Di tengah hiruk pikuk Jakarta, bahaya kebakaran selalu mengintai, terutama di area padat penduduk. Untungnya, kini ada harapan baru bagi para pelajar untuk menjadi garda terdepan penyelamat diri dan lingkungan mereka. Sebanyak 40 siswa SMPN 63 Jakarta baru saja menyelesaikan program inovatif BrightSafe (Bringing Safety and Fire Awareness to School) yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia.
Program pengabdian masyarakat ini resmi dilaksanakan pada 1 November 2025, menandai langkah maju dalam edukasi keselamatan. Para siswa tidak hanya diajari teori, tetapi juga dilatih dengan metode yang jauh lebih modern dan interaktif. Ini adalah upaya nyata untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang krusial.
Sosok di Balik Inovasi Brilian
Sosok di balik inovasi brilian ini adalah Abdul Kadir MSc, seorang dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Universitas Indonesia. Beliau memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan, memastikan setiap materi tersampaikan dengan efektif dan mudah dipahami oleh para peserta. Visinya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman melalui edukasi yang relevan dan menarik.
Abdul Kadir menjelaskan bahwa pelatihan ini mengombinasikan dua inovasi pembelajaran yang revolusioner. Pendekatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi keselamatan kebakaran di lingkungan sekolah, menjadikannya lebih dari sekadar pelajaran biasa. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya tahu, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.
Teknologi Canggih yang Bikin Belajar Makin Seru
Bayangkan belajar tentang keselamatan kebakaran bukan lagi sekadar membaca buku tebal atau mendengarkan ceramah membosankan. Lewat BrightSafe, siswa diajak berinteraksi langsung dengan simulasi kebakaran menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang super canggih. Seolah-olah mereka berada di lokasi kejadian, namun dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.
Tak hanya itu, ada juga ‘card games-based learning’ yang dirancang khusus untuk program ini. Ini bukan sekadar permainan biasa, melainkan alat edukasi yang membuat materi keselamatan kebakaran jadi lebih mudah dicerna, menyenangkan, dan pastinya, lebih melekat di ingatan. Kombinasi AR dan permainan kartu ini menciptakan pengalaman belajar yang imersif dan efektif.
Dukungan Penuh dari UI: Kunci Keberhasilan
Kesuksesan program BrightSafe tentu tak lepas dari dukungan penuh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI. Institusi pendidikan terkemuka ini memang dikenal selalu mendorong berbagai program berbasis teknologi untuk menjawab tantangan keselamatan yang nyata di masyarakat. Komitmen UI terhadap inovasi sosial patut diacungi jempol.
Abdul Kadir menjelaskan, "Dukungan DPIS UI memungkinkan kami mengembangkan modul AR dan card games yang sangat relevan untuk konteks sekolah di wilayah padat penduduk." Dengan demikian, intervensi keselamatan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan, memastikan manfaatnya terasa jangka panjang bagi komunitas sekolah.
Strategi UI: Kolaborasi dan Dampak Luas
BrightSafe bukan sekadar program pengabdian masyarakat biasa. Ini adalah bagian dari strategi besar UI untuk memperluas dampak positifnya melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan pemanfaatan teknologi edukatif. UI percaya bahwa solusi terbaik seringkali lahir dari sinergi berbagai keahlian dan inovasi.
Pendekatan inovatif ini secara aktif mendorong keterlibatan siswa. Mereka tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi menjadi agen perubahan yang memahami pentingnya respons cepat dalam situasi darurat. Program ini juga membuka peluang untuk integrasi materi keselamatan ke dalam kegiatan sekolah secara rutin, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kurikulum.
Menciptakan Sekolah yang Aman: Peran Siswa dan Integrasi Materi
Dengan metode yang interaktif, siswa diharapkan tidak hanya paham teori, tapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah keselamatan. Ini memperkuat kesadaran kolektif tentang betapa krusialnya respons cepat saat keadaan darurat. Keselamatan bukan lagi tanggung jawab segelintir orang, melainkan menjadi budaya bersama.
Lilis Nurhayati, Kepala SMPN 63 Jakarta, menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan, "Kesiapsiagaan siswa terhadap bahaya kebakaran adalah aspek fundamental dalam menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar aman." Apresiasi dari pihak sekolah ini menunjukkan betapa relevan dan pentingnya program BrightSafe.
Visi Masa Depan: Dari Jakarta Menuju Indonesia
Tim BrightSafe tidak berhenti sampai di sini. Mereka menargetkan penyempurnaan modul secara berkelanjutan dan perluasan program ke lebih banyak sekolah di wilayah prioritas UI. Ini adalah langkah awal menuju dampak yang lebih besar dan lebih luas di masa depan.
Dengan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, BrightSafe berpotensi menjadi model edukasi keselamatan kebakaran yang inovatif, adaptif, dan bisa diterapkan secara nasional. Harapannya, setiap sekolah di Indonesia dapat memiliki siswa-siswa yang ‘jago’ menghadapi kebakaran, menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman untuk semua.


















