Polda Metro Jaya terus mendalami kasus ledakan misterius di lingkungan SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat (7/11) lalu. Fokus penyelidikan kini tertuju pada pemeriksaan puluhan saksi anak yang berada di lokasi kejadian, sebuah langkah krusial untuk mengungkap tabir di balik insiden tragis ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 46 saksi anak telah dijadwalkan untuk dimintai keterangan. Namun, 10 di antaranya berhalangan hadir dalam pemeriksaan yang berlangsung hari ini, Kamis, menambah tantangan bagi tim penyidik.
Pemeriksaan Saksi Anak di Lokasi Khusus
Pemeriksaan saksi anak ini tidak dilakukan sembarangan, mengingat sensitivitas dan dampak psikologis yang mungkin mereka alami. Penyidik memilih Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jakarta di Jakarta Timur sebagai lokasi.
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan psikologis para saksi anak selama proses penyidikan berlangsung. Pendekatan yang humanis sangat penting agar mereka dapat memberikan keterangan dengan tenang dan akurat tanpa merasa tertekan.
Update Kondisi Korban: 20 Masih Dirawat, Satu Dirujuk ke RSCM
Selain fokus pada saksi, Polda Metro Jaya juga terus memperbarui data kondisi para korban ledakan. Hingga saat ini, 20 orang masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, menunjukkan tingkat keparahan luka yang mereka alami.
Salah satu korban, berinisial L, bahkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan operasi yang lebih mendalam dan intensif. Kondisi ini menyoroti betapa seriusnya dampak ledakan tersebut terhadap kesehatan para siswa.
Penyidikan Masih Berjalan, Menunggu Hasil Digital Forensik
Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa proses penyidikan kasus ini masih terus bergulir dan membutuhkan waktu. Pihak kepolisian tidak ingin terburu-buru dan meminta publik untuk memberikan ruang bagi penyidik agar dapat bekerja secara komprehensif.
Penyelidikan juga mencakup analisis hasil digital forensik yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait penyebab pasti ledakan. Data digital seringkali menjadi kunci untuk mengungkap detail yang tidak terlihat secara kasat mata.
"Kami berharap rekan-rekan sekalian memberi waktu dan ruang bagi para penyidik untuk bisa secara komprehensif hasil dari penyidikan yang sedang ditangani," ujar Budi, menekankan pentingnya proses yang cermat dan tidak tergesa-gesa.
Detail Kondisi Korban yang Bikin Prihatin
Sebelumnya, data korban ledakan SMAN 72 Jakarta menunjukkan angka yang serupa, yaitu 20 pasien yang tersebar di tiga rumah sakit berbeda. Ini menggambarkan skala insiden dan kebutuhan penanganan medis yang luas.
RS Islam Jakarta merawat 13 pasien, RS YARSI menangani enam pasien, dan satu pasien dirawat di RS Polri. Pembagian ini menunjukkan upaya rumah sakit di Jakarta untuk menampung dan memberikan perawatan terbaik bagi para korban.
Luka-luka yang dialami para korban sangat beragam dan serius. Mulai dari luka bakar yang parah, gangguan pendengaran yang bisa berdampak jangka panjang, hingga syok akibat kehilangan darah yang mengancam jiwa.
Bahkan, ada korban yang mengalami cedera kepala serius dan patah tulang tengkorak, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting. Kondisi ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam bagi banyak pihak, terutama keluarga korban dan masyarakat luas.
Jejak Penyelidikan Sebelumnya: Ayah Terduga Pelaku Telah Diperiksa
Sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan yang menyeluruh, Polda Metro Jaya juga telah memeriksa ayah dari ABH, yang diduga sebagai pelaku dalam insiden ledakan ini. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap motif dan kronologi di balik peristiwa tragis yang menimpa lingkungan sekolah.
Keterangan dari pihak keluarga terduga pelaku diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai latar belakang dan kemungkinan penyebab insiden. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengumpulkan semua bukti dan keterangan yang relevan.
Mengapa Insiden Ini Penting untuk Diungkap Tuntas?
Kasus ledakan di lingkungan sekolah, apalagi yang melibatkan anak-anak sebagai korban dan saksi, menuntut penanganan yang sangat hati-hati dan transparan. Ini bukan hanya tentang mencari pelaku, tetapi juga tentang memahami akar masalahnya.
Pengungkapan tuntas tidak hanya penting untuk keadilan bagi para korban yang kini berjuang memulihkan diri, tetapi juga untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang.
Masyarakat menanti hasil akhir dari penyidikan ini, berharap kebenaran segera terungkap dan semua pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keamanan di sekolah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.


















