Pergantian kepemilikan dan nama sebuah institusi pendidikan selalu menjadi kabar yang menarik perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, kampus legendaris yang kini resmi berada di bawah pengelolaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Transformasi besar ini diharapkan membawa angin segar bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Sambutan Positif dari Rektor Unisma Bekasi: Optimisme Menjelang Era Baru
Rektor Unisma Bekasi, Amin, menyambut baik keputusan alih kelola kampusnya oleh PP Muhammadiyah. Ia tidak menyembunyikan optimisme tinggi terhadap masa depan Unisma di bawah payung organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Amin berharap, kehadiran Muhammadiyah akan menghadirkan perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dan maju.
Seluruh jajaran dosen, staf, dan karyawan Unisma Bekasi juga merasakan gelombang optimisme yang sama. Mereka percaya penuh pada rekam jejak (track record) Persyarikatan Muhammadiyah yang telah terbukti profesional dan sukses dalam mengelola berbagai institusi pendidikan. Keyakinan ini menjadi modal utama untuk menyongsong babak baru.
Mengapa Muhammadiyah? Rekam Jejak yang Tak Diragukan dalam Pendidikan
Kepercayaan terhadap Muhammadiyah bukanlah tanpa alasan. Sejak lama, Persyarikatan ini dikenal memiliki standar pengelolaan pendidikan yang tinggi, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kualitas akademik, integritas, dan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia selalu menjadi prioritas utama.
Amin menegaskan bahwa gelagat positif sudah sangat terlihat, dengan dukungan penuh yang dijanjikan oleh Muhammadiyah. Ia yakin, pengalaman panjang Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan akan menjadi fondasi kuat bagi Unisma Bekasi untuk melesat lebih jauh. Ini adalah kesempatan emas untuk peningkatan kualitas di segala lini.
Profil Unisma Bekasi: Kampus Legendaris yang Terus Berkembang
Unisma Bekasi bukan sekadar kampus biasa; ia adalah salah satu institusi pendidikan tertua dan terbesar di wilayah Bekasi, bahkan mencakup kawasan timur Jakarta. Dengan sejarah panjangnya, Unisma telah menjadi saksi bisu perkembangan pendidikan di daerah tersebut. Keberadaannya telah melahirkan ribuan alumni yang berkontribusi di berbagai bidang.
Saat ini, Unisma Bekasi memiliki tujuh fakultas yang beragam, meliputi Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa. Tak hanya itu, kampus ini juga dilengkapi dengan Sekolah Pascasarjana yang menawarkan program studi lanjutan.
Secara institusional, Unisma Bekasi telah mengantongi akreditasi "B", sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas standar pendidikan yang baik. Bahkan, beberapa program studi di dalamnya telah meraih akreditasi "Unggul" dan "Baik Sekali," membuktikan keunggulan di bidang-bidang spesifik. Ini menjadi modal berharga bagi Muhammadiyah untuk melanjutkan estafet pengembangan.
Dari Unisma Bekasi Menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI): Visi Besar di Balik Nama Baru
Perubahan paling mencolok dari alih kelola ini adalah rencana pergantian nama. Unisma Bekasi akan segera bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI). Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, dalam sebuah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampus Unisma Bekasi pada Selasa (16/9/2025) lalu.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa alih kelola ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi Muhammadiyah. Tujuannya adalah untuk memperluas peran Persyarikatan dalam bidang pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat jaringan kampus-kampus Muhammadiyah di seluruh Indonesia. UMI diharapkan menjadi mercusuar baru bagi pendidikan Islam modern.
Nama "Universitas Muhammadiyah Indonesia" sendiri membawa pesan yang mendalam. Kampus ini tidak hanya disiapkan untuk menjadi perguruan tinggi unggulan di kancah nasional, tetapi juga memiliki ambisi besar untuk bersaing di tingkat dunia. Ini adalah visi jangka panjang yang akan diwujudkan melalui kurikulum inovatif dan fasilitas berstandar internasional.
Proses alih kelola dan pergantian nama ini, menurut Haedar, akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh dokumen dan persyaratan akan diproses ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mendapatkan pengesahan resmi. Transparansi dan kepatuhan hukum menjadi prioritas utama dalam transisi ini, seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (19/9/2025).
Visi dan Misi: Menuju Perguruan Tinggi Unggulan Dunia dengan Spirit Muhammadiyah
Dengan bergantinya kepemilikan dan nama, Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI) akan mengusung visi yang lebih ambisius. Muhammadiyah berkomitmen untuk menjadikan UMI sebagai pusat keunggulan akademik yang tidak hanya berorientasi pada kualitas pendidikan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Visi ini akan diwujudkan melalui berbagai program strategis. Mulai dari peningkatan kualitas dosen dan staf, pengembangan riset inovatif, hingga perluasan jaringan kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri baik di dalam maupun luar negeri. UMI akan menjadi laboratorium gagasan dan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.
Kurikulum akan terus diperbarui agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan perkembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa akan didorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan jiwa kepemimpinan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi penerus yang kompeten dan berakhlak mulia.
Dampak Positif bagi Pendidikan di Bekasi dan Indonesia
Kehadiran Universitas Muhammadiyah Indonesia di Bekasi diperkirakan akan membawa dampak positif yang signifikan. Bagi masyarakat Bekasi, ini berarti akses ke pendidikan tinggi berkualitas dengan standar Muhammadiyah yang teruji. Peningkatan fasilitas dan program studi akan menarik lebih banyak calon mahasiswa, baik dari dalam maupun luar kota.
Di tingkat nasional, UMI akan menambah daftar panjang perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah berkontribusi besar pada kemajuan bangsa. Dengan visi globalnya, UMI berpotensi menjadi salah satu motor penggerak inovasi dan penelitian yang dapat mengangkat nama Indonesia di kancah internasional. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi.
Masa Depan Cerah: Menanti Kiprah Universitas Muhammadiyah Indonesia
Alih kelola Unisma Bekasi oleh PP Muhammadiyah dan rencana pergantian nama menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia adalah sebuah babak baru yang penuh harapan. Dengan dukungan penuh dari Muhammadiyah dan semangat optimisme dari seluruh civitas akademika, UMI siap menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka.
Kita patut menantikan bagaimana kiprah Universitas Muhammadiyah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Diharapkan, UMI tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat Bekasi, tetapi juga menjadi kontributor utama dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Ini adalah janji masa depan yang cerah bagi pendidikan Indonesia.


















