banner 728x250

Microsoft Bikin AI ‘Berhati Emas’ untuk Anak, ChatGPT Auto Kaget?

microsoft bikin ai berhati emas untuk anak chatgpt auto kaget portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, baru-baru ini membuat pernyataan yang menggemparkan jagat teknologi. Ia mengungkapkan bahwa Microsoft sedang mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus agar ramah anak, memiliki kecerdasan emosional, dan dapat dipercaya. Ini bukan sekadar inovasi biasa, melainkan sebuah visi besar untuk membentuk masa depan AI yang lebih aman dan etis.

Visi ini muncul di tengah maraknya perdebatan sengit mengenai keamanan AI, terutama bagi pengguna usia muda. Banyak raksasa teknologi lain yang kini menghadapi tuntutan hukum dan kritik pedas terkait dampak negatif AI terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak-anak. Microsoft tampaknya ingin mengambil jalan yang berbeda, menawarkan solusi yang mengedepankan empati dan batasan yang jelas.

banner 325x300

Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Hati Nurani Digital

Mustafa Suleyman menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah menciptakan AI yang memiliki kecerdasan emosional. Ia membayangkan sebuah AI yang ramah, suportif, dan yang paling penting, dapat dipercaya sepenuhnya oleh orang tua untuk digunakan oleh anak-anak mereka. Ini berarti AI tersebut harus memiliki batasan yang sangat jelas dan aman, jauh dari potensi bahaya yang sering dikaitkan dengan platform AI saat ini.

"Kami sedang mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kecerdasan emosional, ramah, dan punya sifat mendukung, tetapi pada dasarnya dapat dipercaya," kata Suleyman, dilansir CNN. Ia menambahkan, "Saya ingin menciptakan AI yang dapat Anda percayai untuk digunakan oleh anak-anak Anda, dan itu berarti AI tersebut harus memiliki batasan yang jelas dan aman." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Microsoft untuk tidak hanya berinovasi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Pertarungan Sengit di Arena AI: Microsoft vs. Raksasa Lain

Langkah Microsoft ini tentu saja bukan tanpa alasan. Mereka tengah bersaing ketat dengan raksasa teknologi lain seperti OpenAI, Meta, dan Google untuk menjadikan Copilot sebagai alat AI pilihan utama. Persaingan ini semakin memanas seiring dengan semakin meluasnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor kehidupan.

Saat ini, Copilot mencatat 100 juta pengguna aktif bulanan di seluruh platform Microsoft, angka yang masih jauh di bawah pesaingnya. Sebagai perbandingan, ChatGPT milik OpenAI sudah memiliki 800 juta pengguna aktif bulanan. Namun, Microsoft optimis bahwa pendekatan mereka yang fokus pada keamanan dan etika, terutama untuk anak-anak, akan menarik lebih banyak pengguna dan membedakan mereka dari kompetitor.

Mengapa AI Ramah Anak Jadi Mendesak? Krisis Kesehatan Mental & Konten Negatif

Keputusan Microsoft untuk fokus pada AI ramah anak datang pada waktu yang sangat krusial. Perusahaan-perusahaan AI saat ini sedang berjuang keras untuk menghadirkan chatbot dengan kepribadian yang aman, di tengah isu AI menjadi salah satu faktor krisis kesehatan mental pengguna. Banyak laporan yang menunjukkan dampak negatif AI, terutama pada pengguna muda yang rentan.

Beberapa pesaing Microsoft di bidang AI bahkan telah menghadapi tekanan hukum yang kuat. Sejumlah keluarga telah menggugat OpenAI dan Character.AI, mengklaim bahwa chatbot kedua perusahaan tersebut merugikan anak-anak mereka, dan dalam beberapa kasus, diduga berkontribusi pada tindakan bunuh diri. Laporan awal tahun ini juga menimbulkan kekhawatiran karena chatbot Meta dan Character AI dilaporkan dapat digunakan untuk percakapan seksual, bahkan oleh akun yang mengidentifikasi diri sebagai anak di bawah umur.

Fitur Unggulan Copilot: Lebih dari Sekadar Chatbot Biasa

Di tengah tantangan ini, Microsoft terus berinovasi dengan Copilot. Baru-baru ini, Copilot merilis beberapa fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus menjaga keamanan. Fitur-fitur ini meliputi kemampuan untuk ‘mengingat’ kembali percakapan sebelumnya, memungkinkan partisipasi dalam percakapan grup, memberikan respons yang lebih baik terhadap pertanyaan kesehatan, serta memiliki nada yang cerdas dan santai yang disebut "real talk."

Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada fungsionalitas dan pengalaman pengguna yang lebih personal dan membantu. Dengan kemampuan mengingat percakapan dan berpartisipasi dalam grup, Copilot berpotensi menjadi asisten digital yang lebih terintegrasi dan intuitif dalam kehidupan sehari-hari.

Garis Merah Microsoft: Anti Konten Romantis dan Erotis, Bahkan untuk Dewasa!

Yang paling membedakan pendekatan Microsoft adalah sikap tegas mereka terhadap konten tertentu. Mustafa Suleyman secara eksplisit menyatakan bahwa Microsoft menarik garis tegas terhadap konten romantis, menggoda, dan erotis, bahkan untuk pengguna dewasa. "Itu bukan sesuatu yang akan kami kejar," katanya dengan tegas.

Sikap ini sangat kontras dengan beberapa pesaing. CEO OpenAI, Sam Altman, misalnya, baru-baru ini mengumumkan bahwa dengan langkah-langkah keamanan baru yang telah diterapkan, ChatGPT akan segera memungkinkan pengguna dewasa untuk membahas "erotika" dengan chatbot. Microsoft memilih jalur yang berbeda, menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap lingkungan digital yang bersih dan aman.

Masa Depan AI: Membangun untuk Manusia, Bukan Sekadar Replika

Suleyman menegaskan filosofi inti Microsoft dalam pengembangan AI: "Kita harus membangun AI untuk manusia; bukan untuk menjadi manusia digital." Pernyataan ini, yang ia tulis dalam sebuah posting blog awal tahun ini, merangkum visi mereka untuk menciptakan AI yang melayani kebutuhan manusia, mendukung, dan meningkatkan kehidupan, tanpa mencoba menggantikan esensi kemanusiaan itu sendiri.

Artinya, untuk saat ini, Microsoft kemungkinan besar tidak akan meluncurkan mode "pengguna muda" seperti yang dilakukan oleh beberapa pesaingnya. Suleyman mengatakan pihaknya tidak membutuhkan hal tersebut, karena seluruh platform Copilot dirancang dengan standar keamanan dan etika yang tinggi sejak awal. Ini adalah langkah berani yang menempatkan Microsoft di garis depan dalam upaya menciptakan ekosistem AI yang lebih bertanggung jawab dan berpusat pada kesejahteraan manusia, terutama generasi muda.

banner 325x300