banner 728x250

DPC Gerindra Pematangsiantar Tolak Budi Arie Gabung Partai, Sebut ‘Cari Aman dari Jerat Hukum’

dpc gerindra pematangsiantar tolak budi arie gabung partai sebut cari aman dari jerat hukum portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari kancah politik nasional. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Niat ini diungkapkannya dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Namun, langkah Budi Arie tersebut langsung mendapat penolakan keras dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Penolakan ini didasari oleh berbagai pertimbangan yang cukup menohok.

banner 325x300

Penolakan Keras dari Gerindra Daerah

Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar, Gusmiyadi, menegaskan bahwa pihaknya menolak rencana Budi Arie. Menurutnya, keinginan Budi Arie untuk merapat ke Gerindra dipersepsikan masyarakat sebagai langkah pragmatis. Tujuannya tak lain adalah untuk menjaga peluang dirinya agar tetap berada pada episentrum kekuasaan Prabowo Subianto.

Gusmiyadi menilai, gabungnya Budi Arie ke Gerindra merupakan manuver untuk melindungi diri. Ini dilakukan dari potensi jeratan hukum yang berpotensi melilitnya di masa mendatang.

Di sisi lain, Budi Arie juga dinilai berharap masih bisa mendapatkan posisi penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ini menjadi salah satu alasan kuat di balik penolakan DPC Gerindra Pematangsiantar.

‘Cari Aman’ dari Jerat Hukum dan Kekuasaan?

Anggota DPRD Sumut ini menyebutkan bahwa kepercayaan publik terhadap Prabowo dapat menurun jika Gerindra menerima Budi Arie. Hal ini mengingat Prabowo saat ini sedang fokus dalam pemberantasan korupsi. Kehadiran Budi Arie dikhawatirkan dapat mengganggu citra tersebut.

Gusmiyadi menilai bahwa Budi Arie hanya ingin mencari suaka politik. Tujuannya adalah untuk mengamankan diri dan menjaga peluang mendapatkan kekuasaan di masa kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden.

"Simpelnya publik menilai Budi Arie ingin cari aman mencari suaka politik dan menjaga peluang mendapatkan kekuasaan dimasa kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden," tutupnya.

Manuver Politik Budi Arie yang Dipertanyakan

Tidak hanya soal dugaan ‘cari aman’, Gusmiyadi juga menyoroti manuver politik Budi Arie lainnya yang dinilai tidak beradab. Klaim Budi Arie soal logo Projo yang bakal mengganti logo hingga menyanggah jika Projo merupakan singkatan dari Pro Jokowi, menjadi sorotan.

Gusmiyadi menyebut sanggahan Budi Arie bahwa selama ini Projo bukan singkatan Pro Jokowi tapi berarti rakyat dan negeri, merupakan langkah zig-zag. Manuver semacam ini dinilai tidak pantas dalam perpolitikan yang beretika.

"Di sisi lain, baru-baru ini klaim Budi Arie soal arti nama Projo dan kaitannya dengan logo wajah Jokowi juga dinilai sebagai langkah tidak beradab dalam memainkan catur politik," kata Gusmiyadi.

Budi Arie Tegaskan Pilihan ke Gerindra

Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi secara terbuka mengumumkan akan segera bergabung dengan Partai Gerindra. Pengumuman itu disampaikan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa," kata Budi Arie dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa dirinya mungkin satu-satunya orang yang diminta langsung oleh Presiden di sebuah forum.

Budi kemudian menegaskan pilihannya bergabung ke partai berlambang Garuda. "Betul, iya lah, pasti Gerindra," sambungnya, memperjelas arah politiknya ke depan.

Respons Santai Gibran, Gerindra Pusat Terbuka

Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, merespons santai keputusan Budi Arie memilih bergabung dengan Partai Gerindra. Menurut Gibran, itu adalah hak semua orang untuk menentukan pilihan politiknya.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turut menyampaikan apresiasi. Ia menghargai sikap politik Budi Arie dan Projo yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. "Begini, Projo ini dari awal mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, sebelum malah. Sehingga kita apresiasi, makanya kita hadir sebagai sahabat Projo," ujar Dasco.

Dasco menegaskan bahwa Partai Gerindra terbuka terhadap gelombang dukungan dari manapun, termasuk dari kader-kader Projo. "Kalau Gerindra siap menerima gelombang besar dari manapun, namanya aspirasi tentu kita akan pertimbangkan untuk diakomodir," tegasnya.

Polemik seputar rencana bergabungnya Budi Arie ke Gerindra ini menunjukkan dinamika politik yang menarik. Antara penolakan keras dari daerah dan penerimaan terbuka dari pusat, masa depan politik Budi Arie kini menjadi sorotan publik.

banner 325x300