banner 728x250

Longsor Maut Guncang Cilacap, Anggota DPR PDIP Ini Langsung Turun Tangan: Bantuan Darurat Langsung Mengalir!

longsor maut guncang cilacap anggota dpr pdip ini langsung turun tangan bantuan darurat langsung mengalir portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar duka menyelimuti Desa Cibeunying, Cilacap, setelah bencana longsor dahsyat menerjang. Tragedi yang merenggut nyawa dan menyebabkan puluhan warga hilang ini sontak menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi XI DPR RI, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra. Tanpa menunggu lama, politikus PDIP ini langsung bergerak cepat mendirikan posko bantuan dan dapur umum di lokasi terdampak.

Melalui tim relawannya, Sobat Kaisar, posko darurat tersebut kini menjadi tumpuan harapan bagi para pengungsi. Mereka menyediakan kebutuhan dasar yang sangat krusial, mulai dari pasokan makanan bergizi hingga layanan kesehatan gratis untuk memastikan kondisi para korban tetap terjaga. Kehadiran posko ini menjadi bukti nyata solidaritas di tengah cobaan berat yang melanda.

banner 325x300

"Di sana sudah terbangun posko dapur umum dan fasilitas kesehatan untuk saudara-saudara kita di dapil," ujar Kaisar saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025). Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memastikan bantuan segera sampai dan meringankan beban warga yang terdampak.

Respons Cepat Anggota DPR untuk Korban Longsor Cilacap

Inisiatif Kaisar Kiasa Kasih Said Putra untuk segera mendirikan posko dan dapur umum di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, adalah langkah proaktif yang patut diapresiasi. Bencana longsor seringkali datang tiba-tiba, meninggalkan kehancuran dan kepanikan, sehingga respons cepat sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa dan memulihkan kondisi. Posko bantuan yang didirikan oleh Sobat Kaisar ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan.

Di dapur umum, para relawan bekerja tanpa lelah menyiapkan ribuan porsi makanan hangat dan bergizi setiap hari. Ini menjadi penopang utama bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan masih dalam kondisi trauma. Selain itu, fasilitas kesehatan yang disediakan juga sangat vital, mengingat risiko penyakit dan cedera yang meningkat pascabencana.

Tim medis di posko siap memberikan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan rutin, serta obat-obatan dasar bagi warga. Kehadiran layanan kesehatan ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan memastikan korban luka mendapatkan penanganan yang layak, memberikan rasa aman di tengah situasi yang serba tidak pasti.

Janji Kehadiran dan Mitigasi Jangka Panjang

Tak hanya mengirimkan bantuan melalui relawan, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra juga berencana untuk turun langsung ke lokasi bencana. Ia dijadwalkan tiba pada Minggu, 16 November 2025, untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan berinteraksi dengan para korban. Kehadiran seorang wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat yang sedang berduka tentu akan memberikan dukungan moral yang besar.

"Insyaallah besok saya sudah bisa berada di tengah-tengah saudara kita yang sedang dilanda musibah," ungkap Kaisar, menunjukkan empati dan keseriusannya dalam menangani masalah ini. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kesempatan untuk memahami secara langsung kebutuhan mendesak yang mungkin belum teridentifikasi.

Lebih dari sekadar bantuan darurat, Kaisar juga memiliki visi jangka panjang untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. "Nanti saya akan cek di lokasi, sekiranya apa yang perlu menjadi perhatian kita berikutnya agar musibah seperti ini bisa diantisipasi dan memiliki mitigasi," sambungnya, menekankan pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan berkelanjutan.

Kronologi dan Dampak Mengerikan Longsor di Cilacap

Bencana longsor yang mengguncang Desa Cibeunying terjadi pada Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Malam itu, ketenangan Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut di Kecamatan Majenang tiba-tiba berubah menjadi kepanikan ketika tanah mulai bergerak dan menimbun sejumlah rumah warga. Suara gemuruh tanah yang longsor menjadi pertanda awal dari malapetaka yang tak terduga.

Longsor tersebut tidak hanya menimbun permukiman, tetapi juga menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada lingkungan sekitar. Sebanyak 12 rumah warga dilaporkan rusak berat dan tidak dapat dihuni lagi, sementara 16 rumah lainnya berada dalam ancaman serius karena lokasinya yang rawan. Area seluas sekitar 6,5 hektare terdampak langsung oleh pergerakan tanah ini, mengubah lanskap desa secara drastis.

Dampak fisik dari longsor ini sangat mengerikan. Material longsor menimbun area permukiman, bahkan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter di beberapa titik. Selain itu, retakan tanah sepanjang 25 meter juga terlihat jelas, mengindikasikan ketidakstabilan geologis yang ekstrem di wilayah tersebut.

Data Korban: Antara Selamat, Luka, dan Hilang

Data sementara setelah kejadian menunjukkan skala tragedi yang memilukan. Total korban yang teridentifikasi mencapai 46 orang, dengan 23 di antaranya berhasil selamat dari terjangan longsor. Namun, kabar duka juga menyelimuti dengan adanya dua korban meninggal dunia yang ditemukan di awal pencarian.

Yang paling memprihatinkan adalah jumlah warga yang dilaporkan hilang, mencapai 21 orang. Proses pencarian terhadap mereka terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan harapan bisa menemukan mereka dalam kondisi selamat. Setiap jam yang berlalu menjadi sangat berharga dalam upaya penyelamatan ini, dan keluarga korban terus menanti kabar dengan cemas.

Beberapa warga juga mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis segera. Maya, Haryanto, dan Andi adalah tiga nama yang disebutkan mengalami cedera dan telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Majenang. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis untuk memastikan pemulihan yang optimal.

Hingga Jumat, 14 November 2025, pukul 11.00 WIB, upaya pencarian membuahkan hasil, namun dengan kabar yang menyedihkan. Tiga korban longsor ditemukan meninggal dunia, menambah daftar panjang duka. Mereka adalah Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45), ketiganya berasal dari Dusun Tarukahan, menjadikan total korban meninggal lima orang, sementara 20 warga lainnya masih dalam pencarian intensif.

Solidaritas dan Harapan di Tengah Bencana

Bencana longsor di Cilacap ini adalah pengingat pahit akan kekuatan alam yang tak terduga. Namun, di tengah kehancuran dan kesedihan, semangat solidaritas dan gotong royong justru semakin menguat. Bantuan yang mengalir dari berbagai pihak, termasuk respons cepat dari Anggota DPR Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, menjadi secercah harapan bagi para korban.

Masyarakat, relawan, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi non-pemerintah bahu-membahu untuk membantu memulihkan kondisi. Proses evakuasi, pencarian korban, penyaluran bantuan, hingga pendampingan psikologis terus dilakukan. Harapannya, dengan dukungan yang terus-menerus, warga Desa Cibeunying dapat bangkit kembali dan membangun kehidupan mereka dari awal.

Pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi pelajaran berharga dari tragedi ini. Edukasi mengenai tanda-tanda longsor, jalur evakuasi, dan pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan harus terus digalakkan. Dengan demikian, kita bisa meminimalisir dampak buruk bencana di masa mendatang dan menciptakan komunitas yang lebih tangguh.

banner 325x300