banner 728x250

Terungkap! Bahlil ESDM Bongkar Fakta PHK di Shell Akibat BBM Langka, Ini Solusi Daruratnya

SPBU Shell tutup karena kehabisan stok BBM, terpampang spanduk "V-Power Kosong".
Kelangkaan BBM di SPBU swasta Shell berlanjut, kekhawatiran PHK karyawan mengemuka.
banner 120x600
banner 468x60

Kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, khususnya Shell Indonesia, telah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan pun santer terdengar, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat dan para pekerja. Namun, kini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara, memberikan klarifikasi sekaligus solusi konkret untuk mengatasi krisis ini.

Kekosongan BBM: Ancaman PHK di Depan Mata?

banner 325x300

Sejak bulan lalu, kelangkaan BBM di beberapa SPBU swasta memang menjadi pemandangan yang tidak biasa. Antrean panjang atau bahkan penutupan sementara SPBU karena stok kosong, telah menimbulkan keresahan di kalangan konsumen. Di tengah kondisi tersebut, kabar mengenai potensi PHK massal di Shell Indonesia mencuat, menambah daftar panjang dampak negatif dari kelangkaan pasokan energi ini.

Rumor PHK ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Presiden Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, sebelumnya mengakui adanya "penyesuaian kegiatan operasional." Penyesuaian ini mencakup perubahan jam operasional hingga penyesuaian tim yang bertugas melayani pelanggan, sebuah indikasi kuat bahwa kondisi internal perusahaan memang sedang tidak stabil akibat ketiadaan produk BBM jenis bensin.

Bahlil Lahadalia Turun Tangan: Ultimatum Tegas untuk Shell

Menanggapi situasi genting ini, Menteri Bahlil Lahadalia tidak tinggal diam. Dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian ESDM pada Jumat, 19 September 2025, ia dengan tegas menyatakan telah mewanti-wanti manajemen Shell Indonesia. Pesan Bahlil sangat jelas: jangan sampai ada PHK di tengah isu kekosongan BBM yang sedang ramai dibicarakan.

"Tadi saya sudah minta untuk mereka (Shell Indonesia), untuk tidak boleh ada gerakan tambahan. Kita ingin harus semuanya damai," ujar Bahlil, menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketenangan di tengah krisis. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak pekerja dan memastikan bahwa solusi yang diambil tidak merugikan pihak manapun.

Bahlil juga menegaskan bahwa semua SPBU, baik swasta maupun milik negara, harus mengikuti aturan main yang telah ditetapkan pemerintah. Mengelola negara ini, menurutnya, membutuhkan ketaatan terhadap regulasi, namun juga pemahaman mendalam tentang langkah-langkah yang harus diambil demi kebaikan bersama. Ini adalah panggilan untuk kolaborasi dan kepatuhan demi kepentingan nasional yang lebih besar.

4 Poin Kesepakatan Darurat: Solusi Atasi Krisis Stok BBM

Pertemuan antara pemerintah dan perwakilan SPBU swasta siang itu menghasilkan empat poin kesepakatan penting yang diharapkan dapat menjadi jalan keluar dari krisis stok BBM. Kesepakatan ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam mencari solusi cepat dan efektif.

  1. Pembelian Base Fuel dari Pertamina: Poin pertama yang menjadi sorotan adalah kesepakatan krusial: seluruh SPBU swasta, termasuk Shell, kini wajib membeli bahan baku BBM atau base fuel langsung dari Pertamina. Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah strategi cepat dan tanggap untuk segera mengisi kekosongan stok yang telah membelenggu operasional mereka sejak bulan lalu. Dengan mengandalkan pasokan dari Pertamina, diharapkan krisis ketersediaan BBM dapat segera teratasi, memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses mudah ke bahan bakar.

  2. Mekanisme Joint Surveyor untuk Impor: Kesepakatan kedua melibatkan proses pengadaan minyak impor. Pemerintah dan SPBU swasta sepakat untuk melakukan joint surveyor atau survei bersama. Tujuan dari mekanisme ini sangat vital, yaitu untuk memastikan kualitas dan spesifikasi minyak yang diimpor masih murni dan sesuai standar. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga kualitas BBM yang akan didistribusikan kepada konsumen, sekaligus mencegah potensi masalah di kemudian hari.

  3. Harga B2B dengan Pertimbangan ICP: Poin ketiga membahas masalah harga pembelian base fuel dari Pertamina. Disepakati bahwa harga akan dilakukan secara business-to-business (B2B), dengan mempertimbangkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Pendekatan ini memastikan transparansi dan keadilan dalam penentuan harga, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan stabilitas harga BBM di pasar tetap terjaga.

  4. Bahan Baku Impor Tiba dalam 7 Hari: Kabar baik datang dari poin keempat. Bahlil memastikan bahwa bahan baku BBM yang diimpor akan masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tujuh hari. Ini adalah janji yang sangat dinantikan, karena dengan demikian, stok di SPBU swasta diharapkan akan mulai tersedia kembali dalam waktu dekat. Kecepatan pasokan ini menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik dan menormalkan kembali aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.

Dampak Kekosongan BBM: Operasional Shell Terganggu

Sebelum intervensi pemerintah, dampak kekosongan BBM memang sangat terasa di SPBU Shell. Kabar mengenai penyesuaian operasional yang disampaikan oleh Ingrid Siburian bukan sekadar formalitas. Ini berarti ada perubahan signifikan dalam cara SPBU Shell beroperasi, mulai dari pengurangan jam buka hingga kemungkinan pergeseran tugas karyawan. Situasi ini tentu saja menimbulkan ketidakpastian bagi para pekerja dan pelanggan setia Shell.

Kondisi ini juga menunjukkan betapa rentannya pasokan energi terhadap stabilitas operasional perusahaan. Ketika rantai pasok terganggu, efek domino bisa sangat luas, mulai dari kerugian finansial hingga dampak sosial berupa potensi PHK. Oleh karena itu, langkah cepat pemerintah untuk mencari solusi menjadi sangat krusial untuk mencegah dampak yang lebih buruk.

Harapan Baru: Pasokan BBM Segera Normal?

Dengan adanya empat poin kesepakatan dan jaminan pasokan impor dalam tujuh hari, ada harapan besar bahwa krisis stok BBM di SPBU swasta akan segera berakhir. Ketersediaan kembali bahan bakar tidak hanya akan meredakan kekhawatiran masyarakat, tetapi juga akan menstabilkan operasional perusahaan seperti Shell. Ini adalah langkah penting untuk mencegah PHK dan memastikan bahwa para karyawan dapat terus bekerja tanpa rasa cemas.

Intervensi Menteri Bahlil Lahadalia dan kesepakatan yang dicapai merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi dan melindungi stabilitas ekonomi nasional. Diharapkan, dengan pasokan yang kembali normal, SPBU swasta dapat kembali beroperasi penuh, melayani masyarakat dengan optimal, dan yang terpenting, tidak ada lagi isu PHK yang menghantui para pekerja. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan bertindak cepat demi kepentingan rakyat dan keberlangsungan bisnis.

banner 325x300