banner 728x250

Terungkap! Arnold Schwarzenegger Cuma Mau Film Ini Diremake, ‘The Running Man’ Kembali!

terungkap arnold schwarzenegger cuma mau film ini diremake the running man kembali portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Siapa yang tak kenal Arnold Schwarzenegger? Aktor laga legendaris ini punya daftar film ikonik yang tak terhitung jumlahnya. Mulai dari Terminator, Total Recall, hingga Predator, semuanya sukses besar dan meninggalkan jejak mendalam di industri perfilman. Namun, di antara semua karyanya, ada satu film yang secara spesifik ia inginkan untuk dibuat ulang atau diremake: The Running Man (1987).

Keinginan unik Arnold ini akhirnya terwujud. Film distopia klasik tersebut kini sedang dalam proses adaptasi ulang dan dijadwalkan rilis pada tahun 2025. Ini menjadi kabar gembira bagi para penggemar film laga fiksi ilmiah dan tentu saja, bagi Arnold sendiri.

banner 325x300

Kenapa Hanya ‘The Running Man’ yang Diinginkan Arnold Diremake?

Arnold Schwarzenegger secara blak-blakan mengungkapkan alasannya. Baginya, The Running Man adalah satu-satunya film dari katalog panjangnya yang ia rasa layak mendapatkan sentuhan modern. Ia melihat potensi besar dalam cerita tersebut untuk diinterpretasikan kembali dengan teknologi dan gaya penceritaan masa kini.

"Satu-satunya film dari film-film saya yang selalu saya ingin dibuat ulang adalah The Running Man," kata Schwarzenegger seperti diberitakan The New York Post. Pernyataan ini menunjukkan betapa istimewanya film tersebut di mata sang legenda.

Ia menambahkan bahwa versi remake ini benar-benar "meningkat dan melakukan hal itu dengan sempurna." Aksi dalam filmnya disebut luar biasa dan sangat kreatif, memberikan indikasi bahwa adaptasi baru ini akan menghadirkan pengalaman yang segar namun tetap mempertahankan esensi aslinya.

Mengenal Kembali ‘The Running Man’ Versi Orisinal (1987)

Bagi kamu yang belum familiar, The Running Man (1987) adalah sebuah film laga distopia yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Film ini mengambil latar di Amerika Serikat antara tahun 2017 dan 2019, menggambarkan masa depan yang suram di mana hiburan menjadi alat kontrol sosial paling brutal.

Film ini diadaptasi dari novel karya Stephen King yang ditulis dengan nama samaran Richard Bachman. Plotnya berpusat pada sebuah acara televisi mematikan di mana "pelari" – para kriminal yang dihukum – harus lolos dari kematian di tangan pembunuh profesional yang disebut "Stalkers."

Arnold memerankan karakter Ben Richards, seorang pilot helikopter polisi yang difitnah atas tuduhan genosida. Ia kemudian dipaksa untuk berpartisipasi dalam acara The Running Man, sebuah permainan hidup dan mati yang disiarkan langsung ke seluruh negeri. Film ini dikenal dengan kritik sosialnya terhadap media massa dan realitas televisi yang ekstrem.

Detail Remake 2025: Sutradara Baru, Aktor Baru, Plot yang Diperbarui

Versi remake The Running Man yang akan rilis pada 2025 ini berada di tangan yang tepat. Kursi sutradara diisi oleh Edgar Wright, sineas brilian di balik film-film seperti Baby Driver, Shaun of the Dead, dan Scott Pilgrim vs. the World. Sentuhan unik dan gaya visual khas Wright diharapkan mampu membawa The Running Man ke level yang lebih tinggi.

Sementara itu, peran Ben Richards yang dulu dipegang oleh Arnold Schwarzenegger kini akan diperankan oleh aktor muda yang sedang naik daun, Glen Powell. Powell, yang dikenal lewat perannya di Top Gun: Maverick dan Anyone But You, memiliki karisma dan kemampuan akting yang menjanjikan untuk menghidupkan kembali karakter ikonik ini.

