banner 728x250

Geger Tanah Abang: Pistol Penembak Diduga ‘Hadiah’ dari WNA Timor Leste, Terungkap Fakta Mengejutkan!

geger tanah abang pistol penembak diduga hadiah dari wna timor leste terungkap fakta mengejutkan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sebuah insiden penembakan yang menggemparkan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya mulai terkuak. Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial HD (37) yang menembak seorang pria berinisial WA. Namun, yang lebih mengejutkan adalah pengakuan HD mengenai asal-usul senjata api yang digunakannya.

Pistol tersebut ternyata bukan didapatkan dari pasar gelap lokal, melainkan sebuah "kenang-kenangan" dari seorang warga negara asing (WNA) asal Timor Leste. Pengakuan ini sontak memunculkan banyak pertanyaan dan membuka tabir baru dalam kasus yang sebelumnya diselimuti misteri.

banner 325x300

Awal Mula Insiden di Tanah Abang yang Mencekam

Pada Selasa, 28 Oktober 2025, suasana di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, mendadak mencekam. Sebuah insiden pengeroyokan dan penembakan terjadi, membuat warga sekitar terkejut dan khawatir akan keamanan. Korban, seorang pria berinisial WA, ditemukan dengan luka tembak di bagian punggung sebelah kanan atas.

Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwajib, memicu respons cepat dari Polres Metro Jakarta Pusat. Tim gabungan langsung bergerak mengumpulkan bukti, memeriksa keterangan saksi, dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Terungkapnya Identitas Pelaku dan Modus Penembakan

Tak butuh waktu lama, pada Rabu, 29 Oktober 2025, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku utama. Pelaku adalah HD (37), yang diduga kuat melakukan penganiayaan berat dengan menembak punggung korban WA. Penangkapan ini menjadi titik terang penting dalam penyelidikan.

Motif di balik tindakan brutal HD ternyata berakar dari konflik antar kelompok. Pelaku merasa kesal lantaran korban WA dan rekan-rekannya memaksa masuk serta merusak gerbang di lokasi yang sedang dijaga oleh kelompok HD. Situasi semakin memanas ketika kelompok korban juga mengintimidasi, merasa bahwa kelompok HD seharusnya berkoordinasi dengan mereka sebelum berjaga di lokasi tersebut.

Jejak Pistol Ilegal: Dari NTT Hingga Jakarta

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kemudian melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap HD. Dalam interogasi, HD mengungkapkan sebuah fakta yang membuat penyidik terkejut: senjata api jenis pistol yang digunakannya diperoleh dari seorang WNA. WNA tersebut diketahui berasal dari Timor Leste dan berinisial A.

Menurut keterangan HD, pertemuan antara dirinya dan A terjadi pada sekitar Januari 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya berkenalan, dan secara mengejutkan, A memberikan senjata api tersebut sebagai "kenang-kenangan" kepada HD. Sebuah pistol sebagai kenang-kenangan? Tentu ini memicu tanda tanya besar bagi aparat penegak hukum.

Misteri di Balik ‘Kenang-kenangan’ Senjata Api

Pistol yang diterima HD dari A bukanlah senjata biasa. Nomor serinya telah dihapus, sebuah indikasi kuat bahwa senjata tersebut ilegal dan sengaja disamarkan jejaknya. HD kemudian membawa pistol tersebut dari NTT ke Jakarta melalui jalur transportasi laut, sebuah perjalanan yang berisiko tinggi mengingat kepemilikan senjata api tanpa izin adalah pelanggaran serius.

Keputusan HD untuk membawa dan menggunakan senjata ilegal ini menunjukkan betapa seriusnya konflik yang terjadi. Pistol yang awalnya disebut sebagai "kenang-kenangan" itu kini menjadi barang bukti utama dalam kasus penembakan yang melibatkan nyawa seseorang. Ini juga menyoroti betapa mudahnya senjata api ilegal bisa berpindah tangan dan digunakan dalam tindak kriminal.

Pencarian WNA Berinisial A Terus Berlanjut

Meski HD telah ditangkap dan memberikan keterangan, pekerjaan polisi belum selesai. Fokus penyelidikan kini beralih pada WNA berinisial A, yang diduga menjadi pemasok senjata api ilegal tersebut. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menegaskan bahwa timnya masih terus melakukan pendalaman dan pencarian terhadap A.

Keberadaan A sangat krusial untuk mengungkap jaringan peredaran senjata api ilegal yang mungkin lebih luas. Menemukan A tidak hanya akan membantu menyelesaikan kasus penembakan Tanah Abang secara tuntas, tetapi juga dapat membongkar potensi ancaman lain terkait kepemilikan senjata api tanpa izin di Indonesia.

Ancaman Senjata Api Ilegal dan Komitmen Polisi

Kasus penembakan di Tanah Abang ini menjadi pengingat serius akan bahaya peredaran senjata api ilegal. Senjata-senjata ini dapat jatuh ke tangan yang salah dan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Eranya sudah modern, namun praktik-praktik kriminal seperti ini masih saja terjadi.

Polda Metro Jaya, melalui Kabid Humas Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, menegaskan komitmen penuh untuk memberantas kejahatan semacam ini. Penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk menindak pelaku utama, tetapi juga untuk memutus mata rantai peredaran senjata api ilegal. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait senjata api.

banner 325x300