Di balik gemerlap panggung dan sorotan jutaan pasang mata, tersimpan sebuah rahasia besar yang baru saja terkuak dari keluarga legenda musik metal, Ozzy Osbourne. Dua minggu sebelum penampilan terakhirnya yang monumental bersama Black Sabbath di Birmingham, Inggris, pada 5 Juli 2025, sang Pangeran Kegelapan ternyata sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sebuah pengakuan mengejutkan yang membuat banyak penggemar terhenyak.
Rahasia Terbesar Keluarga Osbourne Terbongkar
Kisah dramatis ini dibongkar langsung oleh keluarga Osbourne dalam siniar "The Osbournes" pada Rabu (12/11) lalu. Sharon Osbourne, istri setia Ozzy yang kini berusia 73 tahun, menjadi sosok yang pertama kali membuka tabir di balik momen-momen menegangkan tersebut. Ia mengakui bahwa kondisi Ozzy saat itu sangat mengkhawatirkan.
Sharon menceritakan, "Ceritanya, saya rasa kalian pun tidak tahu, kami merawatnya di rumah sakit dan kami sangat takut orang-orang akan mengetahuinya." Ketakutan akan bocornya informasi ini ke publik menjadi alasan utama mereka menyembunyikan kondisi sang bintang dari siapa pun, termasuk kerabat terdekat.
Operasi Senyap di Rumah Sakit
Untuk menjaga kerahasiaan, keluarga Osbourne dan pihak rumah sakit bekerja sama secara ekstra ketat. Sharon memuji profesionalisme rumah sakit yang luar biasa dalam membantu mereka menjaga privasi di tengah situasi genting tersebut. Mereka bahkan mengerahkan petugas keamanan khusus untuk memastikan tidak ada informasi yang bocor.
"Jadi kami memiliki semua petugas keamanan dan rumah sakit.. rumah sakit itu luar biasa, sungguh," kata Sharon. "Orang-orang di resepsionis diberi tahu ‘tidak seorang pun, jika mereka meminta Ozzy, dia tidak ada di sini’. ‘Tidak seorang pun diizinkan naik’. Semacam itu." Prosedur ketat ini menunjukkan betapa seriusnya mereka menjaga kondisi Ozzy dari sorotan media.
Insiden "Saudara" yang Bikin Panik
Kerahasiaan yang dijaga ketat itu nyaris saja terbongkar oleh sebuah insiden tak terduga. Sharon mengungkapkan bahwa rumah sakit bahkan memiliki daftar foto dan nama-nama anggota keluarga yang diizinkan untuk menjenguk Ozzy. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang asing menyusup masuk.
Suatu hari, seorang pria datang dan mengaku ingin bertemu "John Osbourne," nama asli Ozzy. Pria tersebut bahkan mengklaim sebagai saudara kandung sang rocker. Tentu saja, pihak rumah sakit langsung menolak permintaannya karena nama pria itu tidak ada dalam daftar yang diizinkan.
Keluarga Osbourne yang panik segera mengirim petugas keamanan untuk menyelidiki identitas pria tersebut. "Saudara perempuan dan laki-laki Ozzy tidak tahu. Jadi saya kirim petugas keamanan dan bilang ‘cari tahu siapa orang ini, dia pasti dari media’," papar Sharon, menggambarkan ketegangan yang mereka rasakan.
Namun, kekhawatiran itu akhirnya berubah menjadi rasa tidak enak hati. Ternyata, pria tersebut memang saudara dari seorang pasien lain bernama John Osbourne yang kebetulan dirawat di rumah sakit yang sama. Sebuah kesalahpahaman yang membuat keluarga Osbourne merasa sangat bersalah, namun juga lega karena rahasia mereka tetap aman.
Kondisi Kesehatan yang Dirahasiakan
Meskipun keluarga telah membuka rahasia perawatan intensif ini, mereka memilih untuk tidak mengungkapkan penyebab pasti mengapa Ozzy harus dirawat jelang konser terakhirnya. Namun, satu hal yang jelas, kesehatan sang Pangeran Kegelapan saat itu memang sudah sangat menurun. Kondisi ini tentu saja menambah beban emosional bagi keluarga.
Meski demikian, Ozzy bersikeras untuk tetap tampil di panggung bersama Black Sabbath. Keinginannya untuk memberikan perpisahan yang berkesan bagi para penggemar jauh lebih besar daripada rasa sakit atau kelemahannya. Ini menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang luar biasa dari seorang legenda.
Putra bungsu Ozzy, Jack Osbourne, turut mengonfirmasi tekad ayahnya. "Bukan kami memaksanya, mendorong ke luar sana untuk melakukan pertunjukan ini," kata Jack. "Ayah bersikeras.. dia yang mengendalikan acaranya. Dia bilang dia tahu persis apa yang dia inginkan. Ya, dan dia bertekad melakukannya."
Momen Perpisahan Sang Pangeran Kegelapan
Penampilan terakhir Ozzy Osbourne bersama Black Sabbath pada 5 Juli 2025 di Birmingham, Inggris, menjadi momen yang tak terlupakan. Konser bertajuk "Back to the Beginning" itu bukan hanya menjadi perpisahan bagi Black Sabbath, tetapi juga menjadi panggung terakhir bagi Ozzy yang telah berjuang melawan penyakit Parkinson sejak didiagnosis pada 2020.
Konser perpisahan ini disaksikan oleh sekitar 42 ribu penonton yang memadati stadion Villa Park, Birmingham. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada band legendaris dan sang vokalis ikonik. Momen itu pasti sangat emosional, mengingat kondisi kesehatan Ozzy yang dirahasiakan sebelumnya.
Dengan segala keterbatasan fisik, Ozzy tetap tampil memukau, memberikan seluruh energinya untuk para penggemar setia. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata dari semangat pantang menyerah dan kecintaannya yang mendalam terhadap musik dan para penggemar. Sebuah perpisahan yang penuh haru dan kebanggaan.
Warisan Abadi Ozzy Osbourne
Ozzy Osbourne meninggal dunia dalam usia 76 tahun, beberapa pekan setelah penampilan terakhirnya yang heroik. Kabar duka ini diumumkan oleh pihak keluarga, meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Namun, warisan yang ditinggalkan oleh Prince of Darkness ini akan terus hidup.
Sebagai vokalis Black Sabbath, Ozzy berada di garda terdepan kancah heavy metal. Ia bukan hanya seorang musisi, melainkan juga ikon budaya yang membentuk genre musik baru. Penampilannya di panggung yang teatrikal dan seringkali kontroversial, seperti aksi menggigit kepala kelelawar, menjadikannya sosok yang tak terlupakan.
Julukan "Prince of Darkness" atau Pangeran Kegelapan melekat erat padanya, mencerminkan citra misterius dan pemberontak yang ia usung. Ozzy Osbourne telah mengukir namanya dalam sejarah musik, menginspirasi jutaan musisi dan penggemar di seluruh dunia. Kisah perjuangannya, baik di atas panggung maupun di balik layar, akan selalu dikenang sebagai bagian dari legenda rock n’ roll.


















