Di era digital yang serba cepat ini, data bukan lagi sekadar angka, melainkan aset berharga yang mampu membentuk kebijakan dan arah masa depan. Terutama dalam sektor kesehatan dan gizi nasional, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi krusial. Universitas Nusa Mandiri (UNM), sebagai Kampus Digital Bisnis terkemuka, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mencetak talenta dan mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini.
Komitmen tersebut terwujud nyata ketika salah satu dosen Program Studi Sains Data UNM, Nanang Ruhyana, dipercaya menjadi narasumber utama dalam sebuah pelatihan strategis. Pelatihan Data Analyst yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Gizi Nasional ini menjadi sorotan penting bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari berkutat dengan data gizi.
Mengapa Analisis Data Gizi Nasional Begitu Penting?
Data gizi nasional adalah cerminan kesehatan dan kesejahteraan suatu bangsa. Dari data ini, pemerintah dapat mengidentifikasi tren malnutrisi, mengukur efektivitas program intervensi, hingga merumuskan kebijakan pangan yang lebih tepat sasaran. Tanpa analisis yang akurat, data-data ini hanya akan menjadi tumpukan informasi yang tidak bermakna.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi ASN dalam mengelola dan menganalisis data gizi menjadi sebuah keharusan. Mereka adalah garda terdepan yang bertanggung jawab memastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis pada bukti dan data yang valid, bukan sekadar asumsi atau perkiraan. Pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak tersebut.
Dosen UNM Jadi Bintang di Pelatihan Data Analyst Pusdatin
Acara penting ini berlangsung selama seminggu penuh, dari Sabtu hingga Jumat, 8-14 November 2025, di Kantor Pusdatin Badan Gizi Nasional, Jakarta. Nanang Ruhyana, dengan segudang pengalamannya di bidang sains data, memimpin para peserta ASN dalam perjalanan mendalam memahami dunia analisis data.
Para peserta pelatihan adalah ASN yang memiliki peran vital dalam pengelolaan dan analisis data gizi nasional di berbagai instansi. Mereka datang dengan harapan besar untuk mengasah keterampilan dan membawa pulang ilmu yang dapat langsung diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Kehadiran Nanang Ruhyana sebagai narasumber utama tentu menjadi daya tarik tersendiri.
Kurikulum Komprehensif: Dari Statistik Hingga Visualisasi Data Interaktif
Materi yang dibawakan Nanang Ruhyana sangat komprehensif, mencakup seluruh spektrum yang dibutuhkan seorang data analyst modern. Mulai dari fondasi statistik yang kokoh, penguasaan SQL untuk basis data, analisis data canggih menggunakan Python, hingga visualisasi data yang memukau melalui Tableau. Ini adalah paket lengkap yang dirancang untuk mengubah para peserta menjadi ahli data yang handal.
Setiap modul dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga untuk mendorong praktik langsung. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya "tahu" tetapi juga "mampu" melakukan analisis data secara mandiri.
Statistik: Pondasi Kuat untuk Kebijakan Berbasis Data
Pada sesi awal, Nanang mengajak peserta untuk memperkuat pemahaman mereka tentang fondasi statistik. Ini adalah langkah krusial, karena statistik adalah tulang punggung dari setiap analisis data yang valid. Peserta diajak menyelami konsep distribusi data, tendensi pusat, hingga teknik analisis inferensial yang esensial untuk melihat tren gizi nasional secara akurat.
Nanang menegaskan bahwa statistik adalah landasan utama agar kebijakan yang diambil berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa pemahaman statistik yang kuat, analisis data bisa menyesatkan dan berujung pada keputusan yang kurang tepat. Oleh karena itu, sesi ini menjadi gerbang penting menuju analisis data yang lebih mendalam.
SQL: Menggali Harta Karun Data dengan Cepat
Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan SQL (Structured Query Language), bahasa standar untuk berinteraksi dengan basis data. Di sini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung menuliskan query untuk mengekstrak data dari database. Mereka belajar melakukan join, filtering, dan aggregasi agar mampu menyusun dataset yang rapi dan siap dianalisis.
Kemampuan SQL sangat vital bagi ASN yang seringkali harus berhadapan dengan data dalam jumlah besar yang tersimpan di berbagai sistem. Dengan SQL, mereka bisa "menggali" informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan efisien, tanpa perlu menunggu bantuan dari tim IT. Ini adalah keterampilan dasar yang memberdayakan.