Meskipun tetap dengan plot dasar yang sama – seorang pelari dalam serial acara mematikan yang akan mendapatkan hadiah utama US$1 miliar bila mampu bertahan hidup selama 30 hari – ada sedikit perbedaan signifikan. Jika pada 1987 Ben Richards versi Schwarzenegger terpaksa ikut acara tersebut atas tuduhan genosida, Ben Richards versi Powell ikut acara karena untuk membantu keluarganya. Perubahan motivasi ini bisa memberikan kedalaman emosional yang berbeda pada karakter utama.

Restu Penuh dari Sang Legenda: Kisah di Balik Dukungan Arnold

Dukungan dari Arnold Schwarzenegger adalah segalanya bagi tim remake. Glen Powell bahkan secara khusus berusaha menghubungi Arnold melalui putranya, Patrick Schwarzenegger, untuk memastikan adaptasi ini memiliki restu dari sang legenda. Ini menunjukkan betapa pentingnya validasi dari Arnold bagi proyek ini.

"Arnold memberi kami restu," kata Powell kepada People pada April lalu. "Patrick Schwarzenegger adalah teman baik saya, dan saya meminta Patrick agar saya bisa berbicara dengan Arnold." Pertemuan antara Powell dan Arnold menjadi momen krusial yang mengukuhkan dukungan penuh dari bintang aslinya.

Edgar Wright juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Arnold. Dalam unggahan Instagram yang dibagikan setelah pemutaran perdana adaptasi baru The Running Man, Wright menulis, "Sang legenda datang untuk menonton adaptasi baru [The Running Man] kami dan memberikan acungan jempol besar." Ia menambahkan, "Saya tidak bisa menjelaskan betapa manis dan murah hatinya Arnold dalam mendukung kami."

Relevansi ‘The Running Man’ di Era Modern: Sebuah Cerminan Dystopia

Salah satu alasan mengapa The Running Man sangat relevan untuk diremake adalah tema-tema yang diusungnya. Film ini adalah cerminan distopia yang semakin terasa nyata di era modern. Di tengah maraknya reality show ekstrem, media sosial yang mengikis privasi, dan ketimpangan ekonomi yang makin melebar, pesan The Running Man terasa lebih kuat dari sebelumnya.

Film ini menyoroti bagaimana hiburan bisa menjadi alat untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah sosial yang lebih besar, atau bahkan menjadi sarana kontrol yang brutal. Konsep "permainan" yang mempertaruhkan nyawa demi hiburan massa adalah kritik tajam terhadap masyarakat yang haus sensasi dan abai terhadap kemanusiaan.

Dengan sentuhan Edgar Wright, yang dikenal dengan kemampuannya memadukan komedi, aksi, dan kritik sosial, remake ini berpotensi menjadi komentar yang lebih tajam lagi tentang kondisi dunia saat ini. Ini bukan sekadar film laga, melainkan sebuah peringatan yang relevan.

Antisipasi dan Harapan untuk Versi 2025

Dengan Arnold Schwarzenegger yang memberikan "acungan jempol besar," serta Edgar Wright di kursi sutradara dan Glen Powell sebagai bintang utama, antisipasi untuk The Running Man versi 2025 sangat tinggi. Para penggemar berharap remake ini tidak hanya menghormati materi sumbernya, tetapi juga memberikan perspektif baru yang relevan dengan zaman.

Kombinasi antara visi kreatif Edgar Wright yang inovatif, karisma Glen Powell yang segar, dan restu dari Arnold Schwarzenegger sendiri, menjanjikan sebuah film yang akan menjadi perbincangan hangat. Kita bisa menantikan aksi yang lebih spektakuler, narasi yang lebih mendalam, dan tentu saja, sebuah pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

The Running Man 2025 bukan hanya sekadar remake, melainkan sebuah kebangkitan kembali dari kisah klasik yang relevansinya tak lekang oleh waktu. Bersiaplah untuk menyaksikan Ben Richards berlari kembali, kali ini dengan semangat dan interpretasi yang baru.

banner 325x300