banner 728x250

Budi Arie Mau Gabung Gerindra, DPC Pematangsiantar: Cari Aman dan Suaka Politik!

budi arie mau gabung gerindra dpc pematangsiantar cari aman dan suaka politik portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, sontak membuat heboh jagat politik setelah secara terbuka menyatakan niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Namun, keinginan ini justru mendapat penolakan keras dari DPC Gerindra Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat dan masyarakat.

Ditolak Mentah-mentah: Gerindra Pematangsiantar Angkat Bicara

banner 325x300

Gusmiyadi, Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar, blak-blakan menolak rencana Budi Arie. Ia memandang langkah tersebut sebagai manuver pragmatis yang bertujuan untuk menjaga eksistensi dan peluang Budi Arie di tengah pusaran kekuasaan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Gusmiyadi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (7/11/2025).

Menurut Gusmiyadi, masyarakat luas menginterpretasikan keinginan Budi Arie bergabung dengan Gerindra sebagai upaya strategis. Tujuannya tak lain untuk melindungi diri dari potensi jeratan kasus hukum yang mungkin mengintai. Di sisi lain, Budi Arie juga diyakini berharap bisa mendapatkan posisi penting di bawah kepemimpinan Prabowo.

"Cari Aman dan Suaka Politik": Tuduhan DPC Gerindra

Anggota DPRD Sumut ini tak ragu menuding Budi Arie sedang mencari "suaka politik" dan "cari aman." Gusmiyadi menegaskan bahwa publik menilai Budi Arie hanya ingin mengamankan posisinya dan menjaga peluang kekuasaan di era pemerintahan Prabowo. Ini menjadi sorotan tajam di tengah komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi.

Kepercayaan publik terhadap Prabowo dikhawatirkan akan menurun jika Gerindra menerima sosok yang dinilai hanya mencari perlindungan politik. Gusmiyadi menekankan bahwa integritas partai harus tetap terjaga, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif seperti korupsi.

Klaim Projo dan Manuver Politik Budi Arie yang Dipertanyakan

Tak hanya soal pragmatisme, Gusmiyadi juga menyoroti klaim Budi Arie terkait logo Projo. Budi Arie sempat mengklaim bahwa logo Projo akan menggantikan logo wajah Jokowi, sekaligus menyanggah bahwa Projo adalah singkatan dari Pro Jokowi. Ia menyebut Projo berarti "rakyat dan negeri."

Manuver ini dinilai Gusmiyadi sebagai langkah yang "tidak beradab" dalam kancah perpolitikan. Perubahan narasi dan klaim tentang arti Projo yang zig-zag ini dianggap tidak pantas dan memicu kebingungan publik. Hal ini menambah daftar pertimbangan penolakan dari DPC Gerindra Pematangsiantar.

Budi Arie Mantap ke Gerindra: "Diminta Presiden Langsung"

Di tengah gelombang penolakan, Budi Arie Setiadi tetap teguh dengan keputusannya. Pengumuman ini ia sampaikan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta pada Sabtu (1/11/2025). Ia bahkan mengklaim bahwa keputusannya untuk berpartai didasari permintaan langsung dari Presiden.

"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi Arie dalam sambutannya. Tanpa ragu, ia kemudian menegaskan pilihannya. "Betul, iya lah, pasti Gerindra," sambungnya, memperjelas arah politiknya.

Respons Pusat: Gerindra Terbuka, Gibran Santai

Berbeda dengan DPC Pematangsiantar, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru menyambut positif niat Budi Arie. Dasco menyampaikan apresiasi atas sikap politik Budi Arie dan Projo yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sejak awal.

"Begini, Projo ini dari awal mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, sebelum malah. Sehingga kita apresiasi, makanya kita hadir sebagai sahabat Projo," ujar Dasco, saat berjumpa awak media di Kongres III Projo. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra sangat terbuka terhadap gelombang dukungan dari manapun, termasuk dari kader-kader Projo. "Kalau Gerindra siap menerima gelombang besar dari manapun, namanya aspirasi tentu kita akan pertimbangkan untuk diakomodir," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai keputusan Budi Arie. Menurut Gibran, setiap individu memiliki hak untuk memilih partai politik mana yang ingin mereka ikuti. Respons Gibran ini menunjukkan sikap netral di tengah polemik yang terjadi antara Budi Arie dan DPC Gerindra Pematangsiantar.

Drama politik ini tentu akan terus menarik perhatian, mengingat posisi Budi Arie sebagai Ketua Umum Projo dan dinamika internal Partai Gerindra. Keputusan akhir mengenai bergabungnya Budi Arie ke Gerindra akan menjadi penentu arah perpolitikan ke depan, serta bagaimana Gerindra menyikapi penolakan dari DPC lokalnya.

banner 325x300