Python: Senjata Modern untuk Eksplorasi Data Mendalam
Memasuki tahap analisis modern, Nanang mengajak peserta menggunakan Python, salah satu bahasa pemrograman paling populer untuk sains data. Dengan Python, peserta dibimbing untuk mengolah dan mengeksplorasi data gizi secara lebih mendalam. Mereka belajar membersihkan data, mengolah missing values, hingga menghasilkan insight awal menggunakan pustaka seperti Pandas dan Matplotlib.
Python memungkinkan analisis yang lebih kompleks dan otomatisasi tugas-tugas yang repetitif. Ini adalah "senjata" yang memungkinkan para ASN untuk tidak hanya melihat angka, tetapi juga menemukan pola tersembunyi dan korelasi yang mungkin tidak terlihat dengan metode manual. Transformasi data menjadi informasi berharga dimulai di sini.
Tableau: Mengubah Angka Menjadi Cerita Visual yang Memukau
Sebagai penutup yang tak kalah penting, peserta diperkenalkan pada Tableau, tool visualisasi data yang sangat powerful. Dengan Tableau, mereka diajari cara membuat dashboard interaktif yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Nanang menekankan pentingnya visualisasi yang tepat agar data dapat dipahami lebih mudah oleh pemangku kebijakan dan publik.
Visualisasi data yang baik adalah kunci untuk mengkomunikasikan hasil analisis secara efektif. Angka-angka yang rumit bisa menjadi cerita yang mudah dicerna melalui grafik, peta, dan dashboard yang menarik. Ini memastikan bahwa insight yang ditemukan tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat mempengaruhi keputusan penting.
Pendekatan Praktis yang Mengubah Cara ASN Bekerja
Nanang Ruhyana menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami proses pengelolaan data secara menyeluruh. "Pelatihan ini membantu peserta memahami proses pengelolaan data dari pengumpulan, pembersihan, analisis, hingga penyajian insight yang berguna bagi pengambilan kebijakan," jelas Nanang dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (15/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pendekatan praktis menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. "Peserta tak hanya belajar teori, juga praktik langsung mulai dari penulisan query SQL, eksplorasi data dengan Python, hingga pembuatan dashboard interaktif menggunakan Tableau," paparnya. Ini membuktikan bahwa metode learning by doing adalah yang paling efektif dalam mengasah keterampilan teknis.
Apresiasi dan Visi UNM untuk Ekosistem Data Indonesia
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada dosen UNM dalam kegiatan strategis nasional ini. Baginya, ini adalah bukti nyata pengakuan terhadap kualitas dan kompetensi para pengajar di UNM.
"Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada dosen kami untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting bagi dunia akademik dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di instansi pemerintah," tuturnya. Kolaborasi semacam ini memang sangat dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan kebutuhan praktis di lapangan.
Kontribusi Nyata Kampus Digital Bisnis
Tati Mardiana menegaskan bahwa peran aktif dosen UNM di tingkat nasional merupakan wujud kontribusi konkret Kampus Digital Bisnis UNM dalam memperkuat ekosistem data Indonesia. UNM tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kelas, tetapi juga aktif berperan dalam pengembangan SDM di luar kampus.
"Kami mendorong agar para dosen tidak hanya aktif di ruang kelas, tetapi juga berperan sebagai konsultan dan pelatih di berbagai sektor, sehingga ilmu yang dikembangkan di kampus dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat," pungkasnya. Ini adalah visi besar UNM untuk menjadi pusat keunggulan yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.
Masa Depan Analisis Data Gizi Nasional: Kolaborasi yang Berkelanjutan
Pelatihan ini bukan hanya sekadar acara, melainkan investasi jangka panjang dalam kapasitas SDM Indonesia. Dengan semakin banyaknya ASN yang melek data dan menguasai tool analisis modern, diharapkan kualitas kebijakan dan program gizi nasional akan semakin meningkat. Ini akan berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara institusi pendidikan seperti UNM dan lembaga pemerintah seperti Pusdatin Badan Gizi Nasional adalah model yang patut dicontoh. Ini menunjukkan bagaimana sinergi antara akademisi dan praktisi dapat menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk tantangan-tantangan nasional. Masa depan analisis data gizi nasional terlihat cerah dengan adanya komitmen dan upaya seperti ini.


















