banner 728x250

Bikin Geleng-Geleng Kepala! Malaysia U-16 Dibantai 0-11, Manajer Langsung Turun Tangan!

bikin geleng geleng kepala malaysia u 16 dibantai 0 11 manajer langsung turun tangan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kekalahan telak 0-11 dari Kroasia dalam laga uji coba pada 7 November lalu sontak mengguncang jagat sepak bola Malaysia. Hasil memalukan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan alarm keras bagi masa depan Timnas Malaysia U-16. Bagaimana tidak, tim yang digadang-gadang memiliki potensi besar ini harus menelan pil pahit di hadapan lawan yang tangguh.

Berita kekalahan ini segera sampai ke telinga Dollah Salleh, Manajer Timnas Malaysia U-16 yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FAM. Tanpa buang waktu, Dollah Salleh langsung mengambil tindakan tegas. Ia meminta laporan lengkap dari tim pelatih, yang dipimpin oleh Javier Jorda Ribera, untuk menguak misteri di balik pembantaian skor yang tak terduga ini.

banner 325x300

Kekalahan Memalukan yang Mengejutkan

Pertandingan uji coba melawan Kroasia U-16 pada 7 November 2025 itu berakhir dengan skor yang sulit dipercaya: 0-11. Bagi sebuah tim nasional, bahkan di level usia muda, kekalahan sebesar ini adalah pukulan telak yang bisa meruntuhkan mental dan kepercayaan diri. Publik Malaysia tentu bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan?

Skor ini jauh dari ekspektasi, mengingat Timnas Malaysia U-16 selama ini dikenal memiliki fondasi pemain muda yang cukup menjanjikan. Kekalahan ini bukan hanya sekadar hasil akhir, tetapi juga cerminan dari potensi masalah yang lebih dalam, baik dari segi taktik, fisik, maupun mental para pemain.

Reaksi Keras Dollah Salleh: Tuntut Laporan Lengkap

Dollah Salleh tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Sebagai manajer dan petinggi federasi, ia merasa bertanggung jawab atas performa tim. "Saya baru saja berbicara dengan tim pelatih dan telah meminta laporan lengkap tentang apa yang terjadi dalam kekalahan telak tersebut," ujarnya, dikutip dari Stadium Astro.

Permintaan laporan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk mencari akar permasalahan. Dollah Salleh menegaskan bahwa ia baru bisa memberikan komentar lebih lanjut setelah memahami secara detail penyebab di balik kekalahan yang sangat telak ini. Ia ingin mengetahui setiap aspek yang berkontribusi pada hasil buruk tersebut, mulai dari persiapan hingga jalannya pertandingan.

Kontras dengan Performa Gemilang Sebelumnya

Yang membuat kekalahan ini semakin membingungkan adalah rekam jejak Timnas Malaysia U-16 sebelumnya. Dollah Salleh sendiri mengakui bahwa tim ini sempat tampil memukau di ajang FIFA Youth Series di Zurich pada awal tahun ini. Di turnamen tersebut, Malaysia U-16 berhasil finis di posisi kelima.

"Itu hasil yang bagus mengingat kami menghadapi tim yang kuat," kenang Dollah Salleh. Pencapaian di Zurich menunjukkan bahwa tim ini sebenarnya memiliki potensi dan kemampuan untuk bersaing di level internasional. Performa yang kontras drastis ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh tim pelatih.

Potensi Tim yang Dipertanyakan

Timnas Malaysia U-16 sendiri diperkuat oleh talenta-talenta muda terbaik dari akademi sepak bola terkemuka di Negeri Jiran. Ini bukan tim sembarangan, melainkan kumpulan pemain pilihan yang telah melalui seleksi ketat dan mendapatkan pembinaan intensif. Mereka adalah harapan masa depan sepak bola Malaysia.

Salah satu nama yang menjadi andalan adalah Arayyan Hakeem Norizam, top skor Piala Pemuda 2025 dari Johor Darul Ta’zim. Kehadiran pemain-pemain berbakat seperti Arayyan seharusnya menjadi jaminan kualitas dan daya saing tim. Oleh karena itu, kekalahan telak ini menimbulkan keraguan besar terhadap efektivitas strategi dan persiapan yang telah dilakukan.

Misi Berat Menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2026

Waktu terus berjalan, dan Timnas Malaysia U-16 tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan ini. Mereka dijadwalkan akan kembali berkumpul dalam waktu dekat untuk menjalani pemusatan latihan di Akademi Mokhtar Dahari (AMD). Pemusatan latihan ini sangat krusial sebagai persiapan akhir.

Pasalnya, Timnas Malaysia U-16 akan segera terjun ke Kualifikasi Piala Asia U-17 2026. Turnamen penting ini akan berlangsung mulai 22 hingga 30 November mendatang. Dengan waktu yang semakin mepet, hasil 0-11 ini menjadi cambuk keras yang harus segera diatasi agar tidak merusak mental dan performa tim di ajang kualifikasi.

Mencari Jawaban dan Strategi Bangkit

Laporan lengkap yang diminta Dollah Salleh akan menjadi kunci untuk memahami apa yang salah. Apakah ada masalah dengan kebugaran fisik pemain? Apakah taktik yang diterapkan tidak cocok? Atau mungkin ada faktor psikologis yang memengaruhi performa mereka di lapangan? Semua kemungkinan harus dieksplorasi secara mendalam.

Tim pelatih Javier Jorda Ribera kini berada di bawah tekanan besar untuk memberikan penjelasan dan solusi konkret. Ini adalah momen krusial bagi mereka untuk menunjukkan kepemimpinan dan kemampuan adaptasi. Kesalahan harus diidentifikasi, dievaluasi, dan diperbaiki secepat mungkin.

Pembantaian 0-11 ini harus menjadi pelajaran berharga, bukan akhir dari segalanya. Mentalitas para pemain muda juga perlu diperkuat agar mereka bisa bangkit dari keterpurukan ini. Dukungan dari federasi, pelatih, dan bahkan publik sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Kualifikasi Piala Asia U-17 2026 adalah panggung penting bagi Timnas Malaysia U-16 untuk membuktikan diri. Mereka harus menunjukkan bahwa kekalahan telak dari Kroasia hanyalah sebuah anomali, bukan cerminan kualitas sejati mereka. Dengan evaluasi menyeluruh dan strategi yang tepat, harapan untuk bangkit dan meraih hasil positif masih terbuka lebar.

Semoga saja, laporan yang diminta Dollah Salleh dapat memberikan pencerahan dan menjadi landasan untuk perbaikan yang signifikan. Masa depan sepak bola Malaysia ada di tangan para pemain muda ini, dan mereka pantas mendapatkan kesempatan kedua untuk bersinar.

banner 325x300