banner 728x250

Hasto PDIP Bongkar Potensi Laut RI Rp 20.000 Triliun: NTT Kunci Utama Kemakmuran!

hasto pdip bongkar potensi laut ri rp 20 000 triliun ntt kunci utama kemakmuran portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, baru-baru ini membuat pernyataan yang menggugah. Ia mengungkapkan bahwa potensi laut Indonesia mencapai angka fantastis, yakni USD 1,3 triliun per tahun, atau setara dengan sekitar Rp 20.000 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sebuah janji kemakmuran yang tersembunyi di bawah permukaan laut kita.

Potensi raksasa ini, menurut Hasto, harus dimaksimalkan secara optimal oleh seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu provinsi yang disebut-sebut memiliki peran krusial adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah ini, dengan garis pantainya yang panjang dan gugusan pulaunya, berpotensi menjadi sumber kemakmuran baru bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

banner 325x300

Visi Samudera PDIP: Membangun dari Pesisir

Dalam kunjungan ke Rote, Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya visi kemaritiman. Ia berharap para kader PDIP, khususnya yang bertugas di Kantor PDIP Rote, dapat menjadikan kantor tersebut sebagai pusat pendidikan politik dan pengembangan visi samudera bagi masyarakat setempat. Ini bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa memahami dan mengelola kekayaan laut mereka.

"Agar mereka punya visi samudera, agar mereka punya kemampuan juga untuk mengelola seluruh sumber daya maritim kita," kata Hasto saat peletakan batu pertama pembangunan kantor partai di Rote, Kamis (6/11/2025). Pernyataan ini menunjukkan komitmen PDIP untuk memberdayakan masyarakat pesisir agar menjadi aktor utama dalam pengelolaan potensi maritim.

Sekolah Pelayaran: Mencetak Generasi Penjaga Laut

Perjalanan Hasto dari Kupang ke Rote juga diwarnai dengan berbagai aspirasi dari masyarakat. Salah satu yang paling menonjol adalah harapan akan adanya sekolah pelayaran di NTT yang memiliki fasilitas lengkap. Aspirasi ini sangat relevan mengingat NTT adalah provinsi kepulauan dengan kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil di bidang maritim.

Keberadaan sekolah pelayaran akan menjadi game-changer. Ini akan mendidik anak-anak muda NTT menjadi pelaut ulung, teknisi kapal, atau bahkan ahli perikanan modern. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam mengelola kekayaan laut yang melimpah.

Lontar: Pohon Kehidupan yang Terlupakan?

Di tengah diskusi tentang potensi laut, Hasto juga menyoroti nasib pohon lontar, yang oleh masyarakat Rote disebut sebagai "pohon kehidupan". Tanaman ini, dengan segala manfaatnya dari daun hingga batang, justru menghadapi kesulitan dalam budidaya. Sebuah ironi di tengah kekayaan alam yang melimpah.

Kondisi ini mengingatkan Hasto pada nasib minyak kayu putih di Pulau Buru, Maluku. "Industri rakyat di pulau Buru itu untuk perlu bahan baku kayu putih harus mengambil dari Seram bagian barat," ungkapnya. Ini menunjukkan pola yang sama: sumber daya alam melimpah, tetapi sistem budidaya dan industri hilirnya belum terintegrasi dengan baik.

Rote Ndao: Halaman Depan Republik Indonesia

Mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto menegaskan bahwa Rote Ndao adalah "halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah panggilan untuk mengubah paradigma. Wilayah perbatasan, yang seringkali dianggap sebagai daerah pinggiran, harus dipandang sebagai garda terdepan dan etalase bangsa.

"Wilayah-wilayah perbatasan kita justru harus dirubah paradigmanya menjadi halaman depan Republik Indonesia," tegasnya. Ini berarti investasi infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi harus diprioritaskan di daerah-daerah perbatasan. Dengan demikian, Rote Ndao dan wilayah perbatasan lainnya tidak hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga gerbang kemakmuran dan kebanggaan nasional.

Mengapa Potensi Maritim Indonesia Begitu Penting?

Potensi USD 1,3 triliun per tahun dari sektor maritim bukan angka main-main. Angka ini jauh melampaui PDB beberapa negara dan bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Sektor ini mencakup perikanan, pariwisata bahari, energi terbarukan laut, transportasi laut, industri galangan kapal, hingga bioteknologi kelautan.

Memaksimalkan potensi ini berarti menciptakan jutaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mewujudkan kedaulatan pangan. Namun, tantangannya juga besar: mulai dari penangkapan ikan ilegal, kerusakan ekosistem laut, hingga kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai. Inilah mengapa visi dan program yang terarah, seperti yang diusung PDIP, menjadi sangat krusial.

Masa Depan NTT dan Laut Indonesia

Dengan segala potensi dan tantangannya, masa depan NTT dan laut Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kita meresponsnya. Pernyataan Hasto Kristiyanto adalah pengingat bahwa kekayaan alam kita tak terbatas, namun membutuhkan pengelolaan yang cerdas, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.

Pembangunan kantor partai sebagai pusat pendidikan maritim, dorongan untuk sekolah pelayaran, serta perhatian terhadap budidaya lontar adalah langkah-langkah konkret. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa "harta karun" laut Indonesia benar-benar menjadi sumber kemakmuran bagi seluruh rakyat, dimulai dari Rote Ndao, halaman depan Republik yang membanggakan.

banner 325x300