banner 728x250

Hasto PDIP Blak-blakan: Relawan Kesehatan Bukan Ajang Pencitraan, Tapi Panggilan Ideologis!

hasto pdip blak blakan relawan kesehatan bukan ajang pencitraan tapi panggilan ideologis portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, baru-baru ini melontarkan kritik pedas yang menyasar praktik penolongan pasien yang disinyalir hanya bermotif pencitraan semata. Pernyataan ini bukan sekadar gertakan, melainkan penegasan mendalam mengenai esensi sejati dari gerakan kemanusiaan yang diusung partainya.

Hasto menegaskan bahwa komitmen PDIP dalam memperkuat jaringan relawan kesehatan haruslah murni didasari panggilan hidup dan ideologis. Ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada rakyat, bukan demi kepentingan elektoral sesaat yang seringkali mengaburkan tujuan mulia.

banner 325x300

Kritik Tajam Hasto: Antara Pengabdian dan Pencitraan

Dalam sebuah seminar pelatihan relawan kesehatan yang digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (8/11/2025), Hasto dengan tegas menyuarakan pandangannya. Ia menyoroti bahwa aktivitas kemanusiaan tidak boleh dijadikan alat untuk mendulang popularitas atau keuntungan politik jangka pendek.

Acara yang dihadiri oleh ratusan relawan dari Jabodetabek dan Sukabumi ini menjadi panggung bagi Hasto untuk menyuarakan prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap kader dan simpatisan partai. Pesan ini jelas: pelayanan kepada rakyat adalah pengabdian, bukan alat untuk mendulang suara.

Membongkar Motif di Balik Gerakan Kemanusiaan

Hasto menjelaskan bahwa gerakan kemanusiaan yang digagas PDIP memiliki DNA yang berbeda dari kepentingan elektoral belaka. Ia menegaskan bahwa motif di baliknya haruslah murni, lahir dari cinta tanah air, kepedulian terhadap sesama, dan kesadaran akan kebutuhan mendesak rakyat. Ini adalah fondasi yang tak tergoyahkan.

"Menjalankan fungsi kemanusiaan itu bukan elektoral. Elektoral itu pasti akan dapat ketika kita turun ke bawah, menyatu bersama rakyat," jelas Hasto, menyoroti bahwa hasil elektoral adalah konsekuensi alami dari pengabdian tulus. Ini adalah sebuah bonus, bukan tujuan utama.

"Jadi, jangan elektoralnya dulu yang dikedepankan. Jadikan relawan kesehatan ini sebagai panggilan hidup kita, sebagai panggilan ideologis," sambungnya, memberikan penekanan kuat pada nilai-nilai fundamental. Ia ingin relawan berfokus pada esensi pelayanan, bukan pada hitung-hitungan politik.

Relawan Kesehatan PDIP: Lebih dari Sekadar Angka Elektoral

Bagi PDIP, konsep relawan kesehatan bukan sekadar program kerja musiman, melainkan manifestasi nyata dari ideologi gotong royong yang diwariskan oleh Bung Karno. Partai ini percaya bahwa kekuatan sejati sebuah organisasi politik terletak pada kemampuannya untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.

Panggilan ideologis ini berarti relawan tidak hanya bertindak sebagai penyedia bantuan fisik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memahami akar masalah kesehatan di masyarakat. Mereka diharapkan menjadi mata dan telinga partai di lapangan, membawa aspirasi dan keluhan rakyat langsung ke struktur partai.

Hasto secara implisit mengkritik fenomena di mana bantuan sosial atau kegiatan kemanusiaan seringkali dimanfaatkan sebagai ‘panggung’ politik. Ia ingin memastikan bahwa relawan PDIP tidak terjebak dalam jebakan pencitraan yang dangkal, melainkan fokus pada dampak nyata dan berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Visi PDIP adalah membangun jaringan relawan kesehatan yang kuat, terlatih, dan berkesinambungan, yang siap sedia kapan pun dibutuhkan, bukan hanya menjelang pemilihan umum. Ini adalah investasi jangka panjang dalam kemanusiaan, bukan sekadar strategi politik jangka pendek yang bersifat transaksional.

Dukungan Penuh Megawati: Fondasi Gerakan Kemanusiaan

Dukungan penuh dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menjadi fondasi kuat bagi gerakan relawan kesehatan ini. Hasto mengungkapkan bahwa Megawati menyambut baik dan memberikan restu sepenuhnya terhadap inisiatif ini, menunjukkan komitmen partai dari level tertinggi.

Restu Megawati bukan hanya sekadar formalitas, melainkan cerminan dari sejarah panjang PDIP dalam perjuangan pro-rakyat. Sejak era PNI hingga PDIP, partai ini selalu mengedepankan isu-isu kerakyatan dan kesejahteraan sosial sebagai pilar utama perjuangannya, menjadikan pelayanan sebagai identitas.

Dengan dukungan sang Ketua Umum, pesan Hasto semakin kuat dan mengikat bagi seluruh kader. Ini menegaskan bahwa etos pengabdian murni adalah nilai yang tidak bisa ditawar dalam setiap gerak langkah PDIP, menjadi panduan moral bagi setiap anggota.

Tantangan dan Harapan Bagi Relawan Kesehatan

Pesan Hasto ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi para relawan di lapangan. Mereka dituntut untuk tidak hanya memiliki keterampilan medis atau paramedis, tetapi juga integritas moral dan ideologis yang tinggi, memastikan setiap tindakan dilandasi ketulusan.

Harapannya, kritik ini akan menjadi cambuk penyemangat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Relawan diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat tanpa pamrih, membangun kepercayaan, dan memperkuat ikatan emosional dengan rakyat.

Pelatihan yang diselenggarakan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai-nilai luhur. Ini adalah upaya sistematis untuk membentuk karakter relawan yang berjiwa sosial dan berdedikasi tinggi, siap mengabdi kapan saja.

Mengapa Ini Penting? Menjaga Marwah Gerakan Sosial

Dalam lanskap politik yang seringkali diwarnai oleh pragmatisme, penegasan Hasto ini menjadi sangat relevan. Ia mengingatkan semua pihak, tidak hanya internal PDIP, tentang pentingnya menjaga marwah gerakan sosial dan kemanusiaan dari kepentingan politik sesaat yang merusak.

Ketika bantuan kemanusiaan dipolitisasi, esensinya akan luntur dan kepercayaan publik bisa terkikis. Masyarakat akan semakin skeptis terhadap setiap inisiatif yang datang dari partai politik, bahkan yang tulus sekalipun, jika ada motif tersembunyi.

Oleh karena itu, seruan Hasto adalah panggilan untuk kembali pada otentisitas dan kejujuran dalam berinteraksi dengan rakyat. Ini adalah langkah krusial untuk membangun kembali jembatan kepercayaan antara partai politik dan konstituennya, demi kemajuan bersama.

Pada akhirnya, pesan Hasto Kristiyanto adalah sebuah refleksi mendalam tentang tujuan sejati berpolitik. Bukan sekadar memenangkan pemilu, tetapi tentang bagaimana sebuah partai dapat benar-benar menjadi agen perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Ketika pengabdian tulus menjadi prioritas, elektoral akan datang sebagai bonus, bukan sebagai tujuan akhir.

banner 325x300