banner 728x250

Geger Pemilu Belanda: Rob Jetten Kalahkan Wilders, Jadi PM Termuda dan Hadang Gelombang Populisme!

geger pemilu belanda rob jetten kalahkan wilders jadi pm termuda dan hadang gelombang populisme portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dewan Pemilihan Umum Belanda baru saja mengumumkan hasil Pemilu 2023, menetapkan Rob Jetten sebagai pemenang pada Jumat (7/11). Politisi muda berusia 38 tahun ini tidak hanya berhasil mengalahkan rivalnya, Geert Wilders, namun juga mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri termuda yang pernah memimpin Negeri Kincir Angin. Kemenangan tipisnya ini mengirimkan sinyal kuat ke seluruh Eropa, bahwa gelombang populisme sayap kanan ternyata bisa dihadang dengan kampanye yang positif dan inklusif.

Kemenangan Tipis yang Menggemparkan Eropa

Perolehan suara Jetten memang sangat ketat, ia hanya unggul 29.668 suara dari Geert Wilders yang dikenal dengan politik sayap kanannya. Hasil ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan sebuah pernyataan politik yang signifikan di kancah Eropa. Jetten sendiri menegaskan, "Kami telah menunjukkan kepada Eropa dan dunia bahwa populisme bisa dikalahkan jika kampanye dilakukan dengan pesan positif untuk negara," seperti dikutip AFP pada Sabtu (8/11). Pernyataan ini seolah menjadi angin segar bagi banyak pihak yang khawatir akan bangkitnya kekuatan populis di berbagai negara.

banner 325x300

Tantangan Berat: Drama Pembentukan Koalisi Dimulai

Meski telah dinyatakan sebagai pemenang, jalan Rob Jetten menuju kursi Perdana Menteri tidak akan mulus begitu saja. Ia kini dihadapkan pada tugas berat untuk membentuk koalisi pemerintahan, sebuah proses yang di Belanda kerap memakan waktu berbulan-bulan. Partai D66 yang dipimpin Jetten berhasil meraih 26 kursi di parlemen yang beranggotakan 150 orang, jumlah yang sama dengan Partai PVV pimpinan Geert Wilders.

Fragmentasi politik Belanda sangat terlihat, dengan total 15 partai berhasil menembus parlemen, termasuk partai pembela hak hewan dan kelompok perwakilan warga lanjut usia. Meskipun demikian, kekuatan politik sayap kanan tetap solid, bahkan beberapa di antaranya mengalami peningkatan kursi signifikan. Forum for Democracy naik dari 3 menjadi 7 kursi, sementara JA21 melonjak dari 1 menjadi 9 kursi, menunjukkan bahwa tantangan bagi Jetten masih besar.

Dua Skenario Koalisi: Perebutan Mayoritas di Parlemen

Jetten sendiri telah merancang skenario koalisi empat partai lintas spektrum politik untuk mencapai mayoritas. Ia berencana menggandeng CDA (18 kursi), VVD (22 kursi), dan aliansi kiri Hijau/Buruh (20 kursi), yang jika digabungkan dengan D66 (26 kursi) akan menghasilkan 86 kursi. Jumlah ini sudah cukup untuk membentuk mayoritas di parlemen.

Namun, rencana ini langsung mendapat tantangan dari pemimpin VVD, Dilan Yesilgoz. Yesilgoz secara tegas menolak berkoalisi dengan kubu kiri dan justru lebih memilih aliansi kanan dengan CDA, JA21, dan D66. Sayangnya, koalisi yang diusulkan Yesilgoz ini hanya akan mengantongi total 75 kursi, yang berarti tidak akan mencapai mayoritas di parlemen. Situasi ini jelas memperlihatkan betapa rumitnya proses negosiasi yang harus dilalui Jetten.

"Penjelajah" Ditunjuk, Misi Berat Menanti

Untuk memulai proses yang kompleks ini, Jetten telah menunjuk Wouter Koolmees, pimpinan perusahaan kereta nasional Belanda, sebagai "penjelajah" atau scout politik. Tugas Koolmees adalah menjajaki berbagai kemungkinan koalisi dan mencari titik temu antara partai-partai yang berbeda ideologi. Laporan awal mengenai pembentukan koalisi ini dijadwalkan akan disampaikan pada Selasa (11/11) mendatang. Semua mata kini tertuju pada Koolmees, berharap ia bisa menemukan formula yang tepat untuk pemerintahan Belanda.

Wilders Akui Kekalahan, Namun Tuduhan Kecurangan Mencuat

Di sisi lain, Geert Wilders, meski mengakui kekalahan, tidak tinggal diam. Ia sempat melontarkan tudingan adanya kecurangan suara, sebuah klaim yang sering muncul dalam kontestasi politik ketat. Namun, Ketua Dewan Pemilihan, Wim Kuijken, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Kuijken menegaskan bahwa hasil pemilu valid dan kredibel, serta sistem pemilihan di Belanda berlangsung dengan sangat matang dan kuat. Ia bahkan menyebut bahwa jumlah kesalahan penghitungan justru menurun drastis, dari 14.000 pada tahun 2021 menjadi sekitar 8.000 pada tahun ini. "Tidak ada kejanggalan yang dapat menimbulkan keraguan atas hasil pemilu," tegas Kuijken, memastikan integritas proses demokrasi Belanda.

Kemenangan Rob Jetten ini menandai era baru bagi Belanda, dengan seorang pemimpin muda yang bertekad membawa pesan positif. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai, di mana kemampuannya dalam merangkul berbagai pihak akan diuji dalam drama pembentukan koalisi. Bagaimana kelanjutan drama politik di Belanda ini? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

banner 325x300