Presiden Vladimir Putin baru-baru ini membuat gebrakan yang berpotensi mengubah lanskap kesehatan publik dan industri rokok elektrik di Rusia secara drastis. Ia secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap usulan untuk memberlakukan larangan penuh terhadap penjualan dan penggunaan vape di seluruh negeri. Keputusan ini menandai babak baru dalam perang Rusia melawan produk tembakau alternatif, memicu diskusi hangat di berbagai kalangan.
Awal Mula Usulan Kontroversial
Langkah mengejutkan ini bermula saat Putin melakukan kunjungan ke pusat olahraga dan pendidikan di Samara pada Kamis (6/11). Di sana, ia bertemu dengan Ekaterina Leshchinskaya, ketua gerakan "Tanah Air Sehat," sebuah organisasi yang fokus pada isu-isu kesehatan masyarakat. Leshchinskaya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuarakan kekhawatirannya mengenai dampak vape.
Ia secara lugas memaparkan bahaya rokok elektrik dan mengemukakan usulan larangan total, sembari merujuk pada keberhasilan negara-negara lain yang telah mengambil langkah serupa. Menurutnya, negara-negara tersebut berhasil menunjukkan komitmen serius terhadap kesehatan warganya dengan membatasi atau melarang peredaran vape. Mendengar paparan tersebut, Putin tampak mengangguk setuju dan memberikan respons tegas.
"Pemerintah mendukung ini," kata Putin, seperti dikutip oleh media Rusia Izvestia. Pernyataan singkat namun padat itu langsung menjadi sinyal kuat bahwa Kremlin serius mempertimbangkan pelarangan total.
Dari Proyek Percontohan Hingga Dukungan Penuh Kremlin
Dukungan Putin terhadap larangan vape sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Jauh sebelum pertemuan di Samara, tepatnya pada Agustus lalu, Putin juga telah menunjukkan minatnya pada isu ini. Saat itu, ia mendukung sebuah proyek percontohan di Nizhny Novgorod.
Proyek tersebut bertujuan untuk menguji coba larangan regional terhadap penjualan vape, sebagai langkah awal untuk memahami dampak dan efektivitasnya. Konsep pelarangan ini juga telah mendapat restu dan dukungan penuh dari badan perlindungan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor. Hal ini menunjukkan bahwa isu vape telah menjadi perhatian serius di tingkat pemerintahan selama beberapa waktu.
Parlemen Rusia Angkat Bicara: “Vape Itu Racun Cair!”
Gagasan larangan vape memang telah lama menjadi topik hangat di parlemen Rusia. Para legislator di State Duma, majelis rendah parlemen Rusia, telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran mereka. Ketua State Duma, Vyacheslav Volodin, bahkan pernah melontarkan pernyataan keras yang menggambarkan vape sebagai "racun cair."
Volodin secara eksplisit mewanti-wanti masyarakat mengenai risiko kesehatan serius yang ditimbulkan oleh penggunaan rokok elektrik. Menurutnya, dampak jangka panjang vape masih belum sepenuhnya diketahui, namun potensi bahayanya tidak bisa diremehkan. Pernyataan Putin sontak disambut antusias oleh para anggota parlemen.
"Vape itu jahat. State Duma akan meninjau larangan penjualan vape dalam waktu dekat," kata Wakil Ketua State Duma, Vladislav Davankov, menanggapi pernyataan Presiden. Ini mengindikasikan bahwa proses legislasi untuk memberlakukan larangan total akan segera bergulir dan kemungkinan besar akan mendapatkan dukungan mayoritas.
Dilema Ekonomi vs. Kesehatan: Ancaman Pasar Gelap dan Kerugian Negara
Meskipun dukungan terhadap larangan vape semakin menguat, keputusan ini tidak datang tanpa tantangan dan kontroversi. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi munculnya praktik perdagangan gelap. Dengan sekitar 3,5 hingga 4 juta warga Rusia yang saat ini menggunakan vape, menurut perkiraan yang dikutip RIA Novosti, permintaan akan tetap tinggi.
Larangan total bisa mendorong para pengguna untuk mencari produk di pasar ilegal, yang justru bisa lebih berbahaya karena tidak adanya regulasi kualitas. Selain itu, Kementerian Keuangan Rusia juga telah menyuarakan kekhawatiran serius mengenai dampak ekonomi. Mereka memperingatkan bahwa larangan penuh bisa mengakibatkan kerugian pendapatan tahunan hingga 15 miliar rubel bagi negara.
Angka ini merupakan jumlah yang signifikan, yang berasal dari pajak dan bea masuk atas produk vape yang saat ini legal. Namun, di tengah perdebatan sengit ini, parlemen Rusia tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Mereka berpendapat bahwa kerugian finansial tidak sebanding dengan potensi dampak kesehatan jangka panjang terhadap jutaan warganya.
Masa Depan Vape di Rusia: Antara Larangan dan Harapan
Dengan dukungan penuh dari Presiden Putin dan parlemen, masa depan vape di Rusia tampaknya semakin suram. Proses legislasi untuk memberlakukan larangan total kemungkinan besar akan berjalan cepat. Ini akan menempatkan Rusia sejajar dengan beberapa negara lain yang telah mengambil langkah serupa untuk melindungi generasi mudanya dari bahaya rokok elektrik.
Bagi jutaan pengguna vape di Rusia, keputusan ini tentu akan menjadi pukulan telak. Mereka mungkin harus mencari alternatif lain atau berhenti sepenuhnya, menghadapi perubahan besar dalam kebiasaan mereka. Sementara itu, industri vape di Rusia akan menghadapi tantangan eksistensial, dengan potensi kerugian besar dan penutupan bisnis.
Namun, di sisi lain, para pegiat kesehatan dan pemerintah berharap larangan ini akan membawa dampak positif yang signifikan. Mereka berharap dapat mengurangi angka perokok elektrik, terutama di kalangan remaja, dan meningkatkan kesehatan publik secara keseluruhan. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen Rusia terhadap masa depan yang lebih sehat bagi warganya, meskipun harus dibayar dengan dilema ekonomi dan sosial yang kompleks.


















