dengan PBSI
Lantas, apa yang membuat Djarum Foundation akhirnya "turun gunung" lagi? Victor Hartono menjelaskan bahwa keputusan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik dengan manajemen PBSI saat ini. Adanya kesamaan visi dan kesepahaman untuk bekerja sama menjadi fondasi utama bagi kembalinya kolaborasi strategis ini.
Sinergi antara pihak swasta yang memiliki rekam jejak panjang dan federasi olahraga adalah kunci untuk memajukan prestasi. Dengan dukungan yang terkoordinasi, diharapkan bulutangkis Indonesia bisa kembali mencapai puncak kejayaan, baik di level domestik maupun internasional.
Mengenang Masa Keemasan: Jejak Djarum Foundation di Bulutangkis
Bagi generasi penggemar bulutangkis yang lebih tua, nama Djarum Foundation sudah tidak asing lagi. Mereka adalah motor penggerak di balik kesuksesan Indonesia Open sejak era 2000-an, disusul Indonesia Masters di era 2010-an. Turnamen-turnamen ini selalu menjadi magnet bagi para pebulutangkis top dunia dan juga penonton.
Indonesia Open, khususnya, beberapa kali terpilih sebagai turnamen dengan penyelenggaraan terbaik di mata BWF. Atmosfer di Istora Gelora Bung Karno saat itu selalu memukau, dengan sorak sorai penonton yang membakar semangat para atlet. Ini adalah bukti nyata bagaimana Djarum Foundation mampu menciptakan standar penyelenggaraan kelas dunia.
Tak hanya turnamen elite, Djarum Foundation juga aktif mengelola Sirkuit Nasional (Sirnas). Ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi bibit-bibit muda bulutangkis Indonesia, menyediakan panggung kompetisi yang konsisten di berbagai kota. Sirnas adalah tulang punggung pembinaan yang vital untuk regenerasi atlet.
Enam Tahun Tanpa Djarum: Sebuah Refleksi
Absennya Djarum Foundation selama enam tahun tentu meninggalkan celah yang cukup terasa. Meskipun turnamen tetap berjalan, sentuhan khas dan standar tinggi yang mereka bawa mungkin dirindukan. Periode ini menjadi pengingat betapa pentingnya peran pihak swasta dalam mendukung kemajuan olahraga nasional.
Kembalinya mereka bukan hanya sekadar dukungan finansial, melainkan juga membawa kembali pengalaman, keahlian, dan semangat untuk mengangkat derajat bulutangkis Indonesia. Ini adalah momentum untuk kembali membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Inovasi Baru: Campus League untuk Talenta Mahasiswa
Selain kembali ke turnamen-turnamen yang sudah dikenal, Djarum Foundation juga punya kejutan lain. Mereka bakal menyelenggarakan ajang Campus League, sebuah kejuaraan antaruniversitas yang menarik. Ini adalah inisiatif yang sangat segar dan patut diacungi jempol.
Campus League tidak hanya berfokus pada bulutangkis, melainkan juga akan mencakup cabang olahraga lain seperti voli, basket, futsal, dan sepak bola. Ini menunjukkan komitmen Djarum Foundation untuk mendukung olahraga secara lebih holistik, menjangkau segmen mahasiswa yang memiliki potensi besar.
Ajang ini bisa menjadi jembatan bagi para atlet muda yang ingin melanjutkan pendidikan sambil tetap berprestasi di bidang olahraga. Kampus-kampus akan menjadi arena baru untuk menemukan dan mengasah talenta-talenta yang mungkin selama ini belum terjamah oleh sistem pembinaan tradisional.
Dampak Positif: Membangkitkan Gairah dan Prestasi
Kembalinya Djarum Foundation membawa harapan besar bagi masa depan bulutangkis Indonesia. Dukungan ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan: Standar turnamen domestik dan internasional di Indonesia bisa kembali ke level terbaik, menarik lebih banyak atlet dan penonton.
- Membuka Peluang Atlet Muda: Sirnas dan Kejurnas yang didukung penuh akan menjadi ajang penting bagi atlet-atlet muda untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, dan meniti karier.
- Meningkatkan Gairah Penggemar: Atmosfer turnamen yang meriah akan kembali, membangkitkan semangat dan kecintaan masyarakat terhadap bulutangkis.
- Mendorong Regenerasi Atlet: Dengan dukungan yang kuat dari hulu ke hilir, proses regenerasi atlet diharapkan berjalan lebih lancar, memastikan Indonesia tidak pernah kekurangan talenta.
Menatap Masa Depan Bulutangkis Indonesia
Pengumuman ini adalah sinyal positif bahwa bulutangkis Indonesia siap melangkah ke babak baru. Dengan kolaborasi antara Djarum Foundation dan PBSI, serta inisiatif baru seperti Campus League, masa depan olahraga tepok bulu di Tanah Air terlihat semakin cerah.
Para penggemar tentu tidak sabar menantikan bagaimana turnamen-turnamen di tahun 2026 akan kembali semarak. Mari kita sambut "comeback" ini dengan optimisme dan harapan bahwa bulutangkis Indonesia akan kembali mengukir sejarah, mengguncang dunia, dan membawa pulang lebih banyak gelar juara!


